Michael Burry Update Status, Isyarat Pasar Saham Crash Seperti 2008?

Nama Michael Burry kembali jadi perbincangan hangat di kalangan investor. Sosok legendaris di balik kisah The Big Short ini muncul kembali setelah lama menghilang, memicu spekulasi besar tentang kondisi pasar saham saat ini. 

Melalui unggahan terbarunya di X pada Jumat (31/10/2025), Burry menulis sebuah pesan misterius yang mengguncang dunia investasi dan memicu berbagai spekulasi liar. Ini adalah unggahan terbaru setelah dua tahun absen. Dia memang terkenal jarang “bermedsos ria”.

“Terkadang, kita melihat adanya gelembung. Terkadang, ada sesuatu yang bisa dilakukan. Namun terkadang, satu-satunya langkah yang menang adalah tidak ikut bermain,” tulisnya.

Kalimat ini secara tidak langsung mengingatkan banyak orang pada kejelian luar biasa Michael Burry saat memprediksi krisis finansial besar yang terjadi pada 2008 silam.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Michael Burry Kembali, Pasar Mulai Gelisah

Burry membagikan tangkapan layar dari film The Big Short yang menampilkan aktor Christian Bale yang memerankan dirinya, tengah menatap layar komputer dengan ekspresi tak percaya, seolah menggambarkan pandangannya terhadap euforia pasar saham saat ini. 

Tweet Michael Burry
Tweet Michael Burry

Tidak hanya itu saja, ia juga terlihat menambahkan referensi menarik dari film klasik War Games (1983), yang menyiratkan pesan mendalam bahwa kadang “langkah terbaik adalah tidak ikut bermain.

BACA JUGA:  3 Unlock Token Penting yang Wajib Dipantau

Unggahan itu menjadi isyarat bahwa mungkin Burry melihat gelembung di pasar yang sudah terbentuk, terutama di sektor teknologi dan AI. Ia bahkan mengubah nama profilnya menjadi “Cassandra Unchained,” merujuk pada tokoh mitologi Yunani yang dikutuk untuk selalu benar dalam ramalannya namun tak pernah dipercaya. 

Tak berhenti di situ, header akunnya kini menampilkan lukisan Satire of Tulip Mania, sindiran terhadap gelembung spekulatif bunga tulip di Belanda di abad ke-17, simbol klasik dari pasar yang terlalu euforia.

Lonjakan harga saham raksasa seperti Nvidia, yang nilainya telah melonjak lebih dari 1.200 persen sejak awal 2023 hingga menembus kapitalisasi pasar US$5 triliun, semakin memperkuat pandangan bahwa pasar tengah berada dalam fase irrational exuberance.

Saham NVIDIA - Google Finance
Saham NVIDIA – Google Finance

Dari ‘The Big Short’ ke Strategi Baru: Bear Jadi Bull

Michael Burry dikenal sebagai sosok tajam dalam membaca arah pasar. Dikutip dari The Motley Fool, dua dekade lalu ia sukses memprediksi krisis subprime mortgage, menghasilkan lebih dari US$700 juta bagi investornya dan sekitar US$100 juta untuk dirinya sendiri.

BACA JUGA:  AI Bikin Serangan Siber Makin Ganas, Zentara Angkat Suara

Keberaniannya melawan arus bukan satu-satunya keunggulan. Ketepatan dalam analisis makroekonomi membuat Burry menjadi salah satu investor paling disegani di dunia keuangan modern.

Menariknya, di Q2 2025, Burry justru mengubah arah. Setelah sempat mengambil posisi short pada saham teknologi seperti Nvidia, Alibaba, dan JD.com di awal tahun, kini portofolionya beralih ke posisi bullish.

Portfolio Scion Asset Management - WhaleWisdom
Portfolio Scion Asset Management – WhaleWisdom

Laporan 13F ke SEC menunjukkan Scion Asset Management, hedge fund milik Burry dengan kelolaan sekitar US$578 juta, kini lebih banyak memegang call options daripada put options. Pergeseran ini menandakan pandangan positifnya terhadap pasar dan potensi kebangkitan sektor teknologi.

“Ia telah beralih dari keyakinan kuat terhadap penurunan sektor menjadi taruhan yang lebih luas bahwa reli pasar akan terus berlanjut,” ujar Peter Mallouk, Presiden dan CEO Creative Planning, dikutip dari Business Insider pada Agustus lalu.

Pasar Terlalu Mahal, Tapi Belum Tentu Akan Jatuh

Meski begitu, sejumlah indikator ekonomi mulai menunjukkan tanda waspada. Per 30 Juni 2025, Buffett Indicator, rasio antara total nilai pasar saham AS dan PDB, tercatat di level 217 persen, atau 68 persen di atas rata-rata historis.

BACA JUGA:  Terungkap! Deal Rahasia antara Keluarga Trump dan Elite Abu Dhabi

Angka ini menunjukkan bahwa pasar saham Amerika saat ini tergolong sangat overvalued, dengan kapitalisasi pasar yang mencapai US$65,47 triliun dibanding GDP sebesar US$30,15 triliun.

Buffet Indicator - Current Market Valuation
Buffet Indicator – Current Market Valuation

Namun, para ekonom kerap mengingatkan bahwa valuasi tinggi tidak selalu menandakan kehancuran pasar. Selama fundamental perusahaan tetap kuat, pasar masih bisa bertahan di level tinggi dalam jangka waktu lama.

Burry mungkin kembali memberi sinyal bahaya, namun kali ini dengan nuansa berbeda: bukan untuk menentang pasar, melainkan mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan di tengah euforia. 

Seperti kata-katanya yang ikonik, “Sometimes, the only winning move is not to play.” Sebuah pesan reflektif dari sang “CassandraWall Street — bahwa dalam dunia investasi, tidak semua kemenangan datang dari ikut bermain, tapi dari tahu kapan harus diam. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia