Lazarus Group Beraksi Lagi, Platform Kripto Jadi Target

Serangan siber kembali menghantui industri kripto. Kali ini, platform e-commerce kripto Bitrefill menjadi korban, dengan dugaan kuat bahwa kelompok peretas ternama asal Korea Utara, Lazarus Group, terlibat.

Serangan Bermula dari Laptop Karyawan

Insiden ini terjadi pada 1 Maret, ketika peretas berhasil meretas laptop salah satu karyawan Bitrefill. Dari celah tersebut, mereka kemudian menyusup ke sistem internal dan menargetkan hot wallet perusahaan.

Bitrefill mengungkapkan bahwa serangan dilakukan menggunakan malware, pelacakan on-chain, serta pemanfaatan infrastruktur seperti alamat IP dan email. Pola ini dinilai sangat mirip dengan metode yang digunakan oleh Lazarus Group dan afiliasinya, BlueNoroff.

“Kami menemukan banyak kesamaan antara serangan ini dengan serangan siber sebelumnya yang dilakukan oleh Lazarus atau BlueNoroff terhadap perusahaan kripto lainnya,” tulis Bitrefill di X, Selasa (17/03/2026).

IKLAN
Chat via WhatsApp

Hacker Bobol Bank Jambi, Rp19 Miliar Dana Berakhir di Kripto

Selain menguras dana dari hot wallet, pelaku juga mengakses sekitar 18.500 data pembelian. Meski demikian, Bitrefill menegaskan bahwa hanya sebagian kecil informasi yang terekspos dan tidak ada indikasi kebocoran database secara menyeluruh.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Hari Ini Naik 1 Persen, Melesat ke Rp1,16 Miliar

Data Diakses, Dana Dicuri, Operasi Tetap Jalan

Bitrefill menjelaskan bahwa motif utama serangan ini adalah finansial. Hal ini terlihat dari aktivitas Lazarus Group yang hanya menjalankan sejumlah query untuk mencari aset bernilai, seperti kripto dan gift card.

“Para penyerang menjalankan sejumlah query terbatas untuk memahami apa yang bisa dicuri, termasuk aset kripto dan stok gift card Bitrefill,” jelas perusahaan.

Meski jumlah kerugian tidak diungkapkan, Bitrefill memastikan bahwa seluruh kerugian akan ditanggung menggunakan dana operasional perusahaan. Langkah ini diambil untuk menjaga kepercayaan pengguna.

Perusahaan juga menegaskan bahwa seluruh layanan kini berjalan normal. Di sisi lain, Bitrefill mengaku telah meningkatkan sistem keamanan dan bekerja sama dengan aparat serta firma keamanan siber untuk menyelidiki insiden peretasan.

“Kami telah meningkatkan praktik keamanan siber secara signifikan dan akan terus belajar dari kejadian ini untuk memastikan dana serta data pengguna tetap aman,” tambahnya.

BACA JUGA:  Tak Cuma Retas Kripto, IT Korut Raup Rp16 Miliar/Bulan dari Cara Ini

Lazarus Group Masih Jadi Ancaman Besar

Serangan terhadap Bitrefill menegaskan bahwa Lazarus Group masih menjadi ancaman utama di industri kripto. Kelompok yang diduga terkait dengan Korea Utara ini telah lama dikenal sebagai dalang di balik berbagai peretasan besar.

Salah satu kasus paling mencolok adalah peretasan Bybit yang menyebabkan kerugian hingga US$1,4 miliar. Selain itu, Lazarus juga kerap dikaitkan dengan serangan terhadap berbagai platform kripto lainnya, termasuk exchange asal Korea Selatan, Upbit.

Bursa Kripto Bybit Diretas! Rp23 Triliun Raib

Dengan rekam jejak tersebut, pola serangan yang kembali muncul dalam kasus Bitrefill semakin memperkuat dugaan keterlibatan mereka.

Insiden ini menegaskan bahwa keamanan tetap krusial di industri kripto. Di tengah meningkatnya adopsi, ancaman dari peretas seperti Lazarus Group masih nyata dan tidak bisa diabaikan.

BACA JUGA:  KB Kookmin Gandeng Avalanche, Hadirkan Kartu Hybrid Stablecoin

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait