Bank of America (BofA) mulai membuka akses investasi aset digital untuk sebagian klien terpilih di divisi wealth management, sebuah langkah yang menandai perubahan kebijakan signifikan di salah satu bank terbesar di AS.
Keputusan tersebut mulai berlaku menjelang peluncuran cakupan resmi terhadap sejumlah Bitcoin ETF pada Januari 2026. Langkah ini membuka peluang bagi investor berprofil risiko tinggi untuk memperoleh eksposur kripto melalui instrumen terstruktur, terkurasi dan berada dalam jalur investasi yang sudah dikenal oleh klien perbankan tradisional.
Berdasarkan laporan Futunn, BofA merekomendasikan alokasi aset digital sebesar 1 persen sampai 4 persen dari portofolio bagi nasabah tertentu. Rekomendasi ini diberikan kepada klien yang dinilai memahami volatilitas serta dinamika pasar aset digital yang sangat cepat berubah.
“Inti dari rekomendasi kami terletak pada pemilihan instrumen yang diregulasi, alokasi yang bijaksana, dan pemahaman yang jelas tentang peluang dan risiko terkait,” ujar Chief Investment Officer Bank of America, Chris Hyzy.
Bitcoin ETF Masuk Daftar Investasi Resmi pada Januari 2026
Kebijakan baru ini juga mencakup penambahan cakupan investasi terhadap empat Bitcoin ETF yang mulai efektif pada 5 Januari 2026. Produk yang dimasukkan dalam daftar analisis dan rekomendasi resmi tim CIO mencakup Bitwise Bitcoin ETF (BITB), Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC), Grayscale Bitcoin Mini Trust, serta iShares Bitcoin Trust (IBIT).
Dengan memasukkan ETF tersebut, BofA menyediakan jalur bagi klien untuk mendapatkan eksposur Bitcoin tanpa melalui proses pembelian langsung yang selama ini kerap dianggap rumit dan berisiko tinggi.
Implementasi kebijakan dilakukan setelah sejumlah manajer aset besar mendorong lembaga keuangan untuk merespons meningkatnya permintaan terhadap produk investasi berbasis kripto.
Dalam beberapa tahun terakhir, Bitcoin ETF spot berkembang menjadi instrumen yang popular berkat sifatnya yang lebih likuid dan mudah dikelola, terutama bagi investor institusional yang mencari alternatif baru dalam diversifikasi portofolio.
Akses Terbatas untuk Klien Berprofil Risiko Tertentu
BofA menegaskan bahwa akses terhadap rekomendasi aset digital tidak tersedia untuk seluruh nasabah. Hanya klien wealth management tertentu, umumnya mereka yang memiliki aset kelolaan besar serta toleransi risiko tinggi, yang akan ditawarkan eksposur kripto melalui kebijakan baru ini.
Pembatasan tersebut, menurut analis pasar, menunjukkan bahwa bank masih berhati-hati dalam memperluas penetrasi aset digital di kalangan nasabah arus utama.
Meski begitu, keputusan tersebut tetap dianggap sebagai langkah strategis yang dapat mendorong minat lebih besar terhadap aset digital di sektor keuangan tradisional.
Dengan membuka pintu bagi klien high-net-worth untuk membeli produk kripto melalui instrumen teregulasi, Bank of America memperluas peran aset digital dalam manajemen kekayaan.
Mekanisme ini memungkinkan investor mendapatkan manfaat dari pertumbuhan pasar kripto melalui instrumen yang sudah sesuai standar operasional lembaga keuangan besar.
Selain itu, langkah ini dipandang sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari manajer aset dan bank lain yang telah lebih dahulu mengadopsi produk Bitcoin ETF dalam strategi pelayanan klien.
Dengan menambah cakupan investasi ke empat ETF utama, BofA memastikan posisinya tetap relevan di tengah perubahan cepat dalam lanskap investasi global.
Sejumlah analis menilai kebijakan terbaru BofA dapat mendorong peningkatan arus modal baru ke pasar aset digital. Meskipun porsi rekomendasi alokasi masih konservatif, pengakuan institusi besar seperti BofA terhadap aset digital menambah legitimasi bagi investor yang selama ini ragu untuk masuk ke pasar kripto.
Bagi klien yang memenuhi syarat, keputusan ini membuka peluang diversifikasi portofolio melalui aset alternatif yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang, dengan tetap berada dalam kerangka pengawasan profesional dari lembaga keuangan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



