Pasar Bitcoin kembali menghadapi tekanan setelah lebih dari US$40 miliar modal tercatat keluar dari jaringan dalam beberapa bulan terakhir.
Data on-chain yang dianalisis Carmelo Aleman di CryptoQuant menunjukkan arus keluar modal tersebut terjadi bersamaan dengan distribusi besar-besaran yang dilakukan kelompok whale Bitcoin, memicu kekhawatiran mengenai kondisi pasar dalam jangka pendek.

Berdasarkan data hingga 28 Mei, indikator Realized Capitalization Bitcoin turun dari sekitar US$1,12 triliun pada 19 Januari menjadi US$1,08 triliun. Penurunan sebesar US$40,847 miliar atau sekitar 3,63 persen tersebut terjadi ketika harga BTC merosot dari US$92.593 menjadi sekitar US$73.591, turun lebih dari 20 persen dalam periode yang sama.
Distribusi Whale Bitcoin Perkuat Sinyal Lemahnya Pasar Spot
Menurut Aleman, Realized Cap merupakan indikator yang mengukur jumlah modal riil yang masuk ke Bitcoin berdasarkan harga terakhir setiap BTC berpindah di blockchain. Berbeda dengan kapitalisasi pasar tradisional, metrik ini dianggap lebih mampu menggambarkan aliran dana yang benar-benar masuk atau keluar dari aset tersebut.
Analisis CryptoQuant menunjukkan bahwa pelemahan Realized Cap menjadi sinyal berkurangnya investasi di pasar spot, yang selama ini menjadi fondasi utama pembentukan harga Bitcoin.
Ketika aktivitas pembelian di pasar spot menurun, pasar cenderung lebih bergantung pada perdagangan derivatif dan penggunaan leverage yang lebih tinggi.
Tekanan tersebut diperburuk oleh aktivitas kelompok whale Bitcoin yang menguasai lebih dari 10.000 BTC per dompet. Sejak pertengahan Mei, kelompok investor besar ini tercatat mempercepat distribusi aset mereka ke pasar.
Data on-chain menunjukkan bahwa antara 11 Mei hingga 28 Mei, kelompok whale Bitcoin tersebut mendistribusikan lebih dari 612.753 BTC. Pada periode yang sama, harga Bitcoin turun dari sekitar US$82.365 menjadi US$73.530 atau melemah sekitar 10,72 persen.
Aleman menilai kombinasi penurunan Realized Cap, arus keluar modal spot, meningkatnya ketergantungan pada pasar futures, serta distribusi agresif dari whale Bitcoin masih mendukung prospek bearish dalam jangka pendek.
Ia menegaskan bahwa pasar spot merupakan elemen utama pembentukan harga, sementara kontrak futures hanya memperbesar volatilitas yang sudah ada.
“Pasar spot membangun harga, sedangkan futures hanya memperkuat volatilitasnya,” ujar Carmelo Aleman.
Bitcoin Bertahan di Support Utama, Peluang Rebound Mulai Terbuka
Meski data on-chain menunjukkan tekanan yang cukup besar, sejumlah analis teknikal melihat peluang pemulihan jangka pendek mulai muncul. Salah satunya datang dari analis GainMuse yang menilai Bitcoin berhasil memantul dari area support penting setelah mengalami tekanan tajam dalam beberapa hari terakhir.

Dalam analisisnya, Bitcoin disebut sempat turun menuju area US$72.000 hingga US$71.500 sebelum akhirnya menemukan minat beli baru. Saat ini harga bergerak di sekitar US$73.500 dan mulai membentuk struktur pemulihan jangka pendek.
GainMuse menilai area resistance US$74.800 hingga US$75.000 menjadi level krusial yang harus ditembus untuk mengonfirmasi keberlanjutan rebound. Jika buyer mampu mempertahankan momentum dan menguasai area tersebut, peluang kenaikan menuju kisaran US$75.500 hingga US$77.000 dinilai masih terbuka.
Pandangan tersebut muncul di tengah perkembangan sentimen makro global yang sedikit membaik. Pasar saham dunia bergerak menguat sementara harga minyak turun sekitar 2 persen setelah muncul harapan kemajuan dalam pembahasan gencatan senjata antara AS dan Iran.
Penurunan harga minyak serta melemahnya imbal hasil obligasi AS juga dinilai dapat membantu meningkatkan minat terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Meski demikian, GainMuse mengingatkan bahwa Bitcoin masih sangat sensitif terhadap perkembangan ekonomi global dan data inflasi, terutama setelah volatilitas pasar meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Tekanan Harga Bitcoin Tidak Seperti Siklus Sebelumnya
Pandangan berbeda datang dari analis Ninedex yang menilai kondisi Bitcoin saat ini justru menunjukkan karakteristik yang tidak biasa dibandingkan siklus pasar sebelumnya.
Menurutnya, indikator Stochastic yang selama ini sering digunakan untuk mengidentifikasi fase jenuh jual atau oversold, sedang berada dalam kondisi yang unik.

Pada siklus sebelumnya, fase pelemahan panjang biasanya terjadi ketika likuiditas mengering dan minat pasar menurun. Namun kali ini, Ninedex melihat kondisi tersebut terjadi di tengah tekanan beli yang masih relatif kuat.
Ia menilai harga Bitcoin selama hampir tiga tahun terakhir menunjukkan indikasi penekanan harga yang tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi permintaan aktual di pasar. Karena itu, Ninedex berpendapat fase pelemahan saat ini kemungkinan tidak akan berlangsung selama periode-periode sebelumnya.
Dalam analisisnya, area US$73.000 disebut sebagai level yang sangat penting. Ninedex menilai level tersebut merupakan batas yang sulit ditembus secara berkelanjutan karena berhubungan dengan titik kerugian ekonomi bagi pihak-pihak yang berupaya menekan harga.
Bahkan jika Bitcoin sempat turun di bawah area tersebut, ia memperkirakan pelemahan itu hanya akan bersifat sementara untuk memicu likuidasi posisi leverage sebelum harga kembali bergerak naik.
Dengan demikian, pasar saat ini berada pada persimpangan penting antara tekanan jual yang berasal dari distribusi whale Bitcoin dan peluang rebound yang mulai terlihat dari sisi teknikal.
Sejauh ini, arus modal spot masih menjadi faktor yang paling diperhatikan pelaku pasar. Selama aliran dana baru belum kembali masuk secara konsisten, aktivitas whale Bitcoin dan pergerakan pasar derivatif diperkirakan akan tetap menjadi penentu utama arah Bitcoin dalam jangka pendek.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


