Interactive Brokers resmi membuka opsi pendanaan akun menggunakan stablecoin, menandai langkah baru broker global tersebut dalam memperluas jalur masuk dana bagi investor.
Berdasarkan laporam Bloomberg, kebijakan ini mulai diterapkan secara bertahap kepada klien ritel tertentu, dengan fokus awal pada pengguna yang memenuhi kriteria internal perusahaan. Melalui kebijakan ini, Interactive Brokers memungkinkan klien mentransfer dana langsung dari wallet kripto pribadi ke akun broker tanpa harus melalui proses perbankan tradisional.
Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya penggunaan stablecoin sebagai alat transfer nilai yang cepat dan efisien di pasar keuangan global.
Interactive Brokers menyatakan bahwa dana yang dikirim dalam bentuk stablecoin akan secara otomatis dikonversi ke mata uang dasar akun, seperti dolar AS, sehingga dapat langsung digunakan untuk aktivitas perdagangan.
Mekanisme ini dirancang agar klien tetap beroperasi dalam kerangka sistem perdagangan yang sudah ada, tanpa perubahan pada instrumen investasi yang tersedia di platform.
Menurut keterangan perusahaan, fitur pendanaan berbasis stablecoin ini ditujukan untuk mempersingkat waktu pemrosesan dana sekaligus memberikan alternatif tambahan bagi investor yang sudah aktif menggunakan aset digital.
Dalam pernyataan resminya, Interactive Brokers menilai bahwa kebutuhan akan jalur pendanaan yang lebih fleksibel semakin meningkat seiring berkembangnya profil investor global.
“Kami melihat stablecoin sebagai salah satu sarana pendanaan yang efisien dan relevan bagi sebagian klien kami yang telah terbiasa dengan aset digital,” ujar pihak Interactive Brokers.
Interactive Brokers Uji Jalur Pendanaan Baru Lewat Stablecoin
Dalam skema yang diterapkan, klien Interactive Brokers dapat mengirim stablecoin langsung dari wallet kripto pribadi ke alamat yang telah ditentukan oleh perusahaan.
Setelah transaksi terkonfirmasi, dana tersebut akan dikreditkan ke akun klien dalam bentuk mata uang fiat sesuai dengan basis akun masing-masing. Proses ini memungkinkan investor untuk menghindari jeda waktu yang umumnya terjadi pada transfer bank lintas negara.
Interactive Brokers menjelaskan bahwa peluncuran fitur ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan stabilitas sistem dan kelancaran operasional.
Pada tahap awal, layanan ini tersedia bagi segmen klien ritel tertentu sebelum diperluas ke basis pengguna yang lebih luas. Perusahaan juga menyebutkan bahwa evaluasi berkelanjutan akan dilakukan untuk menyesuaikan layanan dengan kebutuhan klien di berbagai wilayah operasionalnya.
Sebagai broker global yang melayani jutaan akun di berbagai negara, Interactive Brokers selama ini dikenal menyediakan akses ke beragam instrumen investasi, mulai dari saham, obligasi, hingga derivatif.
Dengan penambahan jalur pendanaan melalui stablecoin, perusahaan menambah satu lapisan fleksibilitas dalam proses masuk dana tanpa mengubah struktur perdagangan inti yang telah berjalan.
Dampak bagi Investor dan Arah Industri
Bagi investor, kebijakan Interactive Brokers ini membuka pilihan baru dalam mengelola arus dana ke akun investasi. Pendanaan berbasis stablecoin dinilai dapat memberikan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan metode konvensional, terutama bagi investor internasional yang sering menghadapi waktu pemrosesan transfer yang panjang.
Selain itu, opsi ini juga memungkinkan investor yang telah menyimpan likuiditas dalam bentuk aset digital untuk memanfaatkannya secara langsung di pasar keuangan tradisional.
Dari sisi industri, keputusan Interactive Brokers mencerminkan perubahan pendekatan institusi keuangan besar terhadap peran stablecoin. Aset digital yang dipatok pada nilai mata uang ini semakin dipandang sebagai sarana transfer dan settlement yang praktis, bukan semata sebagai bagian dari ekosistem kripto tertutup.
Dengan mengintegrasikan stablecoin ke proses pendanaan akun, Interactive Brokers ikut mendorong konvergensi antara infrastruktur blockchain dan sistem perdagangan konvensional.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



