Galaxy Digital mencatat lonjakan laba signifikan pada Q3 2025, menandai momentum kuat bagi industri kripto. Peningkatan aktivitas institusional dan juga volume perdagangan crypto yang melonjak hingga 140 persen menjadi pendorong utama kinerja perusahaan.
Galaxy Digital Cetak Kinerja Gemilang di Kuartal Ketiga
Berdasarkan pengumuman resmi pada Senin (21/10/2025), Galaxy Digital, perusahaan yang dipimpin oleh Mike Novogratz, mencatatkan kinerja keuangan gemilang pada Q3 2025 dengan laba bersih mencapai US$505 juta dengan laba disesuaikan mencapai US$629 juta.
Tidak hanya itu saja volume perdagangan Galaxy juga tercatat melonjak lebih dari 100 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, mencerminkan meningkatnya kehadiran investor besar di pasar kripto, baik di spot maupun derivatif.
“Volume perdagangan aset digital Galaxy meningkat 140 persen, mencapai rekor tertinggi dan melampaui pertumbuhan pasar secara keseluruhan di tengah sentimen yang lebih positif dan aktivitas klien yang meningkat,” jelasnya.

Salah satu sorotan utama adalah transaksi besar yang melibatkan penjualan lebih dari 80.000 Bitcoin (BTC) — salah satu perdagangan kripto terbesar yang pernah tercatat hingga saat ini.
Galaxy menutup kuartal dengan ekuitas senilai US$3,2 miliar, termasuk US$1,9 miliar dalam bentuk kas dan stablecoin. Angka tersebut menegaskan posisi keuangan perusahaan yang kuat di tengah fluktuasi pasar kripto yang dinamis.
Kinerja impresif ini tampaknya didorong oleh rally Bitcoin yang terjadi sejak awal 2025, di mana banyak institusi mulai mengikuti strategi Michael Saylor dengan mengadopsi aset kripto sebagai bagian dari portofolio mereka.
Langkah ini menegaskan tren pertumbuhan minat institusional yang semakin signifikan dalam industri aset digital, sekaligus membuka peluang baru bagi Galaxy untuk memperluas layanan keuangan kripto dan infrastruktur terkait.
Ekspansi Strategis ke Infrastruktur Komputasi dan AI
Galaxy Digital kini tak hanya fokus pada perdagangan aset digital, tetapi juga memperluas sayapnya ke data center dan komputasi berkinerja tinggi (HPC). Langkah ini menandai transformasi perusahaan dalam membangun fondasi jangka panjang di luar bisnis kripto.
Proyek unggulan mereka, Helios Campus di Texas, menjadi pusat strategi tersebut. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung operasi komputasi skala besar sekaligus membuka peluang baru di sektor kecerdasan buatan (AI), dengan target penyelesaian pada pertengahan 2026.
Sebagai bagian dari ekspansi, Galaxy berhasil mengamankan pinjaman senilai US$1,4 miliar pada Agustus lalu untuk memperluas kapasitas Helios. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur dan meningkatkan efisiensi operasional fasilitas tersebut.

Selain itu, Galaxy menjalin kemitraan strategis dengan CoreWeave, perusahaan asal AS yang bergerak di bidang infrastruktur cloud untuk AI. Kolaborasi ini mampu menghasilkan pendapatan fantastis dan memperkuat perusahaan tersebut dalam ekosistem komputasi.
“Galaxy memperkirakan akan menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari US$1 miliar selama jangka waktu 15 tahun dari perjanjian dengan CoreWeave, berdasarkan ketentuan kontraktual yang telah disepakati,” sebagaimana tercantum dalam pengumuman resminya, Jumat (15/08/2025).
Dengan kombinasi kinerja keuangan yang solid dan strategi ekspansi yang matang, perusahaan yang dipimpin Mike Novogratz itu tampak siap memanfaatkan momentum pertumbuhan institusional dan teknologi untuk memperkuat posisinya di berbagai lini. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



