MetaMask mengungkap adanya insiden keamanan yang memengaruhi sebagian infrastrukturnya, mendorong perusahaan mengambil langkah pencegahan dengan mulai menarik validator Ethereum yang terdampak dari operasi staking.
Dalam pembaruan resmi yang diterbitkan pada Rabu (30/9/2026), MetaMask mengatakan proses penanganan dan remediasi telah dilakukan secara internal bersama mitra eksternal serta penasihat keamanan.
Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa sejauh ini mereka belum mengidentifikasi adanya ancaman langsung terhadap wallet MetaMask. Detail mengenai bagian infrastruktur yang terdampak, penyebab insiden maupun skala kompromi juga belum diungkap kepada publik.
“Kami saat ini sedang merespons insiden keamanan yang sedang berlangsung dan memengaruhi sebagian infrastruktur kami,” ungkap MetaMask.
Sebagai langkah pencegahan, MetaMask secara proaktif mulai mengeluarkan validator yang terdampak dari operasi staking non-kustodial miliknya. Proses tersebut dilakukan dengan koordinasi bersama klien dan mitra terkait.
MetaMask Mulai Tarik Validator Ethereum
MetaMask menekankan bahwa operasi staking yang dijalankannya bersifat non-kustodial. Artinya, perusahaan tidak mengelola withdrawal key untuk aset yang di-stake atas nama klien.
Keterangan tersebut menjadi penting karena withdrawal key menentukan tujuan penarikan ETH setelah validator keluar sepenuhnya dari jaringan. Dengan model non-kustodial, MetaMask tidak memegang kendali langsung atas mekanisme penarikan dana klien tersebut.
Perkembangan ini kemudian dikonfirmasi lebih lanjut melalui pengungkapan keamanan di forum tata kelola Lido. Lido menyebut MetaMask Staking, yang sebelumnya dikenal sebagai Consensys Staking, mengambil langkah pencegahan setelah penyelidikan terhadap kompromi infrastruktur.
Salah satu langkah tersebut adalah mengeluarkan validator ETH yang dioperasikan MetaMask Staking dalam protokol Lido.
Menurut Lido, validator terkait telah mulai memasuki proses keluar atau exit. Validator terakhir diperkirakan telah keluar paling lambat pada akhir 7 Oktober 2026, meskipun pada titik tersebut proses penarikan aset belum sepenuhnya selesai.
Langkah yang dilakukan MetaMask juga berpotensi menimbulkan hilangnya reward staking yang seharusnya diperoleh selama validator tidak aktif. Selain itu, penalti akibat downtime dapat muncul apabila validator perlu dimatikan lebih awal guna mengurangi risiko penalti jaringan lainnya.
Siklus Bisa Berlangsung Hingga 45 Hari
Meski validator mulai keluar dari jaringan, proses pengembalian ETH tidak berlangsung secara instan.
Lido memperkirakan ETH dari validator yang dioperasikan MetaMask Staking akan kembali ke protokol secara bertahap setelah melalui rangkaian exit, withdrawal dan re-entry.
Keseluruhan siklus tersebut diperkirakan dapat membutuhkan waktu hingga sekitar 45 hari. Salah satu penyebabnya adalah panjangnya antrean masuk validator Ethereum, sehingga ETH yang telah ditarik harus menunggu sebelum kembali aktif menghasilkan reward melalui validator baru.
Di tengah proses tersebut, Lido menegaskan bahwa pemegang stETH tidak perlu mengambil tindakan khusus. Protokol juga memiliki kumpulan Node operator yang beragam serta sejumlah mekanisme perlindungan untuk membatasi dampak gangguan terhadap operasi normal.
Salah satunya adalah ad hoc reserve fund yang nilainya disebut mencapai lebih dari 6.750 stETH.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai jumlah validator MetaMask yang terdampak maupun berapa besar ETH yang terlibat dalam proses exit tersebut.
MetaMask juga belum mengungkap bagaimana kompromi infrastrukturnya terjadi atau apakah ada data lain yang terdampak. Investigasi penuh masih berlangsung, sementara pembaruan lanjutan akan disampaikan setelah informasi tambahan tersedia.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


