Kolaborasi antara Manta Network dan Pruv Finance resmi membuka peluang investasi baru di sektor olahraga, khususnya lapangan padel, melalui skema tokenisasi berbasis blockchain.
Berdasarkan laporan Industry.co.id, kerja sama ini menghadirkan akses investasi berbasis aset nyata yang memungkinkan masyarakat berpartisipasi dalam pembiayaan dan pengelolaan infrastruktur olahraga secara digital.
Inisiatif tersebut difokuskan pada pengembangan, ekspansi, serta operasional lapangan padel di berbagai wilayah Indonesia, terutama di kawasan perkotaan. Melalui model tokenisasi, kepemilikan aset fisik dapat dipecah menjadi unit digital yang dapat diakses investor secara on-chain melalui Manta Network.
Skema ini memungkinkan kepemilikan fraksional, distribusi imbal hasil otomatis, serta pencatatan transaksi yang transparan.
Co-Founder Manta Network, Kenny Li, menyampaikan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis aset produktif.
“Inisiatif ini membuka akses terhadap instrumen investasi berbasis aset riil yang mampu menghasilkan pendapatan berkelanjutan melalui mekanisme tokenisasi,” ujar Kenny.
Program ini menjadi bagian dari upaya Manta untuk memperkuat pengembangan ekosistem aset dunia nyata (RWA) di Indonesia, dengan menjadikan sektor olahraga sebagai proyek percontohan. Lapangan padel dipilih karena dinilai memiliki permintaan yang stabil, tingkat okupansi tinggi, serta potensi pendapatan yang konsisten.
Skema Tokenisasi dan Akses Investor
Dalam implementasinya, Manta dan Pruv membentuk struktur pengelolaan khusus yang menghubungkan aset fisik lapangan padel dengan token digital. Aset-aset tersebut dikelola melalui entitas khusus yang berfungsi sebagai penghubung antara operasional lapangan dan sistem blockchain.
Token yang diterbitkan merepresentasikan kepemilikan atas sebagian aset serta hak atas pendapatan yang dihasilkan.
Seluruh transaksi dan distribusi hasil usaha dilakukan melalui kontrak pintar di jaringan Manta. Mekanisme ini memungkinkan investor menerima pembagian pendapatan secara otomatis sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing.
Selain itu, model ini juga membuka peluang bagi investor ritel untuk masuk ke sektor properti olahraga tanpa harus memiliki modal besar.
Menurut pihak pengembang, penggunaan teknologi blockchain bertujuan meningkatkan efisiensi pengelolaan aset, mengurangi biaya administrasi, serta mempercepat proses pencatatan kepemilikan. Dengan sistem ini, investor dapat memantau performa aset secara real time melalui platform digital yang disediakan.
“Kemitraan Manta Network dan Pruv Finance menjadi langkah penting dalam mengintegrasikan aset produktif tradisional dengan ekosistem keuangan terdesentralisasi,” ungkap Kenny.
Fokus pada Pertumbuhan Industri Padel
Pemilihan sektor padel sebagai fokus awal didasarkan pada pertumbuhan olahraga tersebut dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Lapangan padel relatif lebih efisien dari sisi penggunaan lahan dan memiliki tingkat pemanfaatan yang tinggi. Hal ini dinilai mendukung stabilitas pendapatan bagi pengelola dan investor.
Selain membiayai pembangunan fasilitas baru, dana hasil tokenisasi juga digunakan untuk pemeliharaan, peningkatan layanan, serta ekspansi jaringan lapangan di kota-kota besar. Beberapa lokasi yang telah beroperasi di Jakarta dan sekitarnya menjadi bagian dari portofolio awal program ini.
Manta dan Pruv menargetkan perluasan proyek ke wilayah lain seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga padel. Ke depan, model serupa juga berpotensi diterapkan pada sektor infrastruktur olahraga lain, seperti pusat kebugaran dan fasilitas rekreasi.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



