Ledger Pastikan Penjualan Resmi Aman, Kasus Drainer Terpusat di CryptoBilis

Kasus dugaan drainer yang menyeret pengguna Ledger di Asia Tenggara kini memasuki babak baru. Setelah tiga hari investigasi, perusahaan mempersempit titik perhatian pada perangkat yang dijual melalui CryptoBilis.

Update ini membawa sedikit kelegaan bagi pembeli melalui jalur resmi Ledger. Perusahaan menegaskan sistem internal dan kanal penjualan langsungnya sejauh ini tidak terdampak oleh insiden tersebut.

Ledger Ungkap Benang Merah Kasus Drainer

Ledger melalui pembaruan yang dibagikan di X pada Senin (12/10/2026) menyatakan seluruh kasus terkonfirmasi terkait insiden pengurasan dana pada 9 Oktober berasal dari perangkat yang dijual CryptoBilis.

Temuan tersebut membuat arah penyelidikan semakin spesifik. CryptoBilis bukan lagi sekadar salah satu nama yang muncul dalam laporan awal, tetapi menjadi benang merah pada seluruh kasus yang telah dikonfirmasi Ledger.

Meski begitu, pihak mereka menyebut jumlah hardware wallet Ledger yang terdampak masih terbatas. Perusahaan juga telah menghubungi pengguna terkait sambil bekerja sama dengan otoritas terkait untuk melanjutkan penyelidikan.

Dompet Kripto Ledger Disusupi Alat Pengintai? Eks Bos Mt. Gox Ungkap Temuan

Ledger kemudian menegaskan keterkaitan tersebut dalam pernyataan terbarunya, sementara investigasi terhadap penyebab utama dan bagaimana pengurasan aset dapat terjadi hingga kini masih terus berjalan.

BACA JUGA:  Perang Bank vs Kripto Memanas Jelang Voting CLARITY Act 15 September

“Hingga saat ini, seluruh kasus terkonfirmasi yang berkaitan dengan insiden pengurasan dana pada 9 Oktober 2026 melibatkan perangkat yang dijual melalui reseller Asia Tenggara, CryptoBilis,” tulis Ledger.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Di sisi lain, perusahaan menegaskan sistem Ledger dan kanal penjualan langsungnya tidak terdampak. Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa sumber masalah sejauh ini mengarah pada jalur distribusi.

Dari US$92,9 Juta hingga Jejak CryptoBilis di Indonesia

Perkembangan ini melanjutkan laporan sebelumnya. Pada Sabtu lalu, investigasi Bitquery memperkirakan sekitar US$92,9 juta terkuras dari 311 alamat di sejumlah jaringan blockchain.

Jejak serangan itu juga diduga tidak terjadi secara spontan. Investigasi menemukan 41 aktivitas uji coba pada jaringan TRON dan Ethereum selama hampir dua pekan sebelum pengurasan dana berlangsung.

Sehari kemudian, perhatian mengarah ke CryptoBilis. Reseller tersebut diketahui memiliki jejak penjualan cukup kuat di Indonesia, mulai dari situs lokal, marketplace, media sosial, hingga alamat usaha di Jakarta.

BACA JUGA:  Pemerintah Tiongkok: Kripto Anonim Itu Cuma Gimmick Pemasaran

CryptoBilis sebelumnya memasarkan diri sebagai reseller resmi hardware wallet dan mengklaim produk yang dijualnya asli. Kini, perusahaan tersebut telah mengkonfirmasi penghentian seluruh penjualan hardware wallet.

Meski investigasi semakin mengerucut, satu hal penting belum berubah. Belum ada kesimpulan mengenai metode pencurian, pihak yang bertanggung jawab, maupun bagaimana perangkat terkait dapat terlibat dalam insiden tersebut.

Hingga kini, juga belum ada bukti yang menunjukkan CryptoBilis secara sengaja memodifikasi perangkat yang dijual. Karena itu, penyelidikan masih diperlukan untuk mengurai titik masalah dalam rantai distribusinya.

CryptoBilis Terseret Investigasi Ledger, Ternyata Punya Toko di Indonesia!

Ledger Perketat Rantai Distribusi Hardware Wallet

Karena itu, fokus keamanan kini bergeser lebih jauh dari sekadar chip dan software. Ledger mengatakan insiden ini mendorong evaluasi kontrol reseller, perlindungan hardware, serta mekanisme anti-tamper pada rantai distribusi.

BACA JUGA:  Volume Naik 33 Kali Lipat, Apakah Era Saham On-Chain Dimulai?

Perusahaan juga mengingatkan distributor resmi agar hanya mengambil produk melalui kanal berwenang dan tidak menjual barang retur, karena titik tersebut dapat membuka risiko terhadap integritas perangkat.

Bagi pembeli CryptoBilis yang belum mengaktifkan perangkat, Ledger meminta mereka tidak melakukan inisialisasi. Sementara perangkat yang sudah digunakan sebaiknya diganti dengan perangkat baru dan seed phrase baru.

Ledger turut mengingatkan pengguna agar waspada terhadap penipu yang memanfaatkan kepanikan. Dukungan resmi Ledger tidak akan menelepon, mengirim pesan pribadi, ataupun meminta recovery phrase berisi 24 kata.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait