nce Cryptoiz membantu. Fitur ini memantau ratusan koin potensial di Binance perpetual sekaligus, lalu menyajikan beberapa informasi seperti volume, struktur tren, sinyal, ukuran risiko, hingga tanda yang perlu diwaspadai.
Namun, sebelum mulai menyaring altcoin satu per satu, ada satu bagian yang sebaiknya dilihat lebih dulu, yaitu kondisi tren Bitcoin sebagai acuan arah pasar secara umum.
Jangan Langsung Cari Koin, Lihat Kondisi Bitcoin Dulu
Bagian teratas scanner bisa dianggap sebagai “cuaca pasar”. Saat dipantau, Bitcoin berada di sekitar US$81.144 dan mendapat status DATAR, dengan momentum 4,89 dari skala 10.
Karena angka lima merupakan area netral, momentum 4,89 berarti BTC saat itu belum punya dorongan kuat ke salah satu arah. Funding juga terlihat masih normal di +0,0075 persen.
Ada pula data open interest serta label LONG_LIQUIDATION. Informasi ini membantu melihat apakah posisi futures sedang bertambah atau justru banyak posisi bullish yang ditutup.

Namun, status DATAR, NAIK atau TURUN bukan prediksi harga berikutnya. Indikator tersebut lebih tepat digunakan untuk membaca pergerakan yang sudah terjadi, bukan meramal 24 jam ke depan.
Jadi cara pakainya sederhana. Panel BTC dipakai sebagai salah satu indikator penting sebelum berburu altcoin. Kalau BTC netral, trader bisa lebih selektif dan tidak buru-buru menganggap semua kenaikan volume sebagai peluang long.
Target Besar Bukan Segalanya, Ini Cara Baca Sinyal EMAS
Masuk ke tab Sinyal, trader akan menemukan beberapa angka penting seperti Target, Stop, Ukuran, Risiko, Ayunan Harian, Volume, jarak dari ATH, hingga Batas.
Saat ini Cryptoiz hanya menampilkan tier EMAS. Tier PERAK sudah dicabut setelah evaluasi menunjukkan performanya melemah ketika sinyal berulang pada koin yang sama dihitung lebih ketat.
Yang perlu diperhatikan bukan cuma besar targetnya, tetapi hubungan antara Ayunan Harian, Stop, dan Ukuran posisi. Semakin volatil sebuah koin, biasanya semakin lebar stop dan semakin kecil ukuran posisi yang digunakan.
TRX misalnya, punya ayunan harian sekitar 2 persen, target +4,1 persen, stop minus 6,1 persen, dan ukuran posisi hingga 10 persen modal. Risiko aktualnya hanya sekitar 0,61 persen.

Sebaliknya, BR punya ayunan harian 12,9 persen, target +25,7 persen, dan stop minus 38,6 persen. Karena lebih liar, ukuran posisinya diperkecil menjadi 2,6 persen agar risiko tetap sekitar 1 persen modal.
Artinya, kolom Ukuran bukan menunjukkan seberapa yakin scanner terhadap sebuah koin kripto. Cryptoiz juga menyarankan entry pada penutupan harian berikutnya, lalu keluar saat Target, Stop, atau tanggal Batas tercapai lebih dulu.
Biar Lebih Jelas, Begini Cara Membacanya
Ambil BR sebagai contoh. Saat label EMAS muncul, trader tidak harus menganggapnya sebagai sinyal beli. Beberapa bagian bisa dicek lebih dulu secara berurutan:
- Cek aktivitasnya: BR tercatat ramai sekitar 27,4 kali dibanding kebiasaannya, tetapi harga 24 jam masih minus 6,2 persen.
- Lihat strukturnya: beberapa timeframe terlihat aktif, sehingga ada struktur teknikal yang bisa diperiksa lebih lanjut.
- Buka tab Sinyal: target berada di +25,7 persen, stop minus 38,6 persen, ukuran posisi 2,6 persen, dan risiko sekitar 1 persen.
- Cek Tanda Hindari: pastikan koin tidak sedang terkena funding ekstrem atau tekanan penjual agresif.
- Terakhir, buka chart: lihat apakah pergerakan harga, kondisi dan sentimen pasar masih mendukung skenario tersebut.

Cryptoiz sendiri menyarankan entry pada penutupan harian berikutnya setelah sinyal muncul. Setelah posisi dibuka, exit dilakukan saat Target, Stop, atau tanggal Batas tercapai lebih dulu.
Jadi, label EMAS bukan berarti langsung buy. Alurnya lebih pas dibaca sebagai sinyal → risiko → tanda hindari → chart → keputusan.
Koin Ramai Hanya Radar Awal, Bukan Sinyal Entry
Tab Semua Koin bisa dipakai sebagai radar awal. Trader dapat menyaring aset lewat filter Ada Sinyal, Baru Silang 4 Jam, Tumpuk 3 TF, Ramai 2 kali, hingga Ada Tanda Hindari.
Kolom Ramai membandingkan volume 24 jam dengan kebiasaan volume aset kripto itu sendiri selama sekitar 30 hari. Jadi ONE di 253,6 kali bukan berarti volumenya 253 kali lebih besar dari altcoin lain.
Menariknya, ONE justru turun 14,3 persen dan terkena tanda Hindari – funding. LSK juga ramai 36,5 kali, tetapi mendapat dua peringatan sekaligus, yakni indikator funding ekstrem dan penjual agresif.

Artinya, volume transaksi yang tinggi hanya memberi sinyal bahwa ada aktivitas tidak biasa. Arah pergerakannya tetap perlu dicek lewat harga, struktur, sinyal, dan tanda hindari.
Bagian Struktur membaca posisi harga terhadap MA50 dan MA200 pada timeframe 1 jam, 4 jam, dan 1 hari. Jika tiga timeframe aktif, struktur terlihat lebih selaras, tetapi tetap bukan sinyal beli otomatis.
Terakhir, cek tab Rapor untuk melihat hasil sinyal sebelumnya. Data EMAS memang positif, tetapi baru memiliki 11 kejadian independen, sehingga Cryptoiz sendiri menilai sampelnya belum cukup kuat dijadikan patokan.

Secara keseluruhan, Scan Binance di Cryptoiz cocok dipakai sebagai alat screening kripto daripada penentu keputusan. Semakin banyak indikator yang saling mendukung, semakin jelas pula konteks yang bisa dipakai trader sebelum membuka posisi.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


