Lewat Selat Hormuz? Iran Wajibkan Kapal Bayar Pakai Kripto

Kebijakan tak biasa muncul dari Timur Tengah. Iran dilaporkan mewajibkan kapal yang melintasi Selat Hormuz untuk membayar biaya dalam bentuk kripto di tengah masa gencatan senjata. 

Iran Terapkan “Toll Kripto” di Selat Hormuz

Mengutip laporan Financial Times pada Rabu (08/04/2026), Iran berencana menarik biaya dari setiap kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz selama periode gencatan senjata dua minggu.

Kebijakan ini disebut sebagai upaya mempertahankan kontrol atas jalur strategis tersebut sekaligus meningkatkan pengawasan keamanan.

Juru bicara serikat eksportir minyak, gas, dan petrokimia Iran, Hamid Hosseini, menegaskan bahwa semua kapal tetap diperbolehkan melintas, namun dengan prosedur ketat.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Iran perlu memantau apa yang masuk dan keluar dari selat untuk memastikan periode ini tidak dimanfaatkan untuk transfer senjata,” ujarnya.

Setiap kapal harus melaporkan muatan melalui email sebelum melintas. Setelah itu, otoritas Iran akan menentukan besaran biaya yang harus dibayar dalam kripto. Tarifnya mencapai US$1 per barel minyak, sementara kapal kosong dapat melintas tanpa biaya.

BACA JUGA:  Pajak Kripto Menggigit, Trader Crypto Indonesia Mulai Kabur?

Setelah verifikasi, kapal hanya diberi waktu singkat untuk membayar dengan Bitcoin agar sulit dilacak atau disita akibat sanksi. Iran juga mengarahkan kapal melintasi jalur utara dekat garis pantainya.

Ancaman Militer dan Ketegangan yang Memuncak

Situasi semakin memanas setelah kapal-kapal di Teluk menerima siaran radio berbahasa Inggris yang berisi ancaman keras. Dalam pesan tersebut, kapal yang mencoba melintas tanpa izin disebut akan menjadi target serangan militer.

“Jika ada kapal yang mencoba melintas tanpa izin, mereka akan dihancurkan,” demikian isi peringatan yang beredar. Ancaman ini menegaskan betapa sensitifnya situasi di kawasan tersebut.

Tak lama setelah itu, Iran bahkan sempat menghentikan seluruh lalu lintas tanker minyak sebagai respons atas serangan Israel ke Lebanon. Hal ini menunjukkan bahwa gencatan senjata belum sepenuhnya menjamin stabilitas kawasan.

Iran Longgarkan Selat Hormuz, Tapi Aksesnya Masih Super Ketat

Di sisi lain, Donald Trump menyatakan bahwa kelanjutan gencatan senjata bergantung pada pembukaan Selat Hormuz secara aman dan tanpa hambatan. Pernyataan ini mencerminkan adanya tarik ulur kepentingan antara Iran dan sekutu Barat.

BACA JUGA:  Investor Kripto Indonesia Mulai Serbu Saham Global via Tokenisasi

Kapal Menumpuk, Pasar Menanti Kepastian

Ketidakpastian ini berdampak pada industri pelayaran global. Banyak operator kapal memilih menahan diri sambil menunggu kejelasan. Perusahaan pelayaran raksasa seperti Maersk bahkan menyatakan masih mengambil pendekatan hati-hati.

Menurut FT, sekitar 300 hingga 400 kapal kini tertahan di Teluk, menunggu kesempatan untuk melintas. Seorang pelaku industri menggambarkan situasi ini seperti “tempat parkir raksasa” di tengah laut.

Analis memperkirakan hanya 10 hingga 15 kapal per hari yang dapat melintas dengan sistem baru ini, jauh di bawah kapasitas normal yang mencapai 135 kapal per hari sebelum konflik. Artinya, penumpukan kapal sulit diselesaikan dalam waktu singkat.

Lebih jauh, kebijakan negara Iran ini juga berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan di pasar energi. Negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab disebut menolak keras jika Iran diberikan kendali atas jalur tersebut. 

BACA JUGA:  Selat Hormuz Makin Panas, PBB Bersiap Ambil Keputusan Penting

“Akses tanpa hambatan adalah prioritas utama,” ujar analis yang dekat dengan lingkaran kerajaan Saudi.

Dengan ketegangan yang belum mereda dan aturan baru yang kontroversial, Selat Hormuz kini menjadi titik krusial yang tidak hanya menentukan arus minyak dunia, tetapi juga arah geopolitik global dalam waktu dekat.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait