Menguji Petunjuk Jeffrey Epstein adalah Satoshi Nakamoto

Serangkaian email lama, donasi tersembunyi, hingga relasi elit yang terkuak dari Epstein Files kembali mengguncang narasi lama tentang Bitcoin. Selama ini, Satoshi Nakamoto dipandang sebagai sosok anonim yang idealis dan menghilang tanpa jejak.

Namun, ketika nama Jeffrey Epstein muncul berulang kali di lingkaran awal kripto, muncul satu pertanyaan liar: apakah ini sekadar kebetulan atau potongan puzzle yang belum pernah diperhatikan oleh publik?

Spekulasi bahwa Satoshi Nakamoto adalah Jeffrey Epstein belum didukung bukti konkret. Namun, potongan fakta mulai tersusun dan menunjukkan kedekatan yang tidak biasa, sangat wajar saja jika publik mulai bertanya.

Epstein Sebut Satoshi Sebagai “Founders

Salah satu titik api spekulasi yang paling mencolok berasal dari email bertanggal 13 Oktober 2016. Dalam dokumen DOJ yang dirilis, Epstein mengaku pernah berbicara dengan “some of the founders of Bitcoin.”

IKLAN
Chat via WhatsApp

Di sinilah spekulasi menguat. Ia menggunakan kata founders dalam bentuk jamak, bukan founder tunggal. Pilihan diksi tersebut langsung memantik pertanyaan baru tentang siapa sebenarnya sosok di balik Bitcoin.

Pernyataan yang dilontarkan oleh Epstein terdengar sangat santai, tanpa nada yang dramatis. Seolah berbicara dengan para pencipta Bitcoin adalah sesuatu yang lumrah.

Padahal pada 2016, Bitcoin masih diadopsi oleh segelintir orang dan lebih banyak digunakan di komunitas niche, bahkan kerap dikaitkan dengan jejaring “underground”, jauh dari instrumen utama seperti sekarang.

Epstein Files Picu Spekulasi, Satoshi Nakamoto Diduga Bukan Satu Orang

Di titik inilah spekulasi menguat. Jika Bitcoin memang diciptakan oleh lebih dari satu orang, maka teori bahwa Satoshi adalah sebuah kelompok, bukan individu tunggal, menjadi lebih masuk akal.

BACA JUGA:  Tokoh Deepak Chopra Kirim Email ke Epstein Terkait Ethereum

Perbedaan gaya bahasa di forum, aktivitas lintas zona waktu, serta kompleksitas kode awal Bitcoin kerap dijadikan dasar untuk mendukung dugaan tersebut.

Namun, apakah Jeffrey Epstein merupakan bagian dari “kelompok” Satoshi Nakamoto? Ataukah ia hanya sekadar mengenal orang-orang di baliknya?

Belum ada bukti teknis yang mengarah ke sana. Tetapi klaim akses sosialnya membuka jalur investigasi yang berbeda dari sekadar analisis kriptografi biasa.

MIT, Donasi Tersembunyi, dan Fase Kritis Bitcoin

Benang merah berikutnya yang kerap dikaitkan dengan dugaan relasi Epstein dengan Satoshi dan Bitcoin mengarah ke Massachusetts Institute of Technology (MIT), khususnya MIT Media Lab dan Digital Currency Initiative (DCI).

Saat Bitcoin Foundation mengalami krisis pendanaan, MIT DCI mengambil alih peran penting dengan membayar pengembang seperti Gavin dan Wladimir. Email Joichi Ito pada 25 April 2015 mengonfirmasi bahwa dana dari Epstein ikut menopang inisiatif tersebut.

“Lab telah menerima uang melalui yayasan yang ia kendalikan… diterima dengan izin saya,” tulis Ito kala itu.

Epstein Files, MIT, dan Bayang-Bayang di Balik Bitcoin

Artinya cukup jelas. Donasi yang diberikan Jeffrey Epstein berada sangat dekat dengan infrastruktur inti pengembangan Bitcoin pada fase paling rapuhnya.

Apakah itu berarti ia mengendalikan Bitcoin? Tentu tidak.

BACA JUGA:  Bitcoin Merah? Robert Kiyosaki Bilang Ini Justru Fase Penting

Namun, fakta bahwa dana dari seorang figur dengan jaringan global menopang pengembangan Bitcoin di masa krisis mengubah cara kita membaca sejarah awalnya. Narasi “proyek komunitas murni” tak lagi sesederhana yang dibayangkan.

Hubungan Dekat Epstein dengan Coinbase dan Tether

Jejak Jeffrey Epstein tidak berhenti di MIT atau pada email singkat terkait Satoshi.

Dokumen DOJ menunjukkan bahwa ia berinvestasi sekitar US$3 juta di Coinbase dalam pendanaan Seri C tahun 2014. Investasi tersebut difasilitasi melalui jaringan yang melibatkan Brock Pierce, Co-founder Tether.

Relasi Epstein dan Pierce bahkan terjalin jauh sebelumnya, termasuk melalui forum dan pertemuan privat. Dalam sejumlah korespondensi, Pierce memberi kabar ketika “Bitcoin menembus US$500” serta melibatkan Epstein dalam pembicaraan akuisisi Mt. Gox.

Epstein dan Hubungan Tak Terduga dengan Co-Founder Tether

Epstein juga tercatat berinvestasi di Blockstream dan memiliki akses ke tokoh kripto ternama seperti Adam Back. Pola ini bukan sekadar investor pasif, melainkan figur yang berada di fase awal industri kripto.

Apakah kedekatan Epstein dengan berbagai figur ternama di industri kripto cukup untuk menyimpulkan bahwa ia adalah Satoshi? Jelas tidak.

Namun, jika Satoshi memang merupakan sebuah kelompok, maka Epstein berada cukup dekat dengan lingkaran tersebut. Bukan tidak mungkin ia mengenal atau bahkan menjadi bagian dari kelompok di balik terciptanya Bitcoin.

Apakah Epstein adalah Satoshi Nakamoto?

Sekarang, mari kita tarik benang merahnya.

BACA JUGA:  Bitcoin Masuk Zona Rugi, Sinyal Pembentukan Bottom Baru?

Tidak ada bukti teknis, kriptografis, maupun forensik yang menunjukkan bahwa Jeffrey Epstein menulis whitepaper Bitcoin atau mengendalikan wallet yang berisi lebih dari satu juta BTC.

Namun, ada tiga hal yang sulit diabaikan.

Pertama, klaim akses langsung ke lingkaran “founders” Bitcoin.

Kedua, aliran dana ke MIT Digital Currency Initiative (DCI) yang menopang pengembangan Bitcoin saat krisis pendanaan.

Ketiga, keterlibatan dalam investasi dan jejaring awal Coinbase, Blockstream, serta figur-figur sentral di industri kripto.

Spekulasi bahwa Epstein adalah Satoshi mungkin terdengar cukup ekstrem. Tetapi dugaan bahwa ia berada sangat dekat dengan lingkaran pencipta Bitcoin terasa jauh lebih masuk akal.

Dan mungkin di situlah letak misterinya.

Email Rahasia Ungkap Kedekatan Epstein dengan Bitcoin

Selama ini, Satoshi dipandang sebagai simbol anonim. Setelah dokumen Epstein Files terbuka, misteri itu bergeser. Bukan lagi soal kriptografi, melainkan juga tentang jaringan kekuasaan, akses elit, dan bagaimana sejarah besar bisa tumbuh dalam bayang-bayang.

Pertanyaan besarnya adalah apakah Jeffrey Epstein benar-benar Satoshi Nakamoto?

Belum ada bukti yang kuat. Namun, untuk pertama kalinya, pertanyaan itu terasa tidak lagi mustahil untuk diuji.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia