Vanguard dipastikan akan membuka akses perdagangan untuk berbagai ETF kripto dan mutual fund berbasis aset digital pada hari ini (2/12/2025) waktu AS, atau nanti malam.
Langkah tersebut menjadi perubahan kebijakan terbesar perusahaan dalam satu dekade terakhir, setelah sebelumnya secara konsisten menolak menghadirkan produk kripto di platform-nya.
Berdasarkan laporan Bloomberg, akses akan diberikan untuk ETF dan dana yang berisi aset seperti Bitcoin, Ethereum, XRP dan Solana.
Perubahan Sikap Setelah Bertahun-tahun Menolak Kripto
Keputusan Vanguard membuka akses ETF kripto menandai perubahan arah yang signifikan. Selama bertahun-tahun, perusahaan memegang posisi tegas bahwa aset digital terlalu volatil dan tidak sesuai dengan prinsip investasi jangka panjang.
Namun, data pasar dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa produk ETF berbasis aset digital, khususnya yang terikat Bitcoin dan Ether, telah beroperasi stabil sesuai mekanisme pasar tradisional. Hal tersebut menjadi salah satu alasan perusahaan mulai mempertimbangkan kembali kebijakan mereka.
Seorang juru bicara Vanguard mengatakan pihaknya memahami bahwa sebagian investor ingin menjangkau aset digital melalui instrumen yang familiar.
“Kami mendengar kebutuhan klien yang menginginkan akses lebih luas terhadap aset digital melalui produk yang sudah mereka kenal,” ujar perwakilan tersebut.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa perubahan bukan didasari perubahan filosofi, melainkan respons terhadap tren permintaan investor.
Saat akses ini resmi dibuka di AS, klien Vanguard akan dapat memperdagangkan berbagai ETF kripto buatan pihak ketiga. Namun, Vanguard menegaskan tidak akan mengembangkan ETF berbasis kripto miliknya sendiri.
Perusahaan mengatakan bahwa mereka hanya memfasilitasi perdagangan dan tidak akan terlibat dalam penerbitan produk baru di sektor ini. Sikap hati-hati ini juga terlihat dari keputusan mereka untuk menolak dana yang berisi memecoin dan aset berisiko tinggi lainnya.
ETF Kripto Bakal Jadi Magnet Baru di Vanguard
Pembukaan akses terhadap ETF kripto oleh Vanguard diprediksi berdampak luas karena perusahaan ini memiliki lebih dari 50 juta klien di seluruh dunia.
Akses yang semakin mudah bagi investor tradisional, khususnya kelompok yang sebelumnya enggan membeli kripto langsung, diperkirakan dapat meningkatkan arus modal baru ke pasar aset digital.
Produk ETF dianggap lebih aman dan teregulasi sehingga menjadi jembatan antara dunia keuangan tradisional dan aset digital.
Kemungkinan besar, langkah Vanguard dapat memperkuat posisi ETF berbasis Bitcoin dan Ether yang sudah menjadi instrumen populer sejak gelombang persetujuan ETF spot pada dua tahun terakhir.
Aset seperti XRP dan Solana juga diperkirakan ikut menikmati peningkatan minat karena kini berada dalam daftar produk yang dapat diakses melalui platform besar seperti Vanguard.
Di sisi lain, keputusan Vanguard mempertahankan larangan terhadap dana memecoin menunjukkan bahwa perusahaan tetap selektif dalam menyediakan instrumen investasi.
Perusahaan menilai hanya aset digital mapan dengan rekam jejak likuiditas jelas yang memenuhi standar internal mereka untuk ditawarkan ke investor ritel maupun institusional.
Seiring pemberlakuan akses ini, Vanguard memasuki fase baru dalam layanan investasinya. Meskipun perusahaan tetap teguh pada prinsip kehati-hatian dan tidak terlibat langsung dalam penerbitan produk baru, keputusan untuk membuka akses memberi peluang baru bagi investor yang ingin eksposur terukur terhadap aset digital.
Langkah ini juga memperlihatkan bagaimana aset kripto semakin diterima sebagai bagian dari portofolio modern.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



