Michael Saylor: BIP 110 Bukan Solusi, Justru Jadi Masalah bagi Bitcoin

Perdebatan soal BIP 110 semakin memanas di komunitas Bitcoin. Proposal yang diklaim dapat mengurangi penyalahgunaan ruang blok itu justru memicu gelombang kritik dari sejumlah tokoh kripto, termasuk Michael Saylor dan Adam Back. 

Apa Itu BIP 110 dan Apa yang Akan Berubah?

BIP 110 merupakan proposal soft fork sementara yang membatasi jenis data tertentu dalam transaksi Bitcoin. Jika diterapkan, aturan ini akan berlaku sekitar satu tahun dengan sejumlah pembatasan baru pada format transaksi.

Tujuannya adalah mengurangi penggunaan blockchain Bitcoin sebagai tempat penyimpanan data nonmoneter. Dengan begitu, jaringan diharapkan tetap berfokus pada fungsi utamanya sebagai sistem uang digital.

Bayangkan Bitcoin seperti jalan tol yang dilalui semua kendaraan selama mematuhi aturan dan membayar tarif. BIP 110 ibarat memasang gerbang baru yang melarang beberapa kendaraan yang sebelumnya masih diperbolehkan melintas.

Dampaknya, ruang di jalan memang menjadi lebih terkontrol. Namun, sebagian pihak menilai perubahan tersebut juga dapat membatasi inovasi karena beberapa jenis transaksi yang saat ini sah menjadi tidak lagi diperbolehkan.

BACA JUGA:  Benteng Bearish Ini Runtuh, Harga Bitcoin Siap Ngebut?

Pendukung BIP 110 menilai aturan ini dapat menjaga biaya menjalankan node tetap rendah dan transaksi tetap terjangkau. Sebaliknya, para pengkritik menilai perubahan aturan konsensus bukan solusi terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.

Michael Saylor Peringatkan Risiko BIP 110 bagi Bitcoin

Kritik pertama datang dari Executive Chairman Strategy, Michael Saylor. Melalui utas panjang yang diunggah di X pada Minggu (19/07/2026), ia mengaku memahami kekhawatiran para pendukung BIP 110 terhadap arah perkembangan Bitcoin.

Meski demikian, Saylor menilai solusi yang ditawarkan justru berpotensi menciptakan risiko yang lebih besar. Menurutnya, perubahan aturan konsensus bukan cara yang tepat untuk mengatasi persoalan yang ingin diselesaikan.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

“Mereka ingin menjaga proses validasi tetap mudah diakses, melindungi operator node dari biaya dan konten yang tidak diinginkan, mempertahankan biaya terjangkau, serta memastikan Bitcoin tetap berfokus sebagai uang yang sehat. Saya memiliki tujuan yang sama. Namun, saya tidak setuju dengan solusi yang ditawarkan,” jelasnya. 

Saylor menilai BIP 110 tidak menyelesaikan persoalan mendasar pada Bitcoin. Menurutnya, proposal tersebut bukanlah perbaikan atas bug kritis, inflasi, maupun celah keamanan yang mengancam jaringan.

Sistem Bitcoin Bisa Bekukan Jutaan BTC, Proposal Baru Ramai Dibahas

Sebaliknya, proposal pengembangan Bitcoin ini justru mengubah aturan konsensus dengan membatasi jenis transaksi yang selama ini dianggap sah, selama memenuhi aturan jaringan dan membayar biaya transaksi sesuai ketentuan.

BACA JUGA:  Supply Bitcoin Kian Langka, Apakah BTC Siap Melesat ke US$65.000?

Ia juga mengingatkan bahwa pembatasan dapat mengurangi fleksibilitas pengembangan teknologi Bitcoin. Bahkan, perubahan itu dinilai berpotensi menjadi preseden bagi pembatasan penggunaan lain yang sebenarnya masih valid di jaringan Bitcoin.

“BIP 110 menggunakan konsensus untuk mempersempit aktivitas sah, membatasi inovasi, memperumit proses implementasi, serta menciptakan preseden yang sulit dihapus di kemudian hari. Karena itu, saya menyebutnya sebagai Bitcoin Iatrogenic Proposal,” tambahna. 

BIP 110 Tak Sejalan dengan Desentralisasi Bitcoin

Pandangan serupa juga disampaikan CEO Blockstream, Adam Back, melalui unggahan di X pada Sabtu (11/07/2026). Pencipta Hashcash mengaku memahami sebagian komunitas untuk mengurangi spam di jaringan Bitcoin melalui BIP 110.

Namun, menurut Back, desentralisasi Bitcoin justru dirancang agar tidak ada satu pihak pun yang dapat memaksakan pandangannya kepada pengguna lain. Karena itu, ia menilai pendekatan BIP 110 bertentangan dengan prinsip dasar tersebut.

BACA JUGA:  Dukung Bitcoin, Harga Saham Perusahaan Putra Trump Ambrol 95 Persen

“Mekanisme desentralisasi yang menjadi kekuatan Bitcoin justru bertolak belakang dengan apa yang diinginkan BIP 110. Anda bisa memodifikasi perangkat lunak Anda sendiri, tetapi tidak bisa memaksa perangkat lunak milik orang lain,” katanya.

Back menjelaskan bahwa kekuatan Bitcoin lahir dari proses konsensus teknis yang sangat ketat. Setiap perubahan protokol harus melewati pembahasan panjang dan mendapat persetujuan luas agar tidak mengorbankan keamanan maupun sifat permissionless.

Bagi Saylor dan Back, perdebatan ini bukan sekadar soal spam di jaringan blockchain. Isu utamanya adalah menjaga aturan Bitcoin tetap netral, mendukung inovasi, dan hanya berubah melalui konsensus yang benar-benar kuat.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait