Di tengah persaingan proyek kripto yang berlomba menarik perhatian investor, Orderly Network (ORDER) menawarkan sesuatu yang berbeda. Proyek ini telah memproses perdagangan derivatif bernilai miliaran dolar AS, tetapi kapitalisasi pasar tokennya masih berada di kisaran US$15 juta.
Berdasarkan data DeFiLlama per 30 Oktober 2026, Orderly mencatat volume perdagangan perpetual futures sekitar US$1,61 miliar dalam 30 hari. Sementara itu, kapitalisasi pasar kripto ORDER hanya sekitar US$15,51 juta, dengan fully diluted valuation (FDV) sebesar US$36,19 juta.
Perbedaan skala aktivitas dan valuasi tersebut membuat ORDER menarik untuk ditelusuri sebagai kandidat hidden gem kripto. Terlebih lagi, proyek ini memiliki produk yang telah digunakan, pendapatan protokol, serta mekanisme pembelian kembali token yang terhubung dengan aktivitas bisnisnya.
Namun, apakah semua itu cukup untuk menyebut ORDER sebagai aset kripto yang masih underrated?
Infrastruktur Trading yang Sudah Menangani Miliaran Dolar
Orderly Network merupakan penyedia infrastruktur perdagangan terdesentralisasi yang memungkinkan pengembang membangun bursa terdesentralisasi (DEX) tanpa harus menciptakan sistem likuiditas sendiri.
Melalui infrastruktur resminya, Orderly menyediakan shared orderbook, sistem pencocokan pesanan, serta akses likuiditas lintas blockchain. Pengembang dapat menggunakan fasilitas tersebut untuk menjalankan platform perdagangan perpetual futures dengan identitas merek masing-masing.
Model ini membuat Orderly berbeda dari banyak DEX yang harus membangun basis pengguna dan likuiditas secara terpisah. Semakin banyak platform menggunakan infrastrukturnya, semakin luas pula potensi aktivitas perdagangan dalam ekosistem Orderly.
Proyek ini juga telah digunakan oleh sejumlah platform, termasuk WOOFi Pro, Raydium, dan BTSE DEX.
Berdasarkan dashboard resmi Orderly, nilai perdagangan kumulatif jaringan telah mendekati US$200 miliar, sementara jumlah akun tercatat mencapai sekitar 1,37 juta. Meski demikian, jumlah akun tersebut tidak otomatis mencerminkan jumlah pengguna unik.
Lebih lanjut lagi, Orderly memperluas kemampuan produknya melalui permissionless listings yang diperkenalkan pada April 2026.
Fitur ini memungkinkan pengembang meluncurkan pasar perpetual futures baru tanpa harus melalui proses persetujuan listing tradisional, selama aset memenuhi persyaratan sumber harga yang didukung.
Perkembangan tersebut membuka peluang bagi Orderly untuk memperoleh aktivitas perdagangan dari semakin banyak pasar dan aplikasi. Kendati demikian, pertumbuhan volume tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan.
Pendapatan Nyata dan Buyback Jadi Daya Tarik Kripto ORDER
Salah satu faktor yang membuat kripto ORDER layak masuk radar hidden gem adalah hubungan antara aktivitas perdagangan dan ekonomi tokennya.
Pada Agustus 2026, tim Orderly menjelaskan mekanisme token ORDER, termasuk kebijakan penggunaan 30 persen biaya bersih protokol untuk membeli ORDER di pasar terbuka.
Token yang dibeli tersebut kemudian dialokasikan melalui sistem staking dan VALOR. Dengan demikian, sebagian pendapatan yang dihasilkan aktivitas perdagangan dapat menciptakan permintaan terhadap ORDER.
Mekanisme ini berbeda dari program insentif yang sepenuhnya bergantung pada penerbitan token baru.
Data dashboard Orderly menunjukkan biaya bersih protokol selama 30 hari berada di kisaran US$158 ribu. Jika seluruhnya memenuhi ketentuan alokasi buyback sebesar 30 persen, nilai pembelian token secara indikatif mencapai sekitar US$47.400 untuk periode tersebut.
Jika tingkat pendapatan yang sama bertahan selama 12 bulan, dana buyback secara sederhana dapat mencapai sekitar US$569 ribu per tahun. Angka ini merupakan simulasi berdasarkan kondisi saat ini, bukan proyeksi pendapatan yang dijamin.
Menariknya, dengan biaya bersih 30 hari sekitar US$158 ribu, tingkat pendapatan tahunan yang disetahunkan secara sederhana mencapai US$1,9 juta.
Dibandingkan kapitalisasi pasar kripto ORDER sebesar US$15,51 juta, rasio valuasi terhadap pendapatan tahunan indikatif berada di sekitar 8,2 kali. Jika menggunakan FDV, rasionya meningkat menjadi sekitar 19 kali.
Perhitungan ini memperlihatkan bahwa Orderly telah memiliki aktivitas ekonomi yang bisa diukur relatif terhadap valuasi tokennya. Namun, rasio tersebut bukan price-to-earnings seperti pada saham, dan tidak seluruh pendapatan protokol menjadi hak langsung pemegang token.
Selain itu, staking ORDER juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi pengembang DEX melalui pengaturan tingkat biaya perdagangan. Artinya, token tersebut memiliki kegunaan yang berkaitan langsung dengan operasional jaringan, bukan hanya spekulasi harga.
Masih Underrated, tetapi Ada Risiko yang Perlu Diperhatikan
Meski fundamental operasional Orderly terlihat menarik, terdapat beberapa persoalan yang membuat status underrated belum bisa dianggap sebagai kesimpulan mutlak.
Pertama, volume perdagangan yang besar belum menghasilkan pendapatan bersih yang sebanding. Dari volume sekitar US$1,61 miliar selama 30 hari, biaya bersih protokol sekitar US$158 ribu berarti tingkat monetisasi hanya sekitar 0,01 persen dari volume tersebut.
Kedua, suplai token masih menjadi tantangan.
Berdasarkan jadwal vesting di Tokenomics, total suplai kripto ORDER mencapai 1 miliar token, sementara jumlah yang beredar di pasar pada akhir Oktober 2026 masih kurang dari separuh suplai maksimum.
Pelepasan berikutnya dijadwalkan pada 26 November 2026, dengan sekitar 16,1 juta ORDER yang akan memasuki jadwal unlock. Potensi penambahan suplai tersebut dapat menjadi sumber tekanan jual apabila permintaan pasar tidak mampu mengimbanginya.
Ketiga, pertumbuhan bisnis juga belum menunjukkan perkembangan yang sepenuhnya konsisten. TVL Orderly tercatat menurun sekitar 11 persen dalam 30 hari hingga 30 Oktober 2026, sementara persaingan infrastruktur perdagangan derivatif terdesentralisasi tetap ketat.
Faktor-faktor tersebut penting karena peningkatan adopsi tidak otomatis menghasilkan kenaikan harga token.
Meski demikian, kripto ORDER tetap memiliki sejumlah karakteristik yang layak dipantau, yakni produk yang telah beroperasi, volume perdagangan terukur, pendapatan nyata, perluasan layanan lintas blockchain, serta mekanisme buyback berbasis biaya protokol.
Potensi undervaluation akan menjadi lebih meyakinkan apabila Orderly mampu meningkatkan pendapatan bersih secara berkelanjutan, memperluas penggunaan infrastrukturnya dan mempertahankan permintaan token di tengah jadwal unlock.
Dengan kapitalisasi pasar yang masih relatif kecil dibandingkan skala aktivitas perdagangannya, ORDER merupakan salah satu kandidat hidden gem kripto yang menarik untuk diperhatikan. Namun, pembuktian sesungguhnya bukan terletak pada besarnya volume perdagangan semata, melainkan pada kemampuan proyek mengubah aktivitas tersebut menjadi nilai ekonomi yang bertahan bagi tokennya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


