Pasar kripto bergerak cepat, tetapi koin kripto yang trending belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk dibeli. Di sinilah fitur Scan Binance milik CryptoIZ hadir untuk membantu menyaring kripto potensial sebelum trading.
Cara Cryptoiz Scan Binance Membaca Aktivitas Koin di Pasar
Scan Binance dirancang untuk membantu trader memantau aktivitas pasar Binance perpetual dalam satu halaman. Per 31 Agustus 2026, fitur ini mencakup 672 koin dengan data sinyal, struktur, volume, hingga tanda risiko.
Bagian teratas memberikan gambaran singkat kondisi pasar. Bitcoin saat itu berada di US$79.005, naik 1,13 persen, dengan momentum 5,58, open interest 107.123, serta funding rate positif 0,0071 persen.
Setelah itu, trader bisa melihat kripto potensial yang aktivitasnya melonjak dibanding kebiasaan 30 hari terakhir. Cara bacanya sederhana, 1 kali berarti normal, sedangkan 3 kali menunjukkan aktivitas tiga kali lebih ramai.

Contohnya terlihat pada BTR yang mencatat aktivitas 103,1 kali lebih ramai dari biasanya, tetapi harganya justru turun 4,8 persen. Sementara itu, PROM ramai 29,7 kali dan menguat 8,7 persen.
Dari sini terlihat bahwa aktivitas tinggi tidak selalu sejalan dengan kenaikan. Cryptoiz sendiri menempatkan data tersebut sebagai bahan observasi, bukan sinyal beli, terlebih keunggulan koin ramai juga terus menyusut dari 4,5 menjadi 1,3 lalu 0,1 poin.
Ada Sinyal, Target, sampai Ukuran Risiko Sebelum Entry
Cryptoiz juga menyediakan tab sinyal yang lebih terstruktur. Pada 29 Agustus, terdapat sepuluh sinyal EMAS lengkap dengan target, stop, ukuran posisi, risiko, ayunan harian, volume, jarak dari ATH, hingga batas waktu.
Rentang targetnya cukup lebar. TRX memiliki target 3,5 persen dan stop 5,3 persen dengan ukuran posisi 10 persen, sedangkan ON menampilkan target 47,9 persen, stop 71,9 persen, dan ukuran hanya 1,4 persen.
Logikanya sederhana, makin liar pergerakan sebuah aset kripto potensial, makin kecil ukuran posisi yang disarankan. Cryptoiz menargetkan risiko sekitar 1 persen modal per posisi, bukan sekadar mengejar target profit sebesar-besarnya.

Aturan penggunaannya juga dibuat cukup jelas. Pengguna diarahkan masuk saat pembukaan hari berikutnya, membatasi total risiko terbuka sekitar 6 persen, memasang stop, lalu keluar saat target, stop, atau batas 30 hari tercapai.
Menariknya, Cryptoiz menyebut sinyal EMAS konsisten positif dalam pengujian, meski jumlah sampelnya masih terbatas. Sementara itu, tingkat PERAK dicabut setelah hasil pengukuran memburuk ketika sinyal berulang pada koin yang sama.
Bukan Cuma Cari Kripto Potensial, Cryptoiz Juga Punya Alarm Risiko
Bagian yang cukup menarik justru ada pada fitur Tanda Hindari. Dari berbagai indikator yang diuji, platform analisis kripto ini menampilkan dua kondisi yang lolos pengujian, yakni funding ekstrem dan dominasi penjual agresif.
Pada funding di 1 persen terbawah, kinerjanya tercatat tertinggal 2,35 persen dalam tujuh hari hingga 5,65 persen dalam 30 hari dibanding koin lain, berdasarkan 1.332 kejadian.
Sementara itu, dominasi penjual agresif seharian tertinggal 2,2 persen hingga 6,1 persen dari 807 kejadian. Namun, kondisi ini tidak otomatis menjadi sinyal short karena pengujian short juga disebut merugi.
Contohnya terlihat pada OGN yang mencatat funding minus 2,411 persen per hari dan dominasi penjual agresif, lalu turun 8,7 persen dalam 24 jam. MAGMA juga turun 3 persen dengan tanda serupa.
Rekam jejak funding memberi gambaran tambahan. Dari 95 tanda, sebanyak 89 telah matang tujuh hari dan 69 persen tertinggal, sedangkan 63 matang 30 hari dengan 81 persen tertinggal rata-rata 10,5 persen.

Meski begitu, batasannya penting. Label kondisi Cryptoiz disebut cocok dengan pergerakan masa lalu sebesar 91,1 persen, tetapi ketepatannya untuk membaca 24 jam berikutnya hanya 46,7 persen.
Karena itu, Scan Binance lebih tepat dipakai sebagai alat penyaringan, bukan mesin ramalan. Fitur ini membantu mempersempit pilihan kripto potensial, membaca konteks risiko, lalu memberi trader titik awal untuk analisis lanjutan.Â
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


