Krisis Perusahaan Kripto Celsius Akankah Berdampak Sistemik?

Celsius Network, perusahaan kripto di bidang peminjaman, keliru mengelola investasi rumit di pasar aset digital sehingga mengakibatkan krisis likuiditas yang berpotensi memiliki dampak sistemik.

Dengan dalih kondisi pasar ekstrim, perusahaan asal New Jersey, AS, tersebut menangguhkan penarikan dan transfer antar akun demi menstabilkan likuiditas.

CFO Celsius berkata penarikan aset meningkat sejak peristiwa kegagalan Terra USD (UST) dan Terra (LUNA) pada bulan Mei lalu yang mengakibatkan nilai aset kripto merosot tajam.

Mirip bank tradisional, Celsius mengumpulkan dana nasabah dan menginvestasikannya di pasar kripto secara grosir. Berbeda dengan bank, Celsius menjanjikan nasabah imbal hasil besar hingga mencapai 18,6 persen per tahun.

Iming iming cuan besar membuat investor ritel berbondong-bondong mendepositkan aset ke Celsius dan platform serupa. CEO Celsius, Alex Mashinsky, berkata Celsius mengelola aset sebesar US$25 milyar pada Oktober lalu tetapi nilai aset tersebut kini anjlok menjadi US$11,8 milyar.

Seiring harga aset kripto menciut, Celsius tidak sanggup memenuhi permintaan penarikan dari nasabah yang ingin mengamankan dana di tengah pasar kripto yang terus melesu.

Reuters melaporkan, kekeliruan terbesar Celsius adalah menanamkan dana nasabah di token staked Ether (stETH) pada platform Lido Finance. Lido menawarkan pengguna keuntungan dari staking ETH untuk mendukung Ethereum 2.0 yang diperkirakan segera meluncur.

Celsius menjanjikan imbal hasil antara 6 hingga 8 persen bagi deposit ETH.

Andrew Thurman, analis perusahaan analisa kripto Nansen, berkata Celsius menyimpan stETH sebesar setidaknya US$450 juta dan selebihnya di dompet yang tidak diketahui.

Satu stETH dirancang memiliki pasak setara satu ETH. Tetapi, harga stETH mulai menurun dibanding ETH selama beberapa pekan terakhir dikarenakan investor yang menjual stETH.

Perbedaan pasak tersebut membuat Celsius kesulitan menukar stETH menjadi ETH demi memenuhi permintaan penarikan nasabah.

“Semua pihak dapat melihat mereka memiliki investasi yang sangat beresiko,” jelas Thurman.

Celsius merekrut pengacara untuk restrukturisasi hutang. Krisis likuiditas Celsius memicu pendapat bahwa platform kripto serupa turut terancam krisis yang sama.

Menurut Thurman, platform peminjaman kripto lain, seperti Aave, membeli stETH dan menjadikan aset tersebut sebagai agunan. Bila harga stETH terus rontok, maka ada resiko tinggi akan terjadi likuidasi besar-besaran. [ed]

Terkini

Warta Korporat

Terkait