Token Terra Luna Classic (LUNC) kembali mencuri perhatian pasar dan masuk jajaran aset kripto paling banyak dicari, setelah mencatat lonjakan harga dan volume perdagangan signifikan.
Sempat dianggap mati, bangkitnya kripto LUNC ini terjadi di tengah pemberitaan gugatan hukum yang diajukan administrator Terraform Labs terhadap firma perdagangan kuantitatif asal AS, Jane Street, terkait dugaan praktik insider trading dan front-running yang disebut berkontribusi pada krisis Terra-LUNA pada tahun 2022.
Pada saat artikel ini disusun, kripto LUNC diperdagangkan di kisaran US$0,00004715. Dalam empat jam terakhir, harga melonjak 19,48 persen, sementara dalam 24 jam meningkat 28,58 persen.
Kapitalisasi pasar tercatat sekitar US$249,13 juta dengan volume perdagangan spot harian mencapai US$13,72 juta. Lonjakan ini menandai pergerakan paling agresif LUNC dalam beberapa bulan terakhir.

Peningkatan tidak hanya terjadi di pasar spot. Data dari CoinGlass menunjukkan volume derivatif kripto LUNC melonjak 412,87 persen menjadi US$25,51 juta. Open interest juga naik 73,02 persen ke level US$9,87 juta.
Struktur Harga LUNC Tetap Kokoh di Atas Support Kunci
Pergerakan harga kripto LUNC dinilai sejalan dengan sinyal teknikal yang menguat dalam time frame 5 menit. Analis pasar Trader Rai menyebut pergerakan terbaru sebagai impuls kuat dengan breakout yang jelas dan didukung volume besar.
Ia menilai pembeli terlihat dominan pada time frame kecil, sementara harga mampu bertahan di atas area US$0,000044 tanpa koreksi dalam yang berarti. Struktur harga yang tetap terjaga membuka peluang kelanjutan tren naik apabila tidak terjadi pelemahan mendadak.
Secara teknikal, kemampuan harga bertahan di atas level tersebut dianggap mencerminkan kekuatan pasar. Tidak adanya pullback dalam yang tajam menunjukkan tekanan jual belum mendominasi kembali.
Kondisi ini mendorong spekulasi bahwa reli kripto LUNC masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek, terutama jika sentimen pasar tetap positif.
Gugatan Terraform Labs Picu Sorotan Baru ke LUNC
Momentum kripto LUNC bertepatan dengan mencuatnya gugatan hukum yang diajukan administrator Terraform Labs terhadap Jane Street.
Gugatan tersebut menuduh Jane Street melakukan praktik perdagangan menggunakan informasi non-publik sebelum kejatuhan stablecoin TerraUSD (UST) dan token LUNA (sekarang disebut LUNC) pada Mei 2022. Pihak Jane Street membantah tuduhan tersebut dan menyatakan akan mempertahankan diri.
Meskipun gugatan ini merujuk pada peristiwa lama, pemberitaan tersebut kembali mengangkat nama Terra yang sempat terlupakan ke ruang publik global. Efeknya terlihat pada meningkatnya pencarian dan diskusi terkait kripto LUNC, di berbagai platform media sosial dan forum kripto dalam beberapa hari terakhir.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



