Kripto OriginTrail (TRAC) menjadi salah satu kandidat hidden gem crypto yang menarik untuk diperhatikan setelah jaringan infrastruktur data terdesentralisasi tersebut mencatat pencapaian dua miliar Knowledge Assets dan menunjukkan penggunaan nyata di sektor industri.
Berdasarkan data historis CoinGecko, pada saat artikel ini disusun, kapitalisasi pasar TRAC berada di kisaran US$174,9 juta. Valuasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk mengamati potensi proyek, meskipun belum membuktikan bahwa tokennya diperdagangkan di bawah nilai wajar.
OriginTrail mengembangkan Decentralized Knowledge Graph (DKG), infrastruktur yang memungkinkan informasi dari berbagai sumber dihubungkan, ditelusuri asal-usulnya dan digunakan kembali oleh aplikasi maupun sistem kecerdasan buatan (AI).
Dalam publikasi resminya pada 5 Maret 2026, OriginTrail mengungkapkan bahwa jaringan DKG telah mencapai dua miliar Knowledge Assets pada Februari 2026.
Knowledge Assets merupakan unit informasi terstruktur yang dapat memuat catatan produk, sertifikasi, hubungan antar data, hasil penelitian, maupun rekam jejak keputusan. Infrastruktur ini memungkinkan informasi tersebut ditelusuri dan diverifikasi asal-usulnya.
Pencapaian tersebut menunjukkan besarnya volume informasi yang telah dipublikasikan melalui jaringan OriginTrail. Namun, jumlah aset yang tercatat tidak secara langsung menggambarkan jumlah pelanggan berbayar ataupun pendapatan yang dihasilkan.
Teknologi OriginTrail Sudah Digunakan Industri
Salah satu faktor yang mendukung prospek TRAC adalah penggunaan teknologi OriginTrail di luar ekosistem perdagangan kripto.
Bukti penerapannya tercantum dalam studi kasus resmi GS1, organisasi internasional yang mengembangkan standar identifikasi dan pertukaran data.
Dokumen tersebut menjelaskan penggunaan teknologi OriginTrail oleh Swiss Federal Railways (SBB), perusahaan perkeretaapian nasional Swiss, untuk mendukung pengelolaan dan pemeliharaan aset transportasi.
Sistem berbasis OriginTrail DKG yang digunakan SBB telah beroperasi sejak 2021. Penerapannya mencakup pelacakan kereta lintas jaringan Eropa, pengelolaan informasi pemeliharaan roda kereta, serta pencatatan aktivitas pengelasan.
Menurut GS1, sistem tersebut memungkinkan data dari berbagai operator dan mitra industri dihubungkan melalui standar yang sama. Lebih dari sepuluh mitra pengelasan turut berkontribusi dalam proses pencatatan kegiatan pemeliharaan.
Keberadaan implementasi tersebut menjadi bukti bahwa teknologi OriginTrail memiliki kegunaan praktis dalam kegiatan industri yang membutuhkan akurasi dan keterlacakan informasi.
Meski demikian, studi kasus GS1 tidak mengungkapkan nilai kontrak komersial SBB maupun jumlah TRAC yang digunakan untuk mendukung implementasi tersebut.
Selain penggunaan industri, OriginTrail terus mengembangkan infrastrukturnya untuk kebutuhan AI.
Melalui rilis perangkat lunak di GitHub, pengembang merilis DKG v10.0.25 pada 20 Oktober 2026. Pembaruan ini berfokus pada peningkatan kecepatan dan keandalan pertukaran memori bersama antarsistem AI.
Pengembang menyatakan bahwa agen AI yang terhubung dalam Context Graph yang sama dapat menerima pembaruan informasi dalam hitungan detik. Pengujian pada jaringan publik testnet juga menunjukkan peningkatan kecepatan akses terhadap informasi yang telah dikonfirmasi secara on-chain.
Perkembangan tersebut memperlihatkan arah pengembangan OriginTrail dari infrastruktur pelacakan data menuju penyedia memori bersama yang dapat diverifikasi oleh sistem AI.
Namun, hasil pengujian teknis belum dapat disamakan dengan peningkatan pendapatan atau adopsi komersial.
Mengapa TRAC Berpotensi Underrated?
Selain perkembangan teknologi, mekanisme ekonomi token menjadi faktor penting dalam menilai apakah TRAC mempunyai potensi yang belum sepenuhnya tercermin dalam valuasinya.
Menurut dokumentasi resmi OriginTrail, TRAC merupakan token utilitas yang digunakan untuk mendukung operasional DKG, termasuk pembayaran kepada operator node yang menyimpan data dan menyediakan layanan jaringan.
Token tersebut juga digunakan sebagai jaminan oleh operator node serta dapat didelegasikan oleh pemegangnya untuk berpartisipasi dalam mekanisme staking.
Aktivitas staking menunjukkan adanya partisipasi ekonomi dalam jaringan. Dasbor staking OriginTrail menampilkan sekitar 73,87 juta TRAC yang ditempatkan dalam staking, dengan 17 node aktif di jaringan Base dan Gnosis pada data yang tersedia saat penelusuran.
Selain itu, OriginTrail menerapkan suplai tetap sebanyak 500 juta TRAC. Struktur tersebut membatasi jumlah token maksimum, sehingga pertumbuhan penggunaan jaringan tidak diikuti penerbitan pasokan tanpa batas.
Meski demikian, keterkaitan antara penggunaan teknologi dan permintaan token membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Dalam mekanisme DKG V10, tidak semua aktivitas penggunaan memori memerlukan pembayaran TRAC. Layanan Working Memory dan Shared Working Memory dapat digunakan tanpa biaya token, sedangkan pembayaran TRAC berlaku ketika informasi dipublikasikan sebagai Verifiable Memory.
Dengan demikian, pertumbuhan jumlah pengguna atau interaksi AI belum tentu menghasilkan pertumbuhan permintaan token dalam proporsi yang sama.
OriginTrail juga sedang mengembangkan NeuroSymbolic Marketplace, yang dirancang untuk memungkinkan pertukaran layanan inferensi AI dan kueri antar-node dengan pembayaran menggunakan TRAC.
Pengembangan tersebut berpotensi membuka sumber penggunaan token tambahan apabila layanan benar-benar digunakan secara komersial. Namun, tingkat adopsi dan volume pembayaran setelah peluncuran mainnet masih perlu dibuktikan.
Di sisi lain, valuasi pasar TRAC yang berada di bawah US$200 juta dapat menjadi alasan untuk menempatkannya dalam pemantauan hidden gem crypto, terutama dengan mempertimbangkan keberadaan penggunaan industri, perkembangan perangkat lunak, serta mekanisme token yang terhubung dengan operasional jaringan.
Kendati demikian, kapitalisasi pasar relatif kecil tidak otomatis berarti sebuah aset murah. Tanpa data pendapatan jaringan yang konsisten, jumlah pelanggan berbayar, dan pembanding valuasi proyek sejenis, status undervalued belum dapat dipastikan.
Risiko lainnya mencakup persaingan penyedia infrastruktur data dan AI, ketidakpastian adopsi fitur baru, serta kemungkinan aktivitas jaringan tidak menghasilkan permintaan TRAC yang cukup besar.
Dengan mempertimbangkan faktor tersebut, OriginTrail memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya layak diperhatikan sebagai kandidat hidden gem crypto.
Namun, potensi jangka panjang TRAC tetap bergantung pada kemampuan proyek mengubah penggunaan teknologi, aktivitas penerbitan data dan layanan AI menjadi permintaan token yang berkelanjutan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


