Mengapa Bitcoin Sulit Terbang? Ada Ancaman Besar dari Pasar Obligasi AS

Pergerakan Bitcoin dinilai masih menghadapi hambatan besar dari faktor makroekonomi global meskipun sejumlah sinyal teknikal mulai menunjukkan peluang pemulihan harga dalam jangka pendek.

Analis on-chain Darkfost di CryptoQuant menyoroti tingginya imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS yang saat ini berada di level tertinggi sepanjang sejarah Bitcoin, sebuah kondisi yang dinilai membatasi aliran likuiditas ke aset berisiko.

Menurut Darkfost, pasar obligasi AS saat ini menawarkan kondisi yang belum pernah dihadapi Bitcoin sejak aset tersebut lahir.

Meskipun pada masa lalu suku bunga acuan The Fed dan indeks dolar AS (DXY) pernah berada di level yang lebih tinggi, pasar saat ini masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun. Kondisi tersebut membuat biaya uang tetap mahal dan likuiditas di pasar keuangan menjadi lebih ketat.

Yield Obligasi AS Jadi Hambatan Besar bagi Bitcoin

Darkfost menjelaskan bahwa kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang selama ini sering beriringan dengan melemahnya kondisi pasar aset berisiko, termasuk Bitcoin. Saat ini, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun dan 30 tahun bergerak di kisaran 4,5 persen hingga 5 persen, level yang dianggap sebagai titik krusial bagi arah pasar keuangan global.

Bitcoin dan obligasi 14 juni

Ia menilai tingkat imbal hasil tersebut membuat premi risiko yang ditawarkan aset seperti Bitcoin menjadi kurang menarik dibandingkan instrumen pendapatan tetap yang menawarkan pengembalian lebih stabil. Akibatnya, sebagian investor memilih bertahan di pasar obligasi dibandingkan meningkatkan eksposur ke aset kripto.

BACA JUGA:  Harga Kripto Hari Ini 27 Mei 2026: PEPE dan PNUT Diam-diam Bangun Momentum, Siap Meroket?

“Biaya uang sangat tinggi dan likuiditas sangat terbatas,” ungkap Darkfost.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Menurutnya, investor saat ini belum memiliki tingkat keyakinan yang cukup kuat untuk mengambil risiko lebih besar. Situasi tersebut pada akhirnya membebani pasar kripto dan menghambat terbentuknya momentum bullish yang lebih kuat.

Meski demikian, Darkfost menilai kondisi tersebut tidak akan berlangsung selamanya. Ia memperkirakan diperlukan waktu berbulan-bulan hingga pasar memperoleh visibilitas ekonomi yang lebih jelas.

Jika kepercayaan terhadap pasar utang meningkat dan permintaan obligasi kembali naik, imbal hasil berpotensi turun sehingga premi risiko aset seperti Bitcoin kembali terlihat lebih menarik bagi investor.

Darkfost juga menilai arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan perkembangan ekonomi AS dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi faktor penting yang menentukan bagaimana proses tersebut berkembang.

False Breakout Belum Akhir Cerita, Bitcoin Masih Punya Peluang

Di tengah tekanan makro tersebut, analis Linda melihat struktur teknikal Bitcoin mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan meskipun masih menghadapi sejumlah hambatan penting.

BTC analisis 14 jn

Menurutnya, harga sempat menembus area resistance US$64.250 namun gagal mempertahankan momentum sehingga membentuk false breakout. Meski demikian, tekanan jual yang muncul setelah penolakan tersebut dinilai relatif lemah, menandakan pihak penjual belum sepenuhnya menguasai pasar.

BACA JUGA:  Mitra Ripple Ini Terapkan Claude AI ke Bank hingga Kripto, Pertama di Jepang

Linda menjelaskan bahwa Bitcoin masih bergerak di bagian atas rentang konsolidasi yang terbentuk sejak awal Juni. Area US$62.377 menjadi support terdekat yang perlu dipertahankan agar struktur bullish jangka pendek tetap terjaga.

Sementara itu, resistance utama berada di US$64.250 dan US$64.740 yang berfungsi sebagai batas atas area konsolidasi sekaligus zona point of interest (POI) yang berpotensi menentukan arah pergerakan berikutnya.

Apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas kedua level tersebut, Linda menilai peluang kenaikan menuju US$66.000 akan semakin terbuka. Setelah itu, target berikutnya berada di sekitar US$67.300.

Namun selama konfirmasi breakout belum terjadi, ia memperkirakan pergerakan Bitcoin masih berpotensi terbatas dalam fase konsolidasi atau koreksi jangka pendek.

Pasar Dekati Zona Panas, Rejection atau Breakout?

Pandangan lain datang dari analis CryptoZ yang menyoroti keberadaan zona teknikal penting di kisaran US$64.700 hingga US$65.700. Area tersebut bertepatan dengan Fair Value Gap (FVG) harian dan level Bearish Continuation minggu yang saat ini menjadi pusat likuiditas utama pasar.

Bitcoin analisis 14 jn

Menurut CryptoZ, skenario yang paling mungkin terjadi dalam waktu dekat adalah harga bergerak untuk menguji area tersebut terlebih dahulu sebelum menentukan arah berikutnya.

BACA JUGA:  Kripto HYPE Melejit ke US$68, Grayscale Sebut Potensinya Belum Habis

Dalam skenario bearish, Bitcoin dapat menyapu likuiditas di area US$64.700–US$65.700 sebelum mengalami penolakan dan kembali bergerak turun. Zona tersebut dinilai sebagai resistance penting yang berpotensi memicu aksi ambil untung setelah reli pemulihan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Namun ia juga melihat peluang bullish apabila harga berhasil merebut kembali dan bertahan di atas US$65.700. Jika kondisi itu tercapai, ruang kenaikan menuju US$68.200 berpotensi terbuka. Level tersebut bertepatan dengan Quarterly Open yang saat ini menjadi resistance utama berikutnya.

Meski demikian, CryptoZ mengingatkan bahwa area US$68.200 juga berpotensi menjadi titik penolakan yang kuat. Berdasarkan pola historis, pergerakan tajam yang terjadi pada awal bulan sering kali diikuti fase pullback atau akumulasi pada pertengahan bulan sebelum tren utama kembali berlanjut.

Dengan demikian, meskipun sejumlah indikator teknikal mulai menunjukkan peluang pemulihan, faktor makro yang berasal dari pasar obligasi AS masih menjadi tantangan besar yang dapat memengaruhi laju Bitcoin dalam beberapa bulan mendatang.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait