Di dunia kripto, keberadaan para whale selalu menjadi sorotan karena pengaruh besar mereka terhadap pergerakan pasar. Baru-baru ini, perhatian tertuju pada satu sosok misterius yang diduga menguasai lebih dari 100.000 BTC.
Analis on-chain bernama Eye membagikan hasil investigasinya di X pada Minggu (12/10/2025). Ia menyebut bahwa whale ini bukan hanya penyimpan pasif, melainkan juga pelaku di balik transaksi miliaran dolar di platform Hyperliquid dan Hyperunit.
Jejak On-Chain Ungkap Identitas Whale Hyperliquid
Investigasi yang diungkapkan oleh analis on-chain Eye menunjukkan bahwa whale membuka posisi short BTC senilai US$735 juta. Wallet yang melakukan short tersebut menerima dana untuk biaya transaksi dari wallet 0x52d3, yang sempat menyetor US$4,1 juta.

Selama Agustus dan September, whale dilaporkan menjual lebih dari 35.000 BTC untuk membeli ETH, menggunakan kombinasi spot dan perpetual via Hyperliquid/Hyperunit melalui sejumlah dompet BTC, termasuk 169qYZ, 17MWdx, dan beberapa lainnya.
Hasil konversi BTC ke ETH masuk ke beberapa alamat Ethereum yang menerima total lebih dari 570.000 ETH. Semua dana kemudian disetor ke Beacon Deposit Contract (alamat kontrak: 0x2F44) untuk staking.
Kontrak staking ini awalnya dideploy oleh alamat 0xBFBa dan didanai oleh wallet 0x1CB, yang menerima dana pertama dari ereignis.eth di BSC. Wallet ereignis.eth sendiri menjadi yang pertama berinteraksi dengan kontrak staking.
“Dompetnya menerima dana pertama dari ereignis.eth di jaringan BSC. Setelah kontrak staking diluncurkan, dompet pertama yang berinteraksi dengannya adalah ereignis.eth, yang menyetorkan 32 ETH,” jelas Eye.

Investigasi lanjutan menemukan bahwa alamat ereignis.eth juga memiliki ENS kedua bernama garrettjin.eth, yang terhubung dengan akun X GarrettBullish. Temuan ini menjadi petunjuk penting dalam menelusuri identitas di balik aktivitas wallet tersebut.

Keterkaitan ini menimbulkan dugaan bahwa whale tersebut adalah Garrett Jin, sosok yang dikenal lama berkecimpung di dunia keuangan dan kripto. Namun, sejauh ini hal tersebut masih sebatas hasil investigasi dan belum mendapat konfirmasi resmi.
Rekam Jejak Garrett di Dunia Kripto
Garrett Jin sendiri adalah lulusan ekonomi Boston University pada 2008. Setelah lulus, ia memulai karier sebagai intern di China Construction Bank hingga 2011, sebelum mendirikan Da Yo Trading, yang beroperasi dari 2012 hingga 2014. Jejak ini menandai awal perjalanan Garrett di dunia bisnis dan investasi, sebelum terjun lebih dalam ke industri kripto.
Dari 2017 hingga 2020, Garrett menjabat sebagai CEO BitForex, sebuah crypto exchange yang tersandung kontroversi terkait falsifikasi volume trading. Pada 2023, BitForex kembali menjadi sorotan setelah regulator Jepang, Financial Services Agency (FSA), menyoroti operasinya yang berjalan tanpa registrasi resmi.
Setelah kejatuhan BitForex, Garrett mendirikan WaveLabs VC (2020–2023), yang meluncurkan sejumlah proyek inovatif seperti TanglePay (2021), IotaBee (2022), dan GroupFi AI (2023). Proyek ini menunjukkan fokusnya pada pengembangan blockchain yang lebih luas dan kompleks.

TanglePay, misalnya, adalah mobile dan Chrome wallet untuk IOTA yang mendukung staking, menegaskan ambisinya dalam memperluas pengaruh di industri kripto. Sejak 2024, Garrett juga mendirikan XHash, platform institusional untuk non-custodial staking untuk ETH.
Keterkaitan Garrett dengan aktivitas besar di Hyperliquid/Hyperunit semakin diperkuat melalui ENS ereignis.eth, terutama setelah CZ Binance membagikan hasil investigasinya. Saat ini, ia masih memegang 46.295 BTC dengan nilai sekitar US$5,19 miliar, tersebar di beberapa wallet crypto, menegaskan pengaruh besarnya di pasar.
Dengan rekam jejak panjang dan kontroversial, Garrett Jin diduga menjadi whale kripto yang berpengaruh besar, meski masih berdasarkan investigasi dan belum dikonfirmasi sepenuhnya. Kasus ini tetap memicu perdebatan mengenai pengaruh individu terhadap pasar kripto. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



