Kabar penutupan salah satu marketplace NFT paling dikenal kembali menambah daftar panjang tekanan di industri koleksi digital. Nifty Gateway, marketplace NFT yang sempat menjadi simbol adopsi NFT ke pasar arus utama, akan menghentikan operasinya pada Februari 2026.
Keputusan tersebut memicu pertanyaan besar di kalangan pelaku pasar: apakah era NFT benar-benar telah berakhir, atau justru sedang memasuki fase konsolidasi yang lebih matang setelah melewati periode euforia?
Penutupan Marketplace NFT Nifty
Marketplace NFT milik Gemini, Nifty Gateway, mengumumkan bahwa mereka akan menutup operasional pada Februari mendatang. Dalam pengumuman yang disampaikan melalui X pada Sabtu (24/01/2026), manajemen menyatakan bahwa mereka telah memulai proses penutupan.
“Hari ini, kami mengumumkan bahwa platform Nifty Gateway akan ditutup pada 23 Februari 2026. Mulai hari ini, Nifty Gateway resmi masuk ke mode withdrawal-only,” jelas mereka.

Pemberitahuan penutupan juga ditampilkan langsung di laman Nifty Gateway. Pengguna diberikan opsi untuk menarik aset melalui akun Gemini yang terhubung atau langsung ke rekening bank dengan memanfaatkan layanan Stripe.
Pihak Nifty Gateway memastikan seluruh pengguna yang masih memiliki koleksi NFT, saldo ETH, maupun dolar AS akan menerima panduan penarikan aset secara rinci melalui email resmi.
Rebranding di Tengah Meredupnya Pasar NFT
Diluncurkan pada 2020, Nifty Gateway berperan besar dalam membawa NFT ke audiens yang lebih luas. Platform marketplace NFT ini memudahkan pembelian menggunakan kartu kredit, sehingga lebih ramah bagi pengguna non-kripto.
Marketplace NFT Nifty dikenal lewat kurasi drop eksklusif dari berbagai kreator ternama seperti Beeple dan Grimes. Strategi ini membuatnya cepat populer di tengah lonjakan minat terhadap NFT.
Pada puncak euforia pertengahan 2021, volume penjualan Nifty Gateway melampaui US$300 juta. Capaian tersebut menempatkannya sebagai salah satu pemain dominan di industri NFT global.
Namun, seiring pasar NFT mulai meredup, momentum juga memudar. Pada April 2024, Nifty Gateway menghentikan operasional marketplace tradisional dan melakukan rebranding menjadi Nifty Gateway Studio dengan fokus pada proyek kreatif onchain dan kolaborasi brand.
Langkah itu belum cukup menahan tekanan bisnis. Gemini menyebut penutupan ini sebagai bagian dari penyederhanaan strategi, seraya menegaskan dukungan terhadap NFT tetap berlanjut.
“Keputusan ini memungkinkan Gemini untuk mempertajam fokus dan mengeksekusi visinya dalam membangun one-stop super app bagi para pelanggan. Kami akan mendukung NFT melalui Gemini Wallet,” tulis pihak Gemini, Jumat (23/01/2026).
Pasar NFT Lesu, Sinyal Akhir atau Fase Seleksi?
Penutupan Nifty Gateway terjadi di tengah kondisi pasar NFT yang memang sedang lesu. Data dari CryptoSlam menunjukkan bahwa sejak akhir 2025, rata-rata volume transaksi NFT yang sebelumnya berada di atas US$10 juta per hari kini merosot tajam.

Tekanan serupa juga terlihat pada marketplace NFT lain. OpenSea, sebagai pemain terbesar di sektor ini, mengalami penurunan volume transaksi. Data dari Tokenterminal menunjukkan aktivitas perdagangan OpenSea sejak awal 2026 melemah signifikan.
Kondisi ini memicu spekulasi bahwa era NFT telah berakhir. Namun, sebagian pelaku industri menilai situasi saat ini lebih sebagai fase seleksi, di mana proyek spekulatif tersingkir dan NFT dengan utilitas jelas serta integrasi onchain berpeluang bertahan.
Penutupan Nifty Gateway menjadi penanda penting perubahan lanskap industri NFT. Bukan sekadar akhir sebuah platform, melainkan sinyal bahwa pasar kini menuntut model bisnis yang lebih matang, dengan arah masa depan NFT ditentukan oleh inovasi selanjutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



