Kupas Tuntas Layer 1 Aster: Ini Ulasan dan Jadwal Peluncurannya!

Layer 1 Aster adalah blockchain baru yang sedang dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman trading terpusat (CEX) ke dalam dunia on-chain, lengkap dengan opsi privasi dan performa tinggi. Jika kamu mengikuti perkembangan kripto, kamu pasti sadar bahwa banyak blockchain saat ini belum benar-benar optimal untuk kebutuhan trading yang cepat, fleksibel, dan aman dari pengintaian pihak lain.

Di sinilah Layer 1 Aster akan hadir sebagai sebuah blockchain baru dari Asterdex yang dibangun dari nol untuk menghadirkan pengalaman trading setingkat CEX tetapi tetap mempertahankan esensi DeFi dengan verifikasi, transparansi terkontrol, dan self-custody.

Secara praktis, hadirnya Layer 1 Aster di masa depan akan menambah use case dari token ASTER yang merupakan salah satu bagian dari ekosistem Binance, Changpeng Zhao, dan YFI Labs.

Di artikel ini, kamu akan mengenal apa itu layer 1 Aster, visi serta misinya, bagaimana arsitekturnya bekerja, performa yang ingin dicapai, ekonomi serta insentifnya, jadwal peluncurannya, dan tentu saja utilitas token $ASTER ke depannya.

IKLAN
Chat via WhatsApp

BACA JUGA: MegaETH: Proyek Blockchain Real-Time yang Didukung Pendiri Ethereum!

Apa Itu Layer 1 Aster?

Layer 1 Aster, atau yang juga disebut Aster chain, adalah blockchain independen yang sedang dikembangkan oleh Asterdex untuk mengintegrasikan logika orderbook langsung ke tingkat protokol. Rencana besar ini memang sudah ditetapkan di dalam roadmap mereka.

Tidak seperti blockchain umum yang digunakan hanya sebagai penyimpan data atau tempat eksekusi smart contract, Aster chain bertujuan menjadi rumah bagi pengalaman trading profesional yang lebih cepat, lebih efisien, dan memberikan opsi privasi bagi trader yang membutuhkannya.

Aster chain juga digadang-gadang sebagai blockchain yang privacy-focused, mengikuti filosofi desain mirip Zcash yang memiliki fitur transaksi terlindungi (shielded transactions). Artinya, trader akan memiliki kemampuan untuk menyembunyikan sinyal perdagangan mereka, sebuah fitur yang jarang ditemui di Perpetual DEX saat ini.

BACA JUGA:  5 Kesalahan Umum dalam Staking yang Sering Dilakukan Pemula dan Cara Menghindarinya!

Visi dan Tujuan Utama Pengembangan Layer 1 Aster

Roadmap Layer 1 Aster
Aster saat pertama kali mengungkapkan rencana pengembangan Layer 1 mereka. Foto: X/Aster_DEX

Asterdex memulai proyek ini dengan tujuan sederhana namun ambisius yaitu untuk membangun ulang pengalaman centralized trading secara on-chain.

Banyak blockchain yang ada saat ini tidak dirancang untuk mengoptimalkan orderbook. Proses seperti membuat pesanan, mencocokkan order, hingga membatalkan transaksi masih mengandalkan layer tambahan atau smart contract yang kurang efisien. Karena itu, Asterdex ingin memiliki blockchain yang memasukkan logika ini secara langsung.

Dari berbagai penjelasan tim Aster, ada dua fokus besar yang ingin mereka capai:

BACA JUGA: 10 Tempat Trading Crypto Tanpa KTP dan Modal Kecil Terbaru!

1. Performa Trading ala CEX

Jikalau rampung, Layer 1 Aster ingin menawarkan kecepatan dan efisiensi seperti exchange terpusat. Walau mungkin tidak bisa menyamai latency database CEX, Aster chain ingin mencapai titik temu antara performa tinggi dengan manfaat verifikasi on-chain.

2. Privasi sebagai Hak Fundamental

Aster chain akan memberikan opsi privasi yang selama ini jarang disentuh DEX. Di dunia trading, privasi sama pentingnya dengan strategi. Tanpa privasi, strategi besar mudah ditebak atau disalin, terutama oleh bot dan pihak institusional lain.

Dengan konsep privasi seperti Zcash, Asterdex ingin menciptakan ruang perdagangan yang aman, eksklusif, dan bebas dari kebocoran sinyal.

Arsitektur, Kinerja, dan Ekonomi Layer 1 Aster

Fondasi Teknis Aster Chain
Ilustrasi fondasi teknis Aster Chain.

Untuk mencapai visinya, layer 1 Aster sedang dibangun dengan beberapa fondasi teknis penting.

1. Blockchain CLOB Berperforma Tinggi

Aster chain akan mengintegrasikan Central Limit Order Book (CLOB) langsung di tingkat protokol. Ini membuat proses order, matching, hingga pembatalan dapat berjalan jauh lebih efisien dibanding menggunakan smart contract biasa.

2. TPS Kompetitif

Meskipun Aster tidak mengejar angka TPS yang “wow”, targetnya adalah memberikan performa yang sebanding dengan para pesaing utama. Asterdex ingin mencapai titik kinerja yang “cukup”. Cukup cepat untuk menangani permintaan trading dan cukup konsisten untuk menjaga pengalaman pengguna.

3. Biaya Gas ≈ Nol

Aster chain menargetkan biaya gas nyaris nol. Untuk trader aktif, biaya rendah adalah kunci kenyamanan, dan desain protokol ini memungkinkan frekuensi transaksi tinggi tanpa terbebani ongkos jaringan.

4. Mekanisme Insentif Validator

Agar jaringan tetap aman dan berjalan stabil, Asterdex menyiapkan skema insentif berikut:

  • Validator mendapat reward dari alokasi ekosistem dan pembagian biaya perdagangan.
  • Jaringan akan memanfaatkan mekanisme Buyback yang dilakukan langsung secara on-chain, terbukti, dan bebas front-running.

Ekonomi ini menciptakan sistem berkelanjutan yang tidak hanya menarik bagi trader, tetapi juga bagi validator dan staker.

BACA JUGA:  8 Pertanyaan Tentang Staking yang Paling Sering Ditanyakan (Lengkap dengan Jawabannya)

Jadwal Peluncuran Layer 1 Aster

Dilansir dari sejumlah sumber, jadwal Peluncuran Layer 1 Aster diperkirakan berlangsung pada Q1 2026, setelah tahap pengujian internal dan testnet selesai pada akhir 2025 atau awal 2026.

Asterdex menargetkan proses pengembangan yang cukup agresif, dimulai dari penyelesaian pengujian internal dan kesiapan teknis untuk testnet di penghujung 2025 atau awal 2026. Jika semua berjalan sesuai rencana, peluncuran mainnet Layer 1 Aster akan dilakukan pada Q1 2026, meskipun masih ada sedikit ruang fleksibilitas tergantung hasil pengujian dan stabilitas jaringan.

Utilitas Token $ASTER di Layer 1 Aster

Setelah L1 mereka rilis, token $ASTER akan memiliki banyak fungsi tambahan:

1. Staking dan Governance

Kamu akan bisa melakukan staking untuk membantu mengamankan jaringan sekaligus mendapatkan reward. Staker dan delegator juga mendapatkan hak governance untuk memberi suara pada keputusan penting ekosistem.

2. Reward Validator

Validator akan memvalidasi transaksi, mengamankan jaringan, dan mendapatkan reward dari alokasi ekosistem serta biaya perdagangan.

3. Mekanisme Buyback On-chain

Buyback akan dipindahkan ke Aster chain dan dilakukan secara transparan di blockchain. Dengan cara ini, setiap transaksi dan parameter Buyback bisa diverifikasi publik dan tidak mudah dimanipulasi.

Utilitas baru ini membuat $ASTER tidak hanya menjadi token utilitas biasa, tetapi juga bagian inti dari infrastruktur trading baru yang dibangun Asterdex.

BACA JUGA:  Memahami Standar Basel untuk Eksposur Aset Kripto dan Dampaknya!

Ke Mana Arah Perkembangan Layer 1 Aster Setelah Ini?

Layer 1 Aster adalah upaya besar Asterdex untuk membangun blockchain yang benar-benar memahami kebutuhan trader, cepat, efisien, punya privasi, dan tetap memberikan verifikasi on-chain. Dengan arsitektur CLOB, performa yang mendekati CEX, gas nyaris nol, serta fitur privasi bergaya Zcash, Aster chain berpotensi membuka era baru untuk pengalaman trading terdesentralisasi.

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia