Manipulasi Terstruktur di Binance? Short US$1,8 Miliar Guncang Bitcoin

Pasar kripto kembali bergejolak. Harga Bitcoin di pasangan BTC/USD1 di Binance jatuh drastis dalam waktu singkat, memicu likuidasi besar-besaran dan memunculkan kecurigaan kuat akan adanya manipulasi pasar yang terstruktur.

Peristiwa ini tak sekadar mencerminkan volatilitas ekstrem. Kerugian yang mencapai miliaran dolar kembali mengangkat persoalan lama soal transparansi, pengawasan, dan keamanan mekanisme perdagangan di crypto exchange terbesar dunia.

Short di Jam Sepi, Bitcoin Ambruk ke US$24.000

Berdasarkan laporan CryptoZ pada Kamis (25/12/2025), kejadian bermula saat seseorang membuka posisi short miliaran dolar di BTC/USD1 pair. Aksi ini dilakukan pada jam likuiditas rendah, kondisi yang rentan memicu pergerakan harga ekstrem.

“Seseorang membuka posisi short senilai US$1,8 miliar dan langsung mengonversi Bitcoin tersebut ke USD1 saat jam likuiditas rendah,” jelasnya.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Grafik menunjukkan harga Bitcoin yang sebelumnya bergerak stabil di US$87.000 sebelum tiba-tiba mengalami wick ekstrem hingga menyentuh US$24.111. Pergerakan mendadak ini terjadi dalam waktu singkat dan menyimpang dari pola harga normal.

BACA JUGA:  Volume Altcoin Melorot Tajam, Bitcoin Jadi Pilihan Utama Lagi

Penurunan tersebut bukan sekadar koreksi teknikal biasa. Anomali ini memicu reaksi berantai di pasar derivatif, terutama pada instrumen dengan leverage yang sangat sensitif terhadap pergerakan harga ekstrem.

Akibatnya, likuidasi posisi long tak terhindarkan. Sistem menutup leverage, memperparah tekanan jual. Total likuidasi dilaporkan menembus US$7 miliar, menjadikannya salah satu insiden terbesar. Hingga kini, keuntungan pihak manipulator belum diketahui.

Manipulasi Pasar di Binance - CryptoZ
Manipulasi Pasar di Binance – CryptoZ

Bukan Kasus Manipulasi Pertama di Binance

Menariknya, dugaan manipulasi ini bukan kali pertama terjadi. Menurut CryptoZ, pada Oktober lalu, pola serupa muncul di pasangan WBETH/USDT. Saat itu, harga anjlok ke US$400 dalam hitungan detik, sebelum kembali melonjak.

“Manipulasi yang sama pernah terjadi pada pasangan WBETH/USDT pada oktober. harganya anjlok dari US$4.000 ke US$430 dalam hitungan detik, lalu kembali melonjak dalam waktu 10 menit,” jelasnya.

BACA JUGA:  Waduh! Agen AI Salah Transfer Meme Coin Senilai Rp7,4 Miliar

Grafik WBETH/USDT menunjukkan struktur yang nyaris identik: penurunan vertikal, likuidasi masif, lalu pemulihan cepat. Dalam insiden tersebut, miliaran dolar juga dilaporkan lenyap akibat likuidasi, sementara satu pihak diduga meraup keuntungan fantastis.

Kesamaan pola ini memunculkan pertanyaan besar. Apakah ini sekadar kebetulan pasar, atau ada celah sistemik yang dimanfaatkan secara berulang? Ketika kejadian serupa terjadi lebih dari sekali, narasi “anomali” mulai terasa sulit dipertahankan.

Manipulasi Terstruktur, Siapa Diuntungkan?

Frekuensi kejadian serupa yang meningkat kembali menguji kepercayaan publik. Pelaku pasar mulai mempertanyakan efektivitas pengawasan internal Binance, terutama terkait perlindungan perdagangan di jam likuiditas rendah.

Sorotan juga tertuju pada lemahnya kontrol terhadap posisi berukuran besar. Kondisi ini dinilai membuka celah bagi pihak bermodal besar untuk memicu pergerakan harga ekstrem dalam waktu singkat.

Crypto Crash Bukan Karena Perang Tarif, Tapi Over Leverage

Di sisi lain, kekhawatiran komunitas kripto semakin meluas. Pasar crypto dianggap sangat rentan terhadap aksi manipulasi terkoordinasi yang memanfaatkan celah sistem dan volatilitas.

BACA JUGA:  Edukasi Ala Influencer Kripto RI: Cuan Dikejar, Pajak Terlupakan

Hingga kini, Binance belum memberikan pernyataan resmi. Tekanan untuk menghadirkan transparansi dan penjelasan yang jelas pun kian menguat, seiring kekhawatiran kejadian serupa akan kembali merugikan investor ritel.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia