Mastercard Kembangkan Blockchain untuk TradFi dan Cryptocurrency

Cryptocurrency kini bukan sekadar aset spekulatif, tetapi juga berperan penting sebagai alternatif yang semakin terintegrasi dengan sistem keuangan tradisional. Mastercard pun turut mengembangkan teknologi untuk menghubungkan TradFi dan kripto.

Blockchain untuk Cryptocurrency dan TradFi

Dilansir dari laporan Business Insider pada 1 April 2025, Mastercard tampaknya semakin serius mengembangkan teknologi blockchain dengan meluncurkan Multi-Token Network (MTN). Inisiatif ini bertujuan menjembatani institusi keuangan tradisional dengan aset digital.

Raj Dhamodharan, Wakil Presiden Eksekutif Blockchain dan Aset Digital Mastercard, menegaskan bahwa kini blockchain memiliki potensi besar untuk menciptakan model bisnis baru.

“Kami membawa skala dan jangkauan yang kami miliki untuk memastikan arus uang antara TradFi dan cryptocurrency dapat berjalan dengan cara yang sederhana dan praktis,” ujarnya.

Namun, menurutnya, masih ada tantangan besar yang harus diatasi oleh industri kripto saat ini, seperti ketidakjelasan kerangka hukum dan pengalaman pengguna yang belum sepraktis layanan tradisional.

Sebagai langkah konkret, Mastercard bekerja sama dengan beberapa institusi keuangan besar, termasuk JPMorgan dan Standard Chartered. Kolaborasi ini mencakup pembayaran lintas batas, tokenisasi, dan kredit karbon.

“Beberapa institusi keuangan tradisional tertarik untuk masuk ke ruang ini karena manfaat teknologi dan peluang model bisnis baru yang ditawarkannya,” tambah Dhamodharan.

Rencana Besar Mastercard

Untuk memperluas ekosistem kripto, Mastercard menerapkan dua pendekatan utama. Pertama, mereka ingin memberikan akses yang lebih luas kepada 3,5 miliar pemegang kartu di seluruh dunia agar dapat bertransaksi antara mata uang fiat dan aset digital.

Hingga saat ini, Mastercard telah meluncurkan lebih dari 100 program kartu berbasis cryptocurrency, termasuk kartu kredit, prabayar, dan kartu hadiah dengan cashback dalam bentuk aset digital.

“Aliran modal dan daya beli dari sisi konsumen sangat penting bagi keberhasilan sektor ini secara keseluruhan,” jelas Dhamodharan.

Pasar RWA Diprediksi Melonjak, Bisa Tembus Triliunan Dollar!

Pendekatan kedua menargetkan institusi keuangan dan perusahaan Wall Street. Dengan tren tokenisasi RWA, seperti properti dan obligasi, yang semakin berkembang, Mastercard berupaya menyediakan infrastruktur berbasis blockchain dan kripto.

Langkah ini mendukung pembiayaan perdagangan dan pembayaran lintas batas, sejalan dengan adopsi blockchain dan cryptocurrency yang kini semakin luas dalam sistem keuangan tradisional.

Multi-Token Network sebagai Dasar Penting

Mastercard mengembangkan Multi-Token Network sebagai fondasi utama untuk ekosistem kripto dan TradFi. Sejak diperkenalkan pada 2023, platform ini membantu institusi membangun solusi blockchain yang lebih efisien.

Pada November 2024, Mastercard juga memperkuat kerja sama dengan JPMorgan untuk mempercepat penyelesaian transaksi lintas batas, memungkinkan transaksi 24/7 tanpa hambatan waktu.

Kolaborasi Mastercard dan JPMorgan: Adopsi Blockchain Bakal Melejit

Mereka juga menguji token untuk pembayaran kredit karbon bersama Standard Chartered Bank di Hong Kong dan bermitra dengan Ondo Finance untuk tokenisasi dana pasar uang dan obligasi pemerintah.

Dengan lebih dari 250 paten blockchain dan dukungan bagi 43 startup melalui akseleratornya, Mastercard terus berinovasi untuk menciptakan ekosistem kripto yang lebih inovatif. 

Strategi ini semakin memperkuat posisi Mastercard di industri cryptocurrency sekaligus membawa keuangan tradisional lebih dekat dengan teknologi blockchain. [dp]

Terkini

Warta Korporat

Terkait