Kripto Mandi Darah, Harga Bitcoin Berpotensi Sentuh 74-70 Ribu Dolar

Pasar kripto kembali mengalami tekanan besar setelah harga Bitcoin dan mayoritas altcoin terkoreksi tajam usai gagal menembus area resistance penting.

Analis pasar menilai kondisi ini membuka peluang penurunan lanjutan hingga ke area US$74 ribu bahkan US$70 ribu apabila support utama gagal dipertahankan dalam beberapa hari ke depan.

Harga Bitcoin Kehilangan Momentum

Analis kripto Ash Crypto menilai pelemahan terbaru terjadi setelah harga Bitcoin dan keseluruhan pasar kripto ditolak dari pola rising wedge yang sebelumnya menjadi area resistance utama.

Menurutnya, seluruh penguatan pasar yang sempat muncul pasca perkembangan positif terkait Clarity Act kini telah terhapus akibat tekanan jual yang kembali mendominasi pasar.

Dalam analisis harga Bitcoin terbaru, Ash Crypto menyebut support utama BTC saat ini berada di area US$78 ribu. Jika level tersebut ditembus, maka tekanan bearish berpotensi membawa harga Bitcoin turun lebih dalam menuju US$74 ribu hingga US$70 ribu.

Ia juga menyoroti kondisi total kapitalisasi pasar altcoin yang gagal mempertahankan area resistance dan kini kembali menguji support di sekitar US$190 miliar. Menurut Ash Crypto, penguatan pasar kripto selama dua bulan terakhir lebih banyak dipengaruhi reli tajam indeks Nasdaq dibanding kekuatan internal Bitcoin itu sendiri.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 13 Mei 2026: SHIB dan BONK Mulai Kasih Tanda Ledakan Besar

BTC analisis 16 mei

Ash Crypto menilai rasio Bitcoin terhadap Nasdaq masih perlu menembus level 3,0 agar pasar kripto mendapatkan momentum kenaikan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Tanpa breakout tersebut, pasar dinilai masih rentan mengalami tekanan lanjutan di tengah kondisi likuiditas global yang belum stabil.

Tekanan terhadap harga Bitcoin juga muncul dari sisi aktivitas miner. Analis Ali Martinez mengungkapkan bahwa para penambang Bitcoin terus melakukan aksi ambil untung dalam beberapa hari terakhir. Ia mencatat sekitar 800 BTC senilai kurang lebih US$64 juta telah dijual dalam 96 jam terakhir.

BTC miner 16 mei

Peningkatan tekanan jual dari kelompok miner tersebut dinilai dapat memberikan dampak tambahan terhadap pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek, terutama ketika sentimen pasar sedang melemah.

Gejolak Obligasi Jepang Mulai Membebani Pasar Kripto

Di tengah tekanan teknikal tersebut, analis on-chain di CryptoQuant, XWIN Japan, juga memperingatkan munculnya risiko makro baru dari pasar obligasi Jepang yang dinilai mulai memengaruhi pergerakan Bitcoin dan aset berisiko global.

XWIN Japan menjelaskan bahwa yield obligasi pemerintah Jepang tenor 30 tahun kini telah menembus 4 persen untuk pertama kalinya dalam sejarah pada Mei 2026. Sementara itu, yield tenor 10 tahun juga melonjak mendekati 2,7 persen.

BACA JUGA:  Harga XRP Masih Tertahan, Indikator Penting Ini Beri Sinyal Positif

BTC jepang bond

Menurutnya, kenaikan yield tersebut mencerminkan mulai melemahnya kepercayaan pasar terhadap kemampuan Bank of Japan dalam mempertahankan kebijakan suku bunga ultra-rendah dan kontrol kurva imbal hasil atau Yield Curve Control (YCC).

“Dalam jangka pendek, kenaikan yield tetap menjadi tekanan bagi Bitcoin. Namun dalam jangka panjang, jika investor mulai meragukan kemampuan bank sentral mengendalikan inflasi dan utang, maka Bitcoin bisa semakin dipandang sebagai penyimpan nilai digital di luar sistem sovereign debt tradisional,” ujar XWIN Japan.

Ia juga menyoroti potensi perpindahan modal investor Jepang dari obligasi AS kembali ke pasar domestik Jepang akibat kenaikan yield lokal dan mahalnya biaya lindung nilai mata uang. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperketat likuiditas global dan meningkatkan tekanan terhadap aset berisiko termasuk pasar kripto.

Area US$78.700 Jadi Penentu Arah Selanjutnya

Sementara itu, analis Mikybull melihat harga Bitcoin mulai menunjukkan respons buyer di area support penting sekitar US$78.700 hingga US$79 ribu setelah mengalami tekanan jual tajam pada time frame 4 jam.

BTC analisis terbaru 16 mei

Dalam struktur teknikal terbaru, BTC sempat breakdown dari support di sekitar US$79.900 sebelum turun cepat menuju area bawah di kisaran US$78.700. Namun setelah menyentuh area tersebut, muncul reaksi beli yang cukup agresif sehingga memunculkan indikasi buyer mulai kembali masuk ke pasar.

BACA JUGA:  Pasar Kripto Merah Membara, BTC Sasar Koreksi Hingga 77.755

Mikybull bahkan terlihat menutup posisi short miliknya karena menilai momentum bearish mulai melemah. Ia melihat seller mulai kehilangan kontrol sementara buyer berpotensi mengambil alih arah pergerakan jangka pendek.

Dalam analisis harga Bitcoin itu, resistance terdekat kini berada di area US$79.900 hingga US$81.100. Sementara resistance utama berikutnya berada di zona supply sekitar US$81.600 hingga US$82.200.

Adapun support kuat masih berada di area US$78.700. Jika level tersebut gagal dipertahankan, maka potensi penurunan lanjutan diperkirakan dapat membawa harga Bitcoin menuju area US$76.500 sebagai support berikutnya.

Meski mulai muncul indikasi reversal jangka pendek setelah terbentuk candle bearish panjang sebelumnya, Mikybull menegaskan validasi bullish tetap membutuhkan reclaim area US$79.900 hingga US$81.100. Jika harga Bitcoin mampu kembali bertahan di atas zona tersebut, peluang rebound menuju area supply atas dinilai akan semakin terbuka.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait