Kekecewaan datang dari sosok yang selama ini vokal mendukung kripto. Triliuner asal AS, Mark Cuban, mengaku telah melepas sebagian besar kepemilikan Bitcoin miliknya setelah performa BTC dinilai tidak sesuai ekspektasi.
Mark Cuban Soroti Kinerja Bitcoin
Dalam wawancaranya bersama Front Office Sports pada Selasa (19/05/2026), Mark Cuban mengungkap bahwa Bitcoin tidak bergerak sesuai harapan sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Ia sempat percaya BTC mampu melampaui emas sebagai penyimpan nilai.
Namun, realitas di pasar berkata lain. Di tengah pelemahan dolar AS dan gejolak geopolitik, termasuk konflik di Iran, Bitcoin justru menunjukkan performa yang tidak konsisten.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan harga emas yang, menurut Cuban, justru melonjak signifikan dalam periode yang sama. Hal ini memperkuat keraguannya terhadap narasi Bitcoin sebagai “emas digital.”
“Saya selalu berpikir ini adalah versi emas yang lebih baik dari emas itu sendiri. Tapi emas justru melonjak, sementara Bitcoin turun,” ujarnya, menegaskan perubahan pandangannya terhadap aset kripto terbesar tersebut.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti bahwa setiap kali dolar AS melemah, Bitcoin seharusnya menguat. Namun, pola tersebut tidak terjadi, sehingga menurutnya BTC gagal berfungsi sebagai lindung nilai seperti yang diharapkan.
BTC Melemah, Emas Unggul Jauh
Kekecewaan Cuban bukan tanpa dasar. Dalam satu tahun terakhir, harga BTC mengalami penurunan lebih dari 29 persen. Bahkan, posisinya kini masih 38 persen di bawah level ATH yang sempat dicapai pada Oktober 2025.
Sebaliknya, emas justru mencatatkan performa yang impresif. Dalam periode yang sama, logam mulia tersebut naik lebih dari 37 persen dan diperdagangkan di kisaran yang jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
Perbandingan ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Cuban mulai mempertanyakan narasi lama Bitcoin sebagai “emas digital.” Dalam kondisi pasar saat ini, gold justru tampil lebih solid sebagai aset pelindung nilai.
Situasi ini memperkuat pandangan bahwa korelasi antara Bitcoin dan faktor makro masih belum stabil, terutama saat pasar menghadapi tekanan global dan kebijakan moneter yang kompleks.
Pada akhirnya, pernyataan Cuban menjadi pengingat bahwa bahkan investor berpengalaman pun bisa merevisi pandangannya. Di pasar yang dinamis seperti kripto, ekspektasi tinggi tidak selalu berjalan seiring dengan realita.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


