Mengapa Solana Menjadi Pilihan Utama Pengembang Game Non-EVM?

Game berbasis blockchain semakin berkembang, tetapi mengapa blockchain Solana menjadi favorit para game developer non-EVM? Biaya transaksi yang super murah dan kecepatan super adalah beberapa di antaranya. Ada lagi?

Ekosistem Ethereum memang masih menjadi pilihan nomor satu bagi studio yang mengembangkan game berbasis blockchain. Namun, serupa dengan bagaimana tingginya harga Bitcoin dan Ether (ETH), membuka ruang untuk munculnya kripto baru, popularitas ekosistem Ethereum juga membuat pihak-pihak pengembang memutar kepala untuk mencari ekosistem alternatif yang bisa mendukung kelangsungan industri blockchain game. Mengingat pentingnya konsep desentralisasi dalam blockchain, adalah masuk akal untuk tidak hanya bergantung pada satu-dua ekosistem kripto.

Disinilah Solana muncul. Untuk perusahaan game yang tidak ingin terlalu bergantung pada ekosistem Ethereum, blockchain yang native crypto-nya bersimbol SOL ini, bisa menjadi pilihan yang tepat. Saat ini, sudah ada ratusan game yang dikembangkan menggunakan blockchain super cepat ini, dan angka ini akan terus bertambah. 

Solana: Kecepatan dan Scalability

Salah satu keunggulan utama Solana adalah kemampuannya untuk menangani sejumlah transaksi yang besar dengan cepat. Ketika Ethereum hanya bisa memproses 15-20 transaksi per detik, Solana bisa memproses 10.000 transaksi per detik. Sedangkan dari segi transactional finality, Ethereum perlu waktu hingga 6 menit. Sementara Solana sekitar 2,5 detik saja. Ini mengacu pada kemampuan blockchain untuk memastikan atau menjamin bahwa transaksi kripto tidak dapat diubah, dibalik, atau dibatalkan setelah selesai. Nah, itulah alasan mengapa teknologi yang satu ini menjadi tempat terbaik bagi online game, karena rata-rata game seperti itu membutuhkan transfer rate yang cukup tinggi. Alhasil, kecepatan transaksi akan mempengaruhi user experience pula. 

Blockchain ini juga dikenal sangat fleksibel, sehingga bisa digunakan untuk game yang baru rilis perdana maupun yang sudah memiliki user base yang besar. Keunggulan kecepatan dan skalabilitas Solana memberikan kesempatan bagi pengembang game untuk menciptakan pengalaman bermain yang lebih responsif dan dinamis.

Biaya Transaksi Rendah Kurang dari Rp2

Pengembang game seringkali dihadapkan pada masalah biaya transaksi tinggi di blockchain lainnya, terutama di Ethereum. Solana menawarkan biaya transaksi (gas fees) yang rendah, yakni di antara US$0,0001-0,0003 (kurang dari Rp2). Hal ini membuatnya jauh lebih ekonomis dibandingkan Ethereum atau blockchain Polygon. 

Biaya yang rendah ini dapat menjadi faktor penting bagi pengembang game independen atau startup dengan anggaran terbatas, karena rendahnya biaya, memberikan mereka ruang untuk mengalokasikan dana untuk hal-hal seperti pengembangan konten dan pemasaran.

Smart Contracts yang Lebih Efisien

Smart contracts Solana dikenal lebih efisien dibandingkan rival utamanya, Ethereum. Salah satu fitur unggulannya adalah fitur yang memperbolehkan pengembang untuk melakukan pembaruan tanpa menghentikan operasi smart contract yang sedang berlangsung. Hal ini memberikan fleksibilitas tambahan kepada pengembang game untuk memperbaiki bug atau meningkatkan fitur tanpa mengganggu pengalaman pengguna. Walau Ethereum juga mempunyai fitur ini, aplikasinya belum menyeluruh sebagaimana Solana. 

Komunitas dan Dukungan Developer

Solana telah berhasil membangun komunitas yang kuat di kalangan pengembang game. Cukup banyak studio-studio yang mengembangkan game menggunakan blockchain ini, seperti AMTA (Star Atlas), Aurory (Aurory), dan Yaku Corp (Yaku). 

Ditambah lagi, blockchain ini memiliki proyek bersama tiga venture capital yakni Solana Ventures, Forte, dan Griffin Gaming Partners, untuk berinvestasi pada perusahaan yang mengembangkan game desentralisasi dengan Solana. Ukuran fund yang didedikasikan untuk proyek ini juga cukup besar, yakni di kisaran US$150 juta. 

Dengan menyediakan alat dan sumber daya yang komprehensif, Solana mendukung pengembang dalam memahami dan menerapkan solusi blockchain. Program insentif, hackathon, dan dukungan teknis yang aktif membantu mempercepat inovasi di bidang game, menjadikan Solana tempat yang menarik bagi banyak pengembang yang mencari kolaborasi dan dukungan.

Mendukung Migrasi dan Integrasi Blockchain Lain

Teknologi blockchain Solana didesain untuk mempermudah migrasi dan integrasi dengan blockchain lainnya. Konsep ini biasa juga disebut interoperability. Blockchain lain yang memiliki interoperability optimal dengan Solana adalah Ethereum. Artinya, apabila ada pengembang game yang ingin mengganti platform-nya ke Solana dari Ethereum maupun sebaliknya, proses migrasi yang dilakukan akan lebih mudah dan cepat. Ada pula opsi untuk menggunakan kedua platform ini secara bersamaan dengan menggunakan Ethereum Virtual Machine (EVM) seperti NeonEVM. 

Kemudahan yang ditawarkan Solana memungkinkan pengembang game untuk mengintegrasikan aset dan fungsionalitas dari berbagai sumber, yang membuka peluang untuk memberikan yang lebih kaya dan kompleks untuk gamers. 

Solana telah sukses menarik perhatian banyak pengembang game non-EVM, dan bukan tanpa alasan. Dengan kombinasi faktor-faktor seperti kecepatan, scalability, dan biaya transaksi rendah, Solana memberikan ekosistem pengembangan game yang menarik dan mampu bersaing dengan nama-nama besar di industri game blockchain.

Maka dari itu, tak aneh jika semakin banyak game developer yang melihat Solana sebagai pilihan utama untuk menciptakan pengalaman game yang inovatif dan memukau bagi pemain di seluruh dunia. [ps]

Terkini

Warta Korporat

Terkait