Michael Saylor: Kripto Masih Jauh dari Puncak, Bisa Tumbuh Puluhan Kali Lipat

Pasar kripto memang tumbuh menjadi industri bernilai triliunan dolar. Namun, bagi Michael Saylor, angka tersebut masih kecil jika dibandingkan dengan besarnya nilai aset global yang beredar saat ini.

Karena itu, ia melihat ruang pertumbuhan kripto masih sangat luas. Jika sebagian kecil aset global bergeser ke aset digital, nilai ekonomi kripto menurutnya bisa berkembang puluhan kali lipat dari level sekarang.

Saylor Sebut Kripto Masih Berada di Fase Hypergrowth

Pandangan ini disampaikan Saylor dalam wawancara yang diunggah kanal YouTube Binance pada Senin (28/09/2026). Ia memperkirakan nilai ekonomi kripto saat ini masih berada di sekitar US$3 triliun.

Angka itu memang besar, tetapi skalanya berbeda ketika dibandingkan dengan keseluruhan aset dalam perekonomian global yang menurut perhitungannya mencapai US$1.000 triliun hingga US$1.200 triliun.

Karena itu, Saylor menilai industri ini belum matang. Ia menyebut kondisi sekarang sebagai fase hypergrowth dan bisa tumbuh hingga setidaknya mencapai 10 persen dari keseluruhan pasar aset global saat ini.

BACA JUGA:  Hyperliquid Bersiap Hadapi Ancaman Quantum, HYPE Kini Punya Benteng Baru

“Kita bergerak dari US$3 triliun menuju US$120 triliun. Jadi, saat ini kita masih berada dalam fase hypergrowth. Saya pikir ketika kripto sudah mencapai US$100 triliun, pertumbuhannya mungkin mulai melambat dan masuk ke fase pertumbuhan tinggi,” jelasnya.

Industri AI Mulai Retak? Arthur Hayes Lihat Peluang untuk Bitcoin

Setelah AI, Arus Modal Institusi Mulai Bergeser ke Kripto

Optimisme Saylor bukan hanya bertumpu pada ukuran pasar. Ia melihat arus modal institusi yang sebelumnya tersedot ke sektor AI memiliki peluang untuk kembali menuju aset kripto.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Menurut Saylor, sekitar US$1 triliun modal terserap berbagai perdagangan dan pendanaan terkait AI, termasuk SpaceX, Google, Anthropic, OpenAI, Nvidia, hyperscaler, hingga pembangunan pusat data.

Namun, ia melihat tren tersebut mulai mencapai titik yang stabil. Investor, menurutnya, mulai menyadari bahwa ekspansi AI tidak bisa terus didanai dengan jumlah modal yang seolah tanpa batas.

BACA JUGA:  Whale Mulai Bangun, Ethereum Siap Gas ke US$3.000?

“Banyak modal institusional yang keluar dari ekonomi kripto mulai mengalir kembali,” ujarnya, sembari menilai rotasi modal tersebut dapat kembali memberi tenaga bagi Bitcoin dan industri aset digital.

Saylor juga melihat bank sebagai bagian dari fase berikutnya. Ketika bank mulai menyimpan Bitcoin dan memberikan kredit dengan BTC sebagai jaminan, ia menilai permintaan terhadap aset tersebut dapat semakin besar.

“Gold Rush” Bitcoin Bisa Berlanjut hingga 2035

Di balik proyeksinya, Saylor melihat Bitcoin hanya sebagai fondasi awal. Lapisan berikutnya adalah digital credit, instrumen yang mencoba membawa karakter Bitcoin ke produk dengan volatilitas lebih rendah dan arus kas lebih terprediksi.

Narasi itu terlihat dalam langkah Strategy. Sebelumnya, Saylor menjelaskan bahwa Bitcoin menjadi modal yang menopang bisnis kredit digital perusahaan, termasuk saat Strategy membutuhkan fleksibilitas dalam mengelola aset.

Tak hanya itu saja, ia bahkan membandingkan BTC dengan jet tempur, sementara digital credit seperti STRC dianggap sebagai pesawat penumpang yang menawarkan perjalanan lebih tenang bagi kelompok investor berbeda.

BACA JUGA:  Polymarket Diterpa Upaya Fraud US$10 Juta, Sistem Keamanan Jadi Sorotan

“Bitcoin seperti jet tempur, dan digital credit seperti STRC adalah pesawat penumpang,” kata Saylor. Menurutnya, sebagian besar investor lebih membutuhkan perjalanan nyaman dibanding volatilitas ekstrem.

Michael Saylor: Penjualan Bitcoin Penting untuk Ekspansi Strategy

Pandangan itu mengarah ke target yang lebih jauh. Ia menyebut periode sekarang hingga 2035 sebagai semacam gold rush, karena pada tahun tersebut sekitar 99 persen Bitcoin diperkirakan telah ditambang.

Bagi Saylor, kombinasi kelangkaan Bitcoin, masuknya modal investor institusional, digital credit, dan juga tokenisasi RWA membuka pasar yang sangat luas. 

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait