Memahami Likuiditas Crypto dan Dampaknya untuk Investor Pemula

Likuiditas crypto adalah kemampuan sebuah aset digital untuk cepat dibeli atau dijual di pasar tanpa menyebabkan perubahan harga yang signifikan. Semakin tinggi likuiditas, semakin mudah kamu melakukan transaksi tanpa harus khawatir harga melonjak atau anjlok secara ekstrem.

Nah, untuk memahami lebih dalam kenapa likuiditas ini penting dalam dunia kripto, yuk simak penjelasannya berikut.

BACA JUGA: Apa Itu Bull Run Crypto? Pengertian, Fase, dan Jadwalnya!

Apa Itu Likuiditas Crypto?

Likuiditas crypto adalah seberapa mudah sebuah aset digital seperti Bitcoin atau Ethereum dibeli atau dijual di pasar tanpa menyebabkan perubahan harga yang besar. Semakin tinggi likuiditas, semakin cepat transaksi bisa terjadi dengan harga yang stabil.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Dalam dunia kripto, likuiditas menjadi tolok ukur penting untuk menilai kesehatan suatu pasar. Pasar dengan likuiditas tinggi berarti ada banyak pembeli dan penjual aktif, sehingga kamu bisa menjual atau membeli aset kapan pun tanpa harus menunggu lama atau mengalami lonjakan harga yang tajam.

Sebaliknya, pasar dengan likuiditas rendah sering kali membuat transaksi lebih lambat dan berisiko karena harga bisa berubah drastis hanya oleh satu transaksi besar.

Menariknya, pasar crypto beroperasi 24 jam tanpa henti dan bersifat global. Artinya, peluang likuiditas bisa lebih tinggi dibanding pasar tradisional, tergantung dari seberapa banyak orang yang memperdagangkan aset tersebut.

Koin besar seperti Bitcoin dan Ethereum biasanya punya likuiditas lebih tinggi karena banyak diperdagangkan di berbagai crypto exchange di seluruh dunia.

BACA JUGA:  15 Cara Menjaga Aset Kripto dari Ancaman Hacker untuk Pemula

Contoh Likuiditas Crypto

Contoh likuiditas crypto bisa kamu lihat dari bagaimana aset seperti Bitcoin mudah dibeli atau dijual di berbagai bursa tanpa perubahan harga yang signifikan. Semakin seimbang antara jumlah pembeli dan penjual di pasar, semakin tinggi tingkat likuiditasnya.

Salah satu cara melihat likuiditas adalah melalui depth chart, yaitu grafik yang menampilkan jumlah pesanan beli (bid) dan jual (ask) pada berbagai level harga. Jika grafiknya tampak seimbang antara sisi hijau (pembeli) dan merah (penjual), itu menandakan pasar yang likuid.

Contoh Likuiditas Crypto
Contoh Likuiditas crypto melalui depth chart.

Misalnya, pada gambar di atas total nilai pesanan untuk bid (US$749 juta) lebih rendah daripada total nilai pesanan untuk ask (US$897,05 juta). Hal ini menunjukkan bahwa meskipun BTC sangat likuid, saat ini terdapat lebih banyak penjual daripada pembeli, yang dapat mengakibatkan tekanan penurunan harga.

Cara Mengukur Likuiditas Crypto

Cara mengukur likuiditas crypto bisa dilakukan dengan melihat seberapa aktif dan mudah suatu aset diperdagangkan di pasar tanpa memengaruhi harga secara signifikan.

Untuk memahami tingkat likuiditas sebuah aset digital, kamu bisa memperhatikan beberapa indikator utama yang sering digunakan oleh trader dan analis pasar. Berikut penjelasan lengkapnya agar kamu bisa menilai seberapa “sehat” likuiditas dari aset crypto yang kamu incar.

BACA JUGA: Pakai Crypto versus Cara Biasa, Adu Hemat Kirim Uang Antar Negara

1. BidAsk Spread

Bidask spread adalah selisih antara harga tertinggi yang bersedia dibayar pembeli (bid) dan harga terendah yang ditawarkan penjual (ask). Jika selisihnya kecil, berarti pasar tersebut likuid karena transaksi bisa terjadi dengan cepat di harga yang relatif stabil. Sebaliknya, spread yang lebar menandakan pasar sepi dan transaksi cenderung lebih mahal atau lambat terjadi.

2. Volume Perdagangan

Volume perdagangan menunjukkan seberapa banyak aset crypto diperdagangkan dalam periode tertentu. Volume tinggi berarti banyak aktivitas jual beli, yang artinya aset tersebut mudah diperdagangkan dan likuid.

Sementara itu, volume rendah menunjukkan aktivitas minim sehingga lebih sulit untuk keluar atau masuk posisi tanpa memengaruhi harga pasar.

3. Kapitalisasi Pasar

Kapitalisasi pasar dihitung dari harga satu koin dikalikan jumlah koin yang beredar. Semakin besar kapitalisasi pasar, semakin tinggi pula potensi likuiditasnya. Aset besar seperti Bitcoin dan Ethereum memiliki likuiditas tinggi karena banyak diperdagangkan dan didukung oleh banyak bursa di seluruh dunia, berbeda dengan koin kecil yang sering kali memiliki pasar lebih sempit dan pergerakan harga lebih ekstrem.

Faktor yang Mempengaruhi Likuiditas Crypto

Likuiditas tidak muncul begitu saja, ia terbentuk dari kombinasi kepercayaan investor, aktivitas pasar, dan dukungan ekosistem. Semakin banyak faktor yang mendukung, semakin likuid dan stabil pula pasar crypto tersebut. Berikut ini adalah beberapa faktor yang memengaruhinya:

1. Sentimen Pasar

Kepercayaan publik terhadap aset crypto punya pengaruh besar terhadap likuiditas. Ketika berita positif muncul, lebih banyak orang tertarik membeli atau menjual, membuat pasar semakin aktif dan cair.

2. Volume Perdagangan

Volume transaksi yang tinggi menunjukkan pasar yang hidup dan ramai. Semakin besar aktivitas jual-beli, semakin mudah bagi kamu untuk menemukan pembeli atau penjual di harga yang diinginkan.

3. Regulasi

Aturan yang jelas dan mendukung bisa meningkatkan rasa aman bagi investor. Ketika pasar diatur dengan baik, lebih banyak orang mau berpartisipasi, sehingga likuiditas ikut naik.

4. Kemajuan Teknologi

Teknologi yang mempercepat transaksi dan menjaga keamanan akan menarik lebih banyak pengguna. Platform dengan sistem efisien dan ramah pengguna biasanya memiliki volume transaksi lebih besar, yang berarti likuiditas lebih tinggi.

5. Adopsi dan Integrasi

Semakin banyak crypto digunakan dalam kehidupan nyata atau diintegrasikan ke sistem keuangan tradisional, semakin luas pula basis penggunanya. Hal ini membuat pasar lebih aktif dan menjaga likuiditas tetap tinggi.

BACA JUGA:  Apakah Trading Futures Kripto Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya

Dampak Likuiditas terhadap Investor

Likuiditas crypto berpengaruh langsung pada kemudahan, biaya, dan risiko yang kamu hadapi saat berinvestasi atau trading aset digital.

Ketika pasar memiliki likuiditas tinggi, kamu bisa membeli atau menjual aset dengan cepat tanpa mengubah harga secara signifikan. Artinya, transaksi berjalan lancar, biaya lebih efisien, dan risiko pergerakan harga tiba-tiba jadi lebih kecil.

Sebaliknya, di pasar dengan likuiditas rendah, harga bisa berubah drastis hanya karena satu transaksi besar, sehingga kamu berpotensi mengalami kerugian akibat perbedaan harga beli dan jual yang terlalu lebar (slippage).

Likuiditas juga menentukan seberapa cepat transaksi kamu dieksekusi. Di pasar yang likuid, order akan segera diproses karena banyak pembeli dan penjual aktif. Tapi di pasar yang kurang likuid, kamu mungkin harus menunggu lama untuk mendapatkan harga yang sesuai atau bahkan tidak menemukan lawan transaksi sama sekali.

Selain itu, likuiditas berperan besar dalam menjaga stabilitas pasar. Semakin banyak partisipan aktif, semakin kecil kemungkinan harga berubah drastis akibat berita atau transaksi besar. Bagi investor, kondisi ini menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman untuk berinvestasi jangka panjang.

BACA JUGA:  10 Tips Investasi Bitcoin untuk Pemula yang Harus Kamu Tahu!

Jadi, Sudah Tahu Seberapa Penting Likuiditas Crypto Bagi Kamu?

Likuiditas crypto adalah fondasi utama pasar yang sehat. Dengan memahami cara kerja dan faktor yang memengaruhinya, kamu bisa mengambil keputusan investasi yang lebih bijak entah untuk trading jangka pendek maupun investasi jangka panjang.

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait