Mengenal Automated Market Maker (AMM) di Dunia Kripto

Dalam beberapa tahun terakhir, ekosistem DeFi berkembang dan menghadirkan cara baru dalam melakukan transaksi kripto. Salah satu inovasi paling penting di balik pertumbuhan ini adalah AMM. Mekanisme ini mengubah cara jual beli aset digital, tanpa bergantung pada pihak perantara seperti crypto exchange terpusat.

Apa Itu Automated Market Maker (AMM)?

Automated Market Maker adalah sistem perdagangan kripto yang memungkinkan transaksi berlangsung otomatis tanpa order book. Dalam model ini, harga aset tidak ditentukan oleh kecocokan penjual dan pembeli, melainkan oleh algoritma dan likuiditas dalam pool.

Pada bursa terdesentralisasi (DEX), AMM berfungsi sebagai mesin utama yang menjaga aktivitas perdagangan tetap berjalan. Selama pool memiliki dana yang cukup, transaksi dapat dilakukan kapan saja tanpa perlu menunggu pihak lain memasang order.

Melalui mekanisme tersebut, pengguna dapat menukar aset secara langsung dengan tingkat kecepatan dan kepastian yang lebih tinggi. Proses ini berlangsung sepenuhnya on-chain dan minim campur tangan pihak ketiga.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Konsep AMM inilah yang kemudian menjadi fondasi utama banyak protokol DeFi saat ini. Tanpa sistem ini, trading crypto di jaringan terdesentralisasi berpotensi berjalan lebih lambat dan kurang efisien.

10 DEX Crypto Terbaik dan Terpopuler yang Bisa Kamu Coba!

Bagaimana Cara Kerja AMM?

Cara kerja AMM berpusat pada liquidity pool, yaitu kumpulan dana yang disetor oleh pengguna. Umumnya, satu pool berisi dua aset kripto, misalnya BTC dan ETH, dengan nilai awal yang seimbang. Pool ini berfungsi sebagai tempat pertukaran aset kripto secara langsung.

BACA JUGA:  10 Aset Kripto untuk Staking Terbaik Tahun 2026!

Agar lebih mudah, anggap pool seperti kios penukaran dua jenis barang, misalnya beras dan gula. Kios ini selalu siap melayani penukaran selama stok masih tersedia, tanpa perlu menunggu penjual atau pembeli lain datang.

Jika beras lebih sering ditukar dan stoknya menipis, sementara gula menumpuk, maka harga beras di kios akan naik. Tujuannya agar keseimbangan stok kembali terjaga. Prinsip sederhana inilah yang juga diterapkan dalam AMM.

Dalam praktiknya, AMM menggunakan constant product. Rumus ini memastikan perkalian dua aset di dalam pool tetap konstan. Saat seseorang membeli BTC menggunakan ETH, jumlah BTC berkurang dan ETH bertambah, sehingga harga BTC otomatis menyesuaikan.

Seluruh proses ini berjalan secara otomatis melalui smart-contract. Tanpa campur tangan manusia, Automated Market Maker mampu menjaga keseimbangan harga dan memastikan perdagangan tetap berlangsung selama likuiditas di dalam pool masih tersedia.

Peran Penyedia Likuiditas dalam AMM

Berbeda dengan sistem tradisional, AMM tidak berjalan tanpa partisipasi pengguna. Setiap orang dapat menjadi penyedia likuiditas dengan menyetor dua aset ke dalam pool. Sebagai imbalannya, mereka memperoleh sebagian biaya transaksi di pool tersebut.

Dalam konteks ini, pengguna secara tidak langsung menggantikan peran Market Maker (MM). Jika pada bursa kripto terpusat likuiditas disediakan oleh institusi atau trader besar, pada AMM likuiditas berasal dari komunitas.

Namun, penyedia likuiditas juga menghadapi risiko, salah satunya impermanent loss. Risiko ini muncul ketika harga salah satu aset dalam pool bergerak tajam dibandingkan harga awal saat dana disetor.

30 Crypto Exchange Legal yang Terdaftar di Bursa CFX 2026!

Perbedaan Market Maker vs Automated Market Maker

1. Mekanisme Penentuan Harga

Market Maker tradisional menentukan harga berdasarkan order book dan strategi jual-beli aktif. Sementara itu, AMM menggunakan algoritma matematis untuk menyesuaikan harga secara otomatis berdasarkan suplai dalam pool.

BACA JUGA:  5 Proyek Kripto Lokal Terbaru 2026 yang Harus Kamu Tahu!

2. Keterlibatan Pihak Ketiga 

Pada sistem Market Maker, dibutuhkan pelaku aktif yang terus-menerus memasang order beli dan jual, meski dalam praktiknya sering dibantu oleh bot. Di sisi lain, Automated Market Maker dapat berjalan tanpa operator, selama likuiditas di dalam pool tersedia.

3. Akses dan Partisipasi

AMM membuka peluang bagi siapa saja untuk menjadi penyedia likuiditas, tanpa syarat modal besar. Sebaliknya, peran Market Maker biasanya didominasi oleh institusi dan juga trader berpengalaman.

Perbedaan ini menjadikan konsep Automated Market Maker (AMM) lebih inklusif, meski tetap memiliki tantangan tersendiri dari sisi efisiensi harga.

Contoh Penerapan AMM di Pasar Kripto

Sebagian besar DEX populer saat ini menggunakan AMM sebagai tulang punggung sistem perdagangannya. Protokol seperti Uniswap, PancakeSwap, dan Curve mengandalkan mekanisme ini untuk memastikan transaksi dapat berjalan tanpa order book.

Melalui skema tersebut, pengguna dapat menukar ETH ke token lain secara instan langsung dari wallet crypto mereka. Selama likuiditas di dalam pool tersedia, transaksi dapat dieksekusi tanpa perlu menunggu kecocokan antara penjual dan pembeli seperti pada bursa terpusat.

BACA JUGA:  Apa Itu Hash Crypto? Ini Cara Kerja dan Contohnya!

Dalam praktiknya, AMM paling efektif digunakan pada aset dengan likuiditas tinggi. Untuk pool dengan dana besar, pergerakan harga cenderung lebih stabil dan slippage relatif kecil, sehingga pengalaman trading crypto menjadi lebih efisien.

Panduan Belajar Trading untuk Pemula

Mengapa AMM Penting bagi Perkembangan DeFi?

Tanpa AMM, perdagangan terdesentralisasi berpotensi menghadapi hambatan. Likuiditas cenderung terbatas dan transaksi bisa berjalan lebih lambat karena bergantung pada kecocokan antara penjual dan pembeli.

Kehadiran AMM memungkinkan pasar kripto beroperasi selama 24 jam tanpa ketergantungan pada entitas terpusat. Selama likuiditas tersedia di dalam pool, transaksi dapat dilakukan kapan saja secara otomatis.

Di sisi lain, Automated Market Maker juga mendorong lahirnya inovasi lanjutan dalam ekosistem DeFi. Mekanisme seperti yield farming dan liquidity mining muncul sebagai bentuk insentif bagi pengguna yang menyediakan likuiditas.

Dengan kelebihan dan risikonya, AMM kini menjadi komponen krusial dalam infrastruktur kripto modern. Memahami cara kerjanya sejak awal membantu pengguna mengambil keputusan yang lebih bijak, baik sebagai trader maupun penyedia likuiditas.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia