Hasil imbang 0-0 antara Inggris dan Ghana di Piala Dunia 2026 tak hanya mengubah peta persaingan Grup L. Di balik laga yang berlangsung ketat itu, sejumlah trader di pasar prediksi Polymarket harus menelan kerugian besar akibat prediksi yang meleset.
Mayoritas pelaku pasar sebelumnya yakin Inggris mampu mengamankan kemenangan. Namun, kokohnya pertahanan Ghana membuat taruhan berujung boncos, dengan total kerugian trader mencapai sekitar Rp61,7 miliar.
Inggris Dominan, Ghana Tetap Tak Tertembus
Laga Inggris melawan Ghana yang berlangsung di Stadion Boston pada Rabu (24/6/2026) dini hari WIB menjadi salah satu pertandingan yang paling banyak menarik perhatian prediction market. Banyak pihak meyakini The Three Lions mampu mengamankan tiga poin.
Sejak menit awal, Inggris langsung mengambil kendali permainan. Tim asuhan Thomas Tuchel mengandalkan nama-nama besar seperti Jude Bellingham, Declan Rice, Anthony Gordon, Noni Madueke, hingga Harry Kane untuk membongkar pertahanan Ghana.
Namun, skenario yang diharapkan pendukung Inggris tidak berjalan sesuai rencana. Ghana tampil disiplin dan memilih bertahan pada Pildun 2026. Strategi tersebut membuat serangan Inggris berulang kali menemui jalan buntu meski mendominasi penguasaan bola.

Hingga menit ke-18, Inggris bahkan sempat mencatat penguasaan bola mencapai 88 persen. Meski demikian, dominasi tersebut tidak mampu dikonversi menjadi gol. Ghana berhasil membangun tembok pertahanan yang sulit ditembus.
Memasuki babak kedua, tekanan Inggris semakin intens. Peluang datang melalui Madueke, Gordon, hingga Nico O’Reilly yang nyaris mencetak gol lewat tendangan yang membentur mistar gawang. Akan tetapi, keberuntungan belum berpihak kepada mereka.
Saat peluit panjang dibunyikan, skor bertahan 0-0. Statistik menunjukkan Inggris menguasai 79 persen penguasaan dan melepaskan 19 tembakan, empat di antaranya mengarah ke gawang. Sebaliknya, Ghana hanya mencatat dua tembakan pada laga kedua mereka di Piala Dunia 2026.
Inggris Gagal Menang, Trader di Polymarket Rugi Rp61 Miliar
Hasil tersebut langsung memicu gejolak di Polymarket. Sebelum dimulai, mayoritas trader tampak percaya bahwa Inggris akan memenangkan laga melawan Ghana. Keyakinan itu tercermin dari banyaknya posisi “Yes” yang masuk ke pasar.
Namun, skor imbang membuat seluruh trader yang bertaruh pada kemenangan Inggris harus menerima kerugian. Akun weatherman12 menjadi salah satu yang paling terpukul dengan kerugian mencapai US$1,81 juta.
Kerugian juga dialami surfandturf yang kehilangan US$1,04 juta. Sementara itu, akun 888j mencatat kerugian US$298 ribu, disusul suntori sebesar US$156 ribu dan 0x5966 yang kehilangan lebih dari US$155 ribu.

Jika digabungkan, lima trader Polymarket terbesar di sisi “Yes” tersebut membukukan kerugian sekitar US$3,47 juta atau setara Rp61,7 miliar hanya dalam satu laga Piala Dunia 2026.
Di sisi lain, hasil imbang justru menjadi ladang cuan bagi trader Polymarket yang mengambil posisi “No“. Akun Qpkwks menjadi pemenang terbesar dengan keuntungan mencapai US$1,13 juta.
Keuntungan juga dinikmati wallet crypto berawalan 0x2c33 sebesar US$380 ribu, sbsigner sebesar US$349 ribu, AnonymousUsername US$99 ribu, serta GrizzliesSuck yang membawa pulang US$60 ribu.

Peluang Lolos Masih Terbuka, Pasar Prediksi Kena Pelajaran
Meski gagal meraih kemenangan, Inggris masih berada di puncak klasemen Grup L dengan koleksi empat poin. Harry Kane dan rekan-rekannya kini akan menghadapi Panama pada laga terakhir fase grup.
Di belakang Inggris, Ghana terus membayangi dengan koleksi poin yang sama di klasemen Grup L Piala Dunia 2026. The Black Stars bersiap menghadapi Kroasia dalam laga penentuan yang akan menentukan peluang mereka lolos ke fase berikutnya.
Bagi trader Polymarket, hasil pertandingan ini menjadi pengingat bahwa dominasi di atas kertas tidak selalu berakhir sesuai ekspektasi. Inggris memang menguasai pertandingan, tetapi sepak bola kerap menghadirkan cerita yang sulit ditebak.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


