Likuiditas XRP di Binance dilaporkan turun ke level terendah sejak Januari 2020 berdasarkan data terbaru yang dibagikan analis on-chain Arab Chain di CryptoQuant.
Penurunan tajam itu terjadi ketika XRP diperdagangkan di kisaran US$1,34, memicu kekhawatiran pasar terhadap melemahnya kedalaman pasar (market depth) dan berkurangnya arus modal baru ke aset kripto tersebut.

Berdasarkan data 30D Liquidity Index, indeks likuiditas XRP di Binance kini hanya berada di sekitar 0,043. Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding periode 2022 hingga 2024 ketika indeks sempat melonjak di atas level 3 hingga 4 poin seiring meningkatnya aktivitas perdagangan dan volatilitas pasar.
Sentimen Pasar XRP Mulai Memburuk
Arab Chain menilai rendahnya liquidity index menunjukkan market depth XRP semakin menipis sehingga order besar kini berpotensi memberi dampak lebih agresif terhadap pergerakan harga.
Kondisi tersebut biasanya membuat pasar lebih rentan mengalami lonjakan ataupun koreksi tajam ketika volume transaksi tiba-tiba meningkat.
“Likuiditas rendah bukan sinyal bullish atau bearish secara langsung, tetapi mencerminkan kondisi kehati-hatian pasar dan penurunan aktivitas dibanding periode inflow yang lebih kuat sebelumnya,” ungkap Arab Chain.
Menurut data yang dibagikannya, penurunan likuiditas juga dinilai mencerminkan melemahnya minat spekulatif trader terhadap altcoin tersebut dalam beberapa bulan terakhir. Arus likuiditas baru yang masuk ke pasar disebut jauh lebih kecil dibanding fase bullish sebelumnya, sementara aktivitas perdagangan ikut mengalami perlambatan.
Di tengah kondisi tersebut, platform analitik Santiment juga melihat sentimen komunitas XRP kembali bergerak negatif. Rasio komentar bullish dan bearish terhadap XRP disebut turun menjadi hanya sekitar 1,1 komentar positif untuk setiap 1 komentar negatif di media sosial.

Meski demikian, Santiment menilai kondisi fear dan skepticism ekstrem seperti itu justru kerap menjadi sinyal kontrarian bagi pergerakan harga XRP.
Dalam beberapa fase sebelumnya, kondisi pasar yang dipenuhi ketakutan sering kali muncul ketika sebagian besar weak hands sudah keluar dari pasar, sehingga tekanan jual mulai berkurang dan membuka peluang stabilisasi maupun rebound harga.
Support Multi-Tahun Jadi Sorotan Utama
Di sisi teknikal, analis ChartNerd melihat XRP saat ini kembali menguji ascending support trendline multi-tahun yang selama bertahun-tahun menjadi area pantulan utama pasar. Dalam grafik jangka panjang yang dibagikannya, XRP disebut selalu membentuk major low setiap dua tahun sekali di area trendline tersebut sejak 2020.

ChartNerd menilai area support diagonal merah kini menjadi level paling krusial bagi struktur bullish jangka panjang koin tersebut. Selama harga masih bertahan di atas trendline tersebut, peluang terbentuknya rebound besar dinilai masih terbuka seperti pola yang muncul pada siklus-siklus sebelumnya.
Saat ini XRP bergerak di kisaran US$1,34 setelah sebelumnya terkoreksi dari area puncak di atas US$3. Namun harga disebut mulai mendekati zona support historis yang sebelumnya beberapa kali memicu reli besar.
Dalam proyeksi jangka panjangnya, ChartNerd memperkirakan XRP berpotensi bergerak menuju resistance US$4,7 hingga US$6,5 apabila pola siklus dua tahunan kembali terulang.
Bahkan dalam skenario paling bullish, XRP disebut memiliki peluang melanjutkan kenaikan menuju area sekitar US$9. Meski begitu, skenario tersebut tetap sangat bergantung pada kemampuan harga mempertahankan ascending support utama multi-tahun.
XRP Masih Pegang Peluang Reli Besar
Pandangan bullish lain juga datang dari analis teknikal Celal Kucuker yang menilai banyak pelaku pasar masih meremehkan kekuatan struktur jangka panjang koin besutan Ripple tersebut.

Dalam grafik mingguan yang dibagikannya, XRP terlihat tetap mempertahankan ascending support besar sejak 2020 dengan beberapa kali pantulan kuat muncul tepat di area trendline merah naik tersebut.
Celal menyoroti area sekitar US$1,30 sebagai support penting jangka menengah yang kini sedang diuji pasar setelah XRP mengalami koreksi dari puncak sekitar US$3,87. Menurutnya, selama area tersebut masih mampu dipertahankan dan harga berhasil keluar dari tekanan descending trendline hitam, peluang pemulihan baru tetap terbuka.
Ia juga menandai area US$3,87 sebagai resistance psikologis penting yang sebelumnya menjadi titik rejection besar pada reli terakhir XRP. Jika level itu mampu ditembus pada fase pemulihan berikutnya, momentum bullish disebut dapat kembali menguat.
Dalam proyeksi jangka panjangnya, Celal Kucuker bahkan memperkirakan XRP berpotensi bergerak menuju area sekitar US$17,5 apabila pasar kripto memasuki euphoric cycle baru.
Namun, jalan menuju skenario tersebut tetap bergantung pada kemampuan koin tersebut dalam mempertahankan struktur support multi-tahun sambil membangun breakout baru secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


