Penurunan tajam pasar crypto kembali terjadi dalam beberapa hari terakhir, ditandai dengan anjloknya harga Bitcoin di bawah rekor tertinggi tahun 2021 serta melemahnya mayoritas altcoin. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan investor global.
Analis kripto Ash Crypto menjelaskan bahwa kejatuhan tersebut dipengaruhi oleh tekanan makroekonomi, memburuknya sentimen pasar, serta meningkatnya ketidakpastian global.
Dalam analisis terbarunya, Ash Crypto menyebut bahwa pelemahan pasar crypto terjadi bersamaan dengan penurunan di berbagai kelas aset lain.
“Saat ini bukan hanya kripto yang turun, saham, logam mulia dan minyak juga mengalami tekanan besar,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan investor tengah keluar dari aset berisiko, termasuk kripto, untuk mengamankan dana mereka.
Penurunan ini terjadi ketika data ekonomi AS menunjukkan perlambatan dan pasar keuangan global mengalami volatilitas tinggi. Dampaknya terasa di berbagai bursa kripto utama dunia, termasuk di Asia dan Eropa, yang mencatat lonjakan volume penjualan dalam waktu singkat.
Tekanan Global dan Gelombang Aset Berisiko
Ash Crypto menilai bahwa melemahnya pasar crypto tidak bisa dilepaskan dari kondisi pasar keuangan global. Dalam beberapa hari terakhir, indeks saham utama mengalami koreksi, harga emas turun dan harga minyak melemah. Situasi ini menandakan pergeseran besar dalam preferensi investor terhadap risiko.
“Investor saat ini memilih keluar dari aset berisiko karena ketidakpastian ekonomi yang meningkat,” ungkap Ash Crypto.
Ia menjelaskan bahwa ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi, serta kebijakan moneter ketat membuat investor lebih berhati-hati dalam menempatkan modal.
Di AS, data pemutusan hubungan kerja pada Januari tercatat meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, laporan JOLTS menunjukkan penurunan jumlah lowongan kerja. Sementara itu, bank sentral AS masih mempertahankan kebijakan suku bunga ketat dan belum memberi sinyal jelas soal pemangkasan.
Kombinasi faktor tersebut memicu kekhawatiran resesi, sehingga investor melakukan aksi jual di berbagai instrumen keuangan. Pasar crypto pun ikut tertekan sebagai bagian dari aset berisiko tinggi.
Sentimen Negatif dan Gelombang Kepanikan
Selain tekanan makro, Ash Crypto juga menyoroti maraknya sentimen negatif atau fear, uncertainty, and doubt (FUD) yang menyebar secara bersamaan. Berbagai isu, mulai dari rumor tentang pencipta Bitcoin, kondisi keuangan perusahaan besar, stabilitas stablecoin, hingga ancaman teknologi kuantum, membanjiri ruang diskusi publik.
“Banyak narasi negatif muncul secara bersamaan dan memicu kepanikan massal di pasar,” ungkapnya.
Menurut Ash Crypto, situasi ini mempercepat aksi jual, khususnya dari investor ritel yang cenderung bereaksi cepat terhadap informasi negatif.
Akibatnya, pasar crypto mengalami tekanan berlapis, baik dari faktor eksternal maupun internal. Harga sejumlah altcoin utama mencatat penurunan dua digit dalam waktu singkat, sementara likuidasi posisi leverage meningkat tajam di berbagai platform perdagangan derivatif.
Pengamat menilai, fenomena ini mencerminkan lemahnya kepercayaan jangka pendek terhadap pasar, meskipun secara fundamental sejumlah proyek masih menunjukkan perkembangan.
Indikasi Oversold dan Peluang Pemulihan Pasar Crypto
Meski kondisi pasar crypto tengah tertekan, Ash Crypto menilai bahwa pasar mulai memasuki fase jenuh jual. Ia menyebut bahwa indikator teknikal menunjukkan tekanan yang sangat tinggi.
“Indikator RSI mingguan Bitcoin saat ini bahkan lebih rendah dibandingkan saat krisis FTX,” ujarnya.
Selain Bitcoin, ia menambahkan bahwa sebagian besar altcoin juga berada dalam kondisi oversold.
Menurut Ash Crypto, situasi tersebut menandakan bahwa pasar mendekati titik terendah dalam siklus penurunan. Namun, ia menegaskan bahwa arah pemulihan tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi dan kebijakan moneter global.
Analis juga mengingatkan bahwa volatilitas masih berpotensi tinggi dalam waktu dekat. Investor diimbau untuk mencermati perkembangan ekonomi global, pernyataan bank sentral, serta dinamika sentimen pasar sebelum mengambil keputusan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



