Perkembangan teknologi kembali melangkah lebih jauh. Kini, agen AI tidak hanya membantu pekerjaan, tetapi juga mampu melakukan transaksi keuangan secara mandiri menggunakan kripto. Inovasi terbaru ini datang dari startup dompet kripto Oobit yang didukung oleh Tether.
Oobit Luncurkan Kartu Visa untuk Agen AI
Startup kripto Oobit resmi memperkenalkan “Agent Cards”, yakni kartu virtual Visa yang memungkinkan agen AI melakukan pembelian online menggunakan USDT tanpa campur tangan manusia.
Menariknya, kartu ini didanai langsung dari treasury Tether. Dengan demikian, tidak diperlukan konversi ke fiat maupun proses on-ramp, sehingga seluruh transaksi dapat berjalan langsung dalam bentuk stablecoin.
Lebih lanjut, kemampuan agen AI tidak hanya terbatas pada transaksi dasar. Kecerdaan buatan juga dapat digunakan untuk memperpanjang langganan software, sekaligus mengelola anggaran operasional seperti iklan secara otomatis.
Bahkan, dalam skenario yang lebih kompleks, agen AI mampu mengaktifkan layanan seperti cloud infrastructure secara mandiri, kapan pun dibutuhkan oleh sistem. Hal ini membuat proses bisnis menjadi jauh lebih efisien.
Tak hanya itu, penasihat Oobit, Alex Obchakevich, menambahkan bahwa dalam beberapa waktu ke depan, AI tidak hanya dapat digunakan untuk berbelanja secara mandiri, tetapi juga untuk menjalankan berbagai aktivitas keuangan yang lebih kompleks.
“Agen dapat membeli kripto maupun saham dalam batas tertentu, memesan perjalanan, serta merespons diskon yang semuanya dilakukan secara otomatis. Integrasi Stripe untuk penagihan langganan dan pembayaran ke vendor juga sudah tersedia,” tulisnya di X, Kamis (30/04/2026)
AI Diprediksi Jadi Pengguna Utama Blockchain
Seiring dengan peluncuran ini, banyak pelaku industri kripto semakin yakin bahwa agen AI akan menjadi pengguna dominan dalam ekosistem blockchain. Tren ini bahkan diperkirakan akan melampaui aktivitas manusia dalam waktu dekat.
CEO Coinbase, Brian Armstrong, menjadi salah satu yang optimistis terhadap perkembangan ini. Ia menyatakan bahwa dalam waktu ke depan, jumlah agen AI yang melakukan transaksi akan lebih banyak dibanding manusia.
“Faktanya, akan ada lebih banyak agen AI yang bertransaksi secara online dibandingkan dengan manusia dalam waktu dekat,” tegasnya di X, Kamis (02/04/2026).
Pandangan serupa juga disampaikan oleh CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), yang menilai kripto sebagai “mata uang asli bagi agen AI,” yang nantinya akan menangani berbagai aktivitas, mulai dari membeli tiket hingga membayar tagihan.
Dengan tren yang terus menguat, peran agen AI kini tidak lagi sekadar pendukung, melainkan mulai bertransformasi menjadi aktor utama dalam sistem keuangan berbasis teknologi blockchain.
Integrasi AI dan kripto pun semakin nyata, membuka jalan menuju era baru di mana mesin tidak hanya berpikir, tetapi juga bertransaksi secara mandiri.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


