Aster memasuki fase pengembangan baru yang ambisius. Sebagai salah satu platform perpetual DEX populer dengan biaya rendah, proyek ini kini menyiapkan fondasi jangka panjang untuk memperkuat dan memperluas ekosistemnya.
Melalui roadmap Aster terbaru, tim berfokus pada peluncuran blockchain Layer-1 (L1), ekspansi kolateral multi-aset, dan peningkatan sistem insentif bagi pengguna. Setiap langkah dirancang untuk memperkuat utilitas dan keberlanjutan jaringan.
Transformasi Aster Melalui Rocket Launch
Pada 24 Oktober 2025, Aster meluncurkan Rocket Launch, inisiatif baru untuk mempercepat pertumbuhan proyek melalui sistem hadiah berbasis aktivitas trading. Program ini berlangsung hingga 6 November 2025 dan menjadi langkah penting dalam perluasan ekosistem Aster.
Berbeda dari launchpad konvensional, Rocket Launch mengusung pendekatan berkelanjutan. Aster membantu proyek baru tumbuh secara organik melalui dukungan likuiditas dan visibilitas. Dana dari proyek partisipan dialokasikan untuk membeli kembali ASTER.
Setiap kampanye Rocket Launch memiliki reward pool berisi ASTER dan token mitra. Setiap pengguna yang memperdagangkan pasangan token tertentu di pasar spot atau perpetual akan mendapat hadiah sesuai volume transaksi mereka.
Sistem ini mensyaratkan kepemilikan minimum ASTER, memastikan peserta berkomitmen pada ekosistem. Kampanye perdana menghadirkan APRO (AT) — proyek oracle lintas RWA, AI, dan DeFi — dengan total hadiah mencapai US$200.000.
VIP Tiers dan Multi-Asset Collateral Aster
Sejalan dengan kampanye Rocket Launch, tim pengembang Aster secara konsisten berupaya untuk terus memperkuat infrastrukturnya melalui sejumlah pembaruan penting dan strategis.
Dalam sesi Binance Live pada akhir April 2025, Ember, Head of Business Development Aster, menegaskan bahwa timnya meningkatkan pengalaman pengguna dengan mengintegrasikan berbagai fitur baru.
“Kami menguji dan menyempurnakan seluruh pengalaman trading dan antarmuka. Saat ini, kami sedang mengembangkan fungsi kolateral multi-aset, termasuk menambahkan lebih banyak token, seperti USDF atau PT-USDF dari Pendle, sebagai kolateral untuk trading di Aster,” jelas Ember.
Selain itu, Aster akan segera memperkenalkan sistem VIP Tiers dan juga Referral 2.0, yang memberikan kesempatan bagi setiap pengguna dengan volume perdagangan tinggi untuk menikmati potongan biaya lebih besar.
Dalam sesi AMA terpisah pada awal April 2025, CEO Leonard menekankan bahwa Aster ingin menghadirkan biaya termurah di pasar perpetual DEX, sekaligus meluncurkan sistem komisi bertingkat untuk memperkuat komunitas.
“Kami akan memperbarui program referral agar lebih menguntungkan. Semakin besar volume perdagangan yang dihasilkan referral pengguna, semakin tinggi pula tingkat komisi yang diterima oleh mereka,” ungkapnya.
Fokus ke Depan: Layer-1 Aster untuk Privasi dan Efisiensi
Langkah paling ambisius dalam roadmap Aster adalah peluncuran Layer-1 Blockchain pada 2026. Dalam wawancara bersama CoinBureau akhir September lalu, Leonard mengonfirmasi bahwa blockchain ini saat ini tengah menjalani pengujian.
“Kami akan segera meluncurkan blockchain Layer-1 (L1) milik kami sendiri. Saat ini, kami sedang mengujinya secara internal dan melakukan berbagai uji coba,” ungkap Leonard.
Layer-1 Aster akan memanfaatkan zero-knowledge proofs (ZK-proofs) untuk memastikan transaksi dapat diverifikasi secara on-chain tanpa mengungkap detail sensitif, seperti ukuran order atau keuntungan pengguna.
“Cara kami merancangnya, pengguna dapat melakukan trading dengan privasi, sekaligus tetap memungkinkan verifikasi, sehingga pengguna bisa memverifikasi transaksi, tetapi orang lain tidak bisa,” tambahnya.
Pendekatan ini menandai arah baru bagi platform perpetual Aster, yang menggabungkan efisiensi, privasi, dan keandalan dalam satu ekosistem terintegrasi.
Dengan roadmap Aster yang mencakup inovasi di berbagai lini — mulai dari infrastruktur blockchain hingga insentif pengguna — perps DEX ini siap mengukuhkan posisinya sebagai pemain penting di sektor DeFi. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



