Estimated Leverage Ratio (ELR) di Binance tercatat naik ke level tertinggi dalam sekitar satu bulan, menandai perubahan sikap pasar menuju fase pengujian risiko yang lebih berani namun tetap terukur.
Kenaikan indikator ke kisaran sekitar 0,173 ini, menurut analis on-chain Arab Chain di CryptoQuant, menunjukkan pasar Bitcoin mulai keluar dari mode defensif meski belum disertai lonjakan harga agresif, dengan aset masih bergerak di sekitar US$87.000.
Indikator Leverage Bitcoin Berbalik Naik Setelah Fase Defensif
Menurut penjelasan Arab Chain, kenaikan ini menjadi kontras dengan periode sebelumnya ketika rasio leverage turun tajam dari kisaran sekitar 0,19 ke level sekitar 0,164.
Penurunan tersebut berlangsung di tengah tekanan korektif harga dan mencerminkan keluarnya banyak posisi dengan risiko tinggi, baik akibat likuidasi maupun keputusan strategis pelaku pasar.

Pada tahap itu, pasar memilih mengurangi eksposur, sehingga Bitcoin bergerak di bawah bayang-bayang ketidakpastian dan sentimen penuh kehati-hatian.
Periode tersebut dipandang sebagai fase bertahan, ketika pelaku pasar lebih memilih menunggu kepastian arah dan menekan risiko daripada terus bertaruh pada pergerakan harga yang volatil.
Situasi ini biasanya terjadi pada momentum sensitif, ketika perubahan harga kecil saja dapat memicu dampak besar terhadap posisi leverage tinggi.
Kenaikan Terukur, Bukan Euforia
Berbeda dengan kondisi sebelumnya, Arab Chain menyebut kenaikan ELR saat ini berlangsung secara bertahap dan tidak diiringi lonjakan harga yang ekstrem. Indikator mencapai puncak sebulan terakhir, tetapi tetap berada di bawah level tertinggi sebelumnya, sementara Bitcoin masih diperdagangkan dalam kisaran yang relatif terkendali.
Divergensi antara kenaikan leverage dan pergerakan harga ini dinilai mencerminkan kembalinya minat risiko tanpa memicu euforia berlebihan.
“Kenaikan Estimated Leverage Ratio ini menunjukkan pasar tidak lagi sepenuhnya bertahan, melainkan mulai menguji risiko secara hati-hati,” ujar Arab Chain.
Pernyataan tersebut menegaskan adanya perubahan sentimen yang lebih seimbang, di mana pelaku pasar mulai membangun kembali eksposur leverage secara terkendali.
Jika dibandingkan dua periode tersebut, Arab Chain menilai langkah sebelumnya merupakan respons defensif terhadap lingkungan risiko tinggi, sedangkan kondisi saat ini menggambarkan fase pembangunan posisi secara selektif.
Dengan kata lain, pasar BTC beralih dari pengurangan risiko menuju pengenalan kembali leverage dalam skala yang lebih berhati-hati.
Bagi pelaku pasar, perkembangan tersebut memberikan sinyal bahwa minat risiko telah pulih secara moderat. Namun, karena kenaikan tidak disertai lonjakan harga agresif, pasar masih dinilai berhati-hati dan menghindari spekulasi ekstrem.
Artinya, leverage dalam ekosistem perdagangan Bitcoin belum kembali ke tingkat yang terlalu agresif dan masih dikelola secara kalkulatif.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



