Pocket Network (POKT) menjadi salah satu kripto yang menarik untuk dicermati sebagai kandidat hidden gem crypto, setelah aktivitas jaringannya menunjukkan penggunaan yang besar dibandingkan kapitalisasi pasar token tersebut.
Berdasarkan data Pocket Network Explorer yang diakses pada Minggu (18/10/2026), jaringan ini memproses sekitar 1,42 miliar permintaan data atau relays dalam 24 jam, dengan total beban komputasi mencapai 4,67 triliun compute units (CU).
Sementara itu, CoinGecko mencatat kapitalisasi pasar POKT sekitar US$17,75 juta, menempatkannya di kisaran peringkat ke-900 berdasarkan valuasi pasar kripto.
Perbedaan antara skala penggunaan jaringan dan valuasi tersebut menjadi alasan POKT layak diteliti lebih jauh. Namun, aktivitas yang tinggi belum secara otomatis membuktikan bahwa token ini diperdagangkan di bawah nilai wajarnya.
Potensi POKT sebagai kripto underrated perlu dinilai melalui kegunaan jaringan, perkembangan layanan, mekanisme ekonomi token, dan kemampuan proyek mengubah permintaan data menjadi nilai ekonomi berkelanjutan.
Miliaran Permintaan Data Jadi Kekuatan Fundamental Pocket Network
Pocket Network merupakan jaringan infrastruktur data terdesentralisasi yang memungkinkan aplikasi mengakses informasi dari berbagai blockchain melalui layanan Remote Procedure Call (RPC).
Infrastruktur tersebut dibutuhkan oleh aplikasi Web3 untuk menjalankan berbagai fungsi, mulai dari membaca saldo dompet, memeriksa transaksi, hingga mengambil informasi kontrak pintar.
Alih-alih mengoperasikan seluruh infrastrukturnya sendiri, pengembang dapat menggunakan jaringan Pocket yang didukung operator penyedia layanan atau suppliers. Operator tersebut menyediakan sumber daya komputasi dan menerima imbalan POKT ketika berhasil melayani permintaan data.
Skala operasionalnya terlihat melalui Pocket Analytics, yang mencatat 158 layanan aktif dari total 265 layanan terdaftar dalam periode 30 hari.
Layanan yang tercatat mencakup jaringan seperti BNB Smart Chain, Polygon, Solana, Base, Ethereum dan Arbitrum.
Keberadaan layanan tersebut menunjukkan bahwa Pocket Network tidak semata bergantung pada satu ekosistem blockchain, meskipun distribusi penggunaan antarlayanan masih belum merata.
Dari sisi fundamental, aktivitas ini menjadi faktor pendukung karena produk utamanya telah digunakan untuk menyediakan data yang dibutuhkan aplikasi blockchain.
Potensi lainnya berasal dari ekspansi layanan di luar RPC blockchain, khususnya untuk kebutuhan kecerdasan buatan atau AI.
Melalui Agentic Portal, Pocket Network menyediakan akses API dengan sistem pembayaran per permintaan. Model ini memungkinkan AI agent memperoleh data atau menjalankan layanan tertentu tanpa harus menggunakan sistem langganan konvensional.
Portal tersebut menampilkan 117 layanan, dengan sekitar 34.442 permintaan tercatat selama 30 hari dan 91 agen aktif dalam periode yang sama.
Meski skalanya masih jauh lebih kecil dibandingkan aktivitas RPC blockchain, keberadaan layanan AI memberikan peluang diversifikasi bagi Pocket Network.
Jika penggunaan AI agent dan layanan API berbayar berkembang, kebutuhan infrastruktur seperti yang disediakan Pocket berpotensi meningkat. Namun, pertumbuhan tersebut masih harus dibuktikan melalui data penggunaan dan pendapatan yang berkelanjutan.
Tokenomik Deflasi dan Valuasi POKT yang Masih Kecil
Selain aktivitas jaringan, faktor lain yang mendukung potensi POKT adalah perubahan mekanisme ekonomi token setelah penerapan protokol Shannon.
Pembaruan ini menghubungkan penggunaan jaringan dengan burn token, menggantikan pendekatan lama yang lebih bergantung pada penerbitan token sebagai imbalan jaringan.
Perubahan tersebut diperkuat melalui Pocket Improvement Proposal 41 (PIP-41), yang disetujui pada Januari 2026 dan kemudian diterapkan pada Februari.
Dalam mekanisme tersebut, setiap 100 POKT yang dibakar untuk membayar layanan hanya diimbangi pencetakan kembali 97,5 POKT untuk peserta jaringan.
Dengan demikian, terdapat selisih 2,5 POKT yang tidak diterbitkan kembali pada setiap penyelesaian transaksi layanan.
Mekanisme ini menciptakan tekanan deflasi yang mengikuti penggunaan jaringan. Semakin besar volume layanan yang diselesaikan, semakin besar pula nilai pembakaran token dalam sistem tersebut.
Meski begitu, angka 2,5 persen bukan berarti seluruh pasokan POKT akan berkurang sebesar persentase yang sama setiap hari. Perubahan pasokan bersih juga dipengaruhi mekanisme penerbitan token lain di dalam protokol.
Di sisi lain, kapitalisasi pasar POKT yang masih berada di bawah US$18 juta memberikan sudut pandang menarik terhadap valuasinya.
Dengan skala permintaan data mencapai miliaran setiap hari, muncul pertanyaan apakah pasar telah memperhitungkan seluruh potensi penggunaan jaringan tersebut.
Namun, terdapat sejumlah risiko penting yang perlu dipertimbangkan.
Pertama, jumlah relays tidak sama dengan jumlah pelanggan berbayar ataupun pendapatan yang diperoleh protokol. Pocket Network juga menyediakan akses RPC publik secara gratis melalui layanan yang didukung yayasannya.
Kedua, sebagian aktivitas terkonsentrasi pada beberapa jaringan blockchain. Perubahan permintaan dari layanan-layanan besar dapat memengaruhi keseluruhan volume penggunaan.
Ketiga, likuiditas pasar POKT masih relatif terbatas. CoinGecko mencatat volume perdagangan hariannya sekitar US$377 ribu, sehingga perubahan permintaan atau tekanan jual dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap pergerakan harga.
Persaingan dengan penyedia infrastruktur data terpusat maupun terdesentralisasi juga menjadi tantangan bagi pertumbuhan proyek dalam jangka panjang.
Karena itu, prospek POKT tidak cukup dinilai hanya berdasarkan besarnya lalu lintas jaringan atau mekanisme pembakaran token.
Indikator yang perlu dipantau berikutnya meliputi pertumbuhan permintaan berbayar, jumlah layanan aktif, nilai pembakaran POKT, perkembangan pelanggan komersial, dan kontribusi layanan AI terhadap aktivitas ekonomi jaringan.
Dengan infrastruktur yang sudah beroperasi, aktivitas permintaan data yang besar, serta tokenomics yang semakin terkait dengan penggunaan, Pocket Network memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya layak masuk radar pencarian kripto underrated.
Meski demikian, statusnya sebagai hidden gem crypto masih berupa tesis fundamental yang membutuhkan pembuktian lebih lanjut, terutama mengenai monetisasi dan nilai ekonomi yang benar-benar tercermin pada token POKT.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


