Pergerakan Bitcoin bernilai jumbo kembali datang dari perusahaan publik. Metaplanet dan Hut 8 memindahkan hampir 2.000 BTC hanya dalam hitungan jam, memunculkan pertanyaan mengenai tujuan di balik transaksi tersebut.
Metaplanet dan Hut 8 Pindahkan Hampir 2.000 Bitcoin
Berdasarkan data yang dibagikan Lookonchain pada Rabu (12/08/2026), Metaplanet tercatat memindahkan 1.473 BTC senilai US$93,82 juta dari alamat yang dipantau platform analitik blockchain tersebut.
Tidak berselang lama, aktivitas serupa muncul dari Hut 8. Perusahaan tersebut dilaporkan memindahkan 493 BTC senilai sekitar US$31,36 juta, sekitar tiga jam sebelum transaksi Metaplanet terdeteksi.

Jika digabungkan, keduanya memindahkan 1.966 BTC dengan nilai mencapai US$125,18 juta atau sekitar Rp2,2 triliun. Besarnya transaksi tersebut langsung menarik perhatian komunitas Bitcoin.
Namun, perpindahan BTC dari sebuah wallet belum otomatis menunjukkan aksi jual. Hingga transaksi terhubung dengan crypto exchange atau dikonfirmasi perusahaan, tujuan transfer tersebut masih belum dapat dipastikan.
Siapa Metaplanet dan Hut 8?
Metaplanet merupakan perusahaan publik asal Jepang yang menjadikan akumulasi Bitcoin sebagai salah satu strategi utamanya. Karena pendekatan tersebut, perusahaan ini kerap dijuluki sebagai Strategy versi Jepang.
Transformasi itu membuat Metaplanet semakin identik dengan model perusahaan treasury Bitcoin. Pada April 2026, perusahaan bahkan sempat menjadi pemegang Bitcoin korporasi terbesar ketiga secara global.
Putar Haluan ke AI, Perusahaan Bitcoin Mining Ini Agunkan 18.750 BTC
Sementara itu, Hut 8 memiliki model bisnis yang cukup berbeda. Perusahaan asal Amerika Utara ini bergerak di sektor energi, pusat data dan komputasi, serta memiliki sejarah panjang dalam industri Bitcoin mining.
Dalam beberapa tahun terakhir, Hut 8 juga mulai memperluas bisnis ke infrastruktur komputasi AI. Langkah tersebut membuat sumber pertumbuhannya tidak lagi hanya bergantung pada mining dan pergerakan harga kripto.
Transfer Jumbo Muncul Saat Harga Bitcoin Tertekan
Transfer besar Metaplanet dan Hut 8 muncul ketika harga Bitcoin berada dalam tekanan. Di saat yang sama, strategi pengelolaan BTC oleh perusahaan publik juga mulai berubah.
Strategy, salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar, baru-baru ini menjual 1.690 BTC senilai US$108,6 juta. Aksi tersebut terjadi meski perusahaan masih mempertahankan strategi akumulasi BTC.
Dana hasil penjualan digunakan untuk membeli kembali sekitar 1,15 juta STRC. Strategy juga menghimpun US$653,1 juta dari penjualan saham MSTR dan memperbesar cadangan dolar perusahaan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kepemilikan Bitcoin korporasi tidak selalu berarti aset akan disimpan tanpa pergerakan. Sebagian BTC dapat digunakan untuk kebutuhan likuiditas, pembiayaan, atau pengelolaan struktur modal.
Tekanan pasar juga mendorong sejumlah perusahaan DAT untuk mencari sumber pertumbuhan baru. Beberapa di antaranya bahkan mulai beralih ke bisnis AI dan infrastruktur pusat data.
Hut 8 menjadi salah satu contoh karena bisnisnya berada di antara dua sektor ini. Perusahaan mengembangkan infrastruktur energi dan pusat data yang dapat digunakan untuk mining maupun kebutuhan komputasi AI.
Karena itu, transfer BTC Metaplanet dan Hut 8 memang layak diperhatikan, tetapi belum cukup untuk disebut sebagai sinyal jual. Tujuan transaksi baru akan lebih jelas jika ada pergerakan ke bursa kripto atau penjelasan resmi perusahaan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


