Selama bertahun-tahun, Michael Saylor identik dengan satu hal: membeli Bitcoin tanpa ragu. Namun, langkah terbaru Strategy justru memunculkan pertanyaan baru. Apakah perusahaan akhirnya mulai mengutamakan kesehatan neraca dibanding terus mengejar akumulasi BTC?
Tak Lagi Agresif Borong Bitcoin, Strategy Beralih Jaga Likuiditas
Selama beberapa tahun terakhir, Strategy menjadi simbol keyakinan ekstrem terhadap Bitcoin. Saat banyak perusahaan memilih berhati-hati, Michael Saylor justru terus menambah kepemilikan BTC di berbagai kondisi pasar.
Namun, pola tersebut mulai berubah. Strategy tercatat belum lagi membeli Bitcoin sejak 22 Juni 2026. Padahal, pada transaksi terakhirnya, perusahaan masih mengakumulasi 520 BTC senilai sekitar US$35 juta atau setara Rp630 miliar.
Perubahan arah ini semakin menarik karena sehari sebelumnya, tepatnya pada Senin (12/07/2026), Michael Saylor mengunggah cuitan bernada misterius di X yang kerap dianggap sebagai sinyal awal pembelian Bitcoin oleh Strategy.
“Titik-titik oranye hanya menceritakan sebagian dari kisahnya,” tulis Saylor sambil membagikan grafik Strategy Tracker yang menampilkan riwayat akumulasi Bitcoin perusahaan.

Namun, alih-alih mengumumkan pembelian, Strategy memperlihatkan perubahan fokus. Sehari kemudian, Saylor mengungkapkan bahwa perusahaan memilih memperkuat cadangan kas sebagai langkah antisipasi menghadapi ketidakpastian pasar.
“Strategy meningkatkan cadangan dolar AS sebesar US$450 juta. Hingga 12 Juli 2026, perusahaan memiliki cadangan Bitcoin sebanyak 843.775 BTC serta cadangan dolar AS senilai US$3 miliar,” tulis Saylor di X, Selasa (13/07/2026).
Langkah tersebut bukan muncul begitu saja. Sebelumnya, Strategy telah menjual 3.588 BTC dalam dua transaksi pada pekan yang berakhir 5 Juli 2026 dengan total nilai sekitar US$216 juta atau setara Rp3,9 triliun.
Dana hasil penjualan itu digunakan untuk membayar dividen saham preferen, memenuhi kewajiban bunga utang, sekaligus memperkuat cadangan. Meski kepemilikan Bitcoin berkurang menjadi 843.775 BTC, posisi kas perusahaan kini jauh lebih solid.
CryptoQuant Sudah Memberi Peringatan Sejak Juni
Menariknya, perubahan strategi ini bukan benar-benar datang tanpa tanda. Beberapa pekan sebelumnya, firma analitik on-chain CryptoQuant sudah lebih dulu menyarankan Strategy menghentikan sementara pembelian Bitcoin.
Saat itu, CryptoQuant menilai persoalan utama bukan berada pada prospek Bitcoin, melainkan kondisi keuangan perusahaan. Kewajiban dividen terus meningkat, sementara cadangan kas justru mengalami penyusutan cukup tajam.
Mereka mengungkapkan kewajiban dividen tahunan Strategy melonjak hampir empat kali lipat menjadi US$1,2 miliar. Sebaliknya, kemampuan perusahaan menutup kewajiban tersebut melalui kas turun drastis dari sekitar tujuh tahun menjadi hanya sekitar 14 bulan.
CryptoQuant ‘Larang’ Strategy Beli Bitcoin Lagi, Ini Alasannya
Pendiri CryptoQuant, Ki Young Ju, bahkan menilai pembelian Bitcoin oleh Strategy saat ini tidak lagi memberikan efek besar terhadap harga BTC seperti pada siklus sebelumnya.
“Pembelian BTC oleh Strategy saat ini lebih menyerupai penyerap likuiditas daripada katalis yang mampu mendorong kenaikan harga,” ujar Ki Young Ju kala itu.
Menurutnya, ratusan miliar dolar modal memang terus masuk ke pasar Bitcoin. Namun, dana tersebut lebih banyak berpindah tangan daripada benar-benar mendorong harga Bitcoin ke level yang lebih tinggi.
Karena itu, CryptoQuant menyarankan Strategy membangun kembali cadangan kas hingga sekitar US$2,8 miliar sebelum kembali agresif mengakumulasi Bitcoin. Kini, cadangan kas perusahaan bahkan telah mencapai sekitar US$3 miliar.
Bukan Menyerah pada Bitcoin, tetapi Mengelola Risiko
Meski mulai memperkuat kas, bukan berarti Strategy meninggalkan Bitcoin. Langkah ini lebih mencerminkan perubahan pendekatan dalam mengelola risiko di tengah struktur pembiayaan perusahaan yang semakin kompleks.
Saat ini, kewajiban tahunan untuk membayar dividen saham preferen dan bunga utang mencapai hampir US$1,8 miliar. Dengan kas US$3 miliar, Strategy memperkirakan perlindungan pembayaran hingga sekitar 20,4 bulan.

Cadangan tersebut menjadi bantalan jika BTC terkoreksi. Apabila pasar memasuki fase bearish berkepanjangan, Strategy memiliki ruang bernapas lebih panjang sebelum mencari pendanaan tambahan atau menjual sebagian kepemilikan BTC.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


