Miner BTC Ternama Ramal Harga Bitcoin Bisa Turun ke US$44.000

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah salah satu miner BTC paling dikenal di China, Jiang Zhuoer, membagikan prediksi jangka panjang mengenai siklus bearish yang sedang berlangsung.

Lewat unggahan di X pada Kamis (25/06/2026), Jiang menilai tekanan terhadap harga BTC saat ini belum benar-benar berakhir. Ia memperkirakan Bitcoin baru akan mencapai titik terendah pada akhir 2026.

mNAV Strategy Jadi Sinyal, Tapi Bukan Penentu Bottom Bitcoin

Jiang Zhuoer memulai analisanya dengan melihat Multiple to Net Asset Value (mNAV) Strategy (MSTR). Menurutnya, indikator tersebut telah kembali mendekati level terendah yang pernah tercatat saat pasar memasuki fase bearish pada siklus sebelumnya.

“Saat ini, mNAV Strategy (MSTR) telah turun ke level 0,72, mendekati titik terendah 0,70 yang tercatat pada 11 Mei 2022 saat pasar mulai beralih dari fase bullish ke bearish pada siklus sebelumnya,” jelasnya.

Multiple to Net Asset Value (mNAV) Strategy (MSTR) - Jiang Zhuoer
Multiple to Net Asset Value (mNAV) Strategy (MSTR) – Jiang Zhuoer

Menurut Jiang, mNAV merupakan rasio antara harga saham Strategy dan nilai Bitcoin per saham. Nilai di atas 1 menunjukkan premi, sedangkan di bawah 1 mencerminkan sentimen pasar yang semakin pesimistis.

Data yang ia lampirkan menunjukkan bahwa pada 11 Mei 2022, ketika mNAV menyentuh 0,70, harga Bitcoin masih berada di sekitar US$31.017. Namun, itu ternyata belum menjadi titik terendah siklus bearish saat itu.

BACA JUGA:  CryptoQuant ‘Larang’ Strategy Beli Bitcoin Lagi, Ini Alasannya

Faktanya, Bitcoin baru mencetak dasar harga sekitar enam bulan kemudian, tepatnya pada 21 November 2022, di level US$15.476. Menariknya, ketika BTC mencapai titik tersebut, mNAV justru telah pulih ke kisaran 1,20.

Karena pola itulah, Jiang menilai penurunan mNAV Strategy ke 0,72 lebih tepat dianggap sebagai sinyal bahwa pasar mulai memasuki fase undervalued. Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi ini tidak otomatis berarti harga Bitcoin juga langsung mencapai bottom.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
NAV Premium Strategy - Jiang Zhuoer
NAV Premium Strategy – Jiang Zhuoer

Bottom Bitcoin Diperkirakan Terbentuk pada Akhir 2026

Selain mNAV, Jiang juga mengandalkan model siklus empat tahunan Bitcoin yang selama ini menjadi salah satu acuan di pasar. Berdasarkan model tersebut, ia memperkirakan titik terendah siklus bearish kali ini akan terjadi pada 31 Oktober 2026.

Setiap siklus Bitcoin menunjukkan pola yang konsisten. Siklus pertama mencatat bottom pada 16 November 2011, disusul 14 Januari 2015, 15 Desember 2018, dan 21 November 2022. Kali ini, menurutnya, bottom akan terjadi pada Oktober hingga Desember 2026.

“Dengan demikian, pasar bearish BTC pada siklus ini diperkirakan akan mencapai titik terendah antara Oktober hingga Desember 2026, dengan harga bottom di kisaran US$42.000 hingga US$44.000,” tegasnya.

Model matematis yang digunakan cukup sederhana. Jiang mengibaratkan pergerakan harga Bitcoin seperti bola yang memantul ke tanah. Seiring meningkatnya kapitalisasi pasar, amplitudo kenaikan maupun penurunannya akan mengecil pada siklus berikutnya.

BACA JUGA:  Siklus 4 Tahunan Bitcoin Berakhir? Data Ini Ungkap Fakta Mengejutkan
Proyeksi Harga Bitcoin Mencapai Titik Bottom - Jiang Zhuoer
Proyeksi Harga Bitcoin Mencapai Titik Bottom – Jiang Zhuoer

Ia mengakui model tersebut lebih akurat dalam memprediksi waktu daripada harga. Berdasarkan pola historis dan jeda sekitar enam bulan antara bottom mNAV dan bottom Bitcoin, ia memperkirakan titik balik pasar terjadi pada akhir 2026.

Area US$42.000 Dinilai Jadi Zona Penting bagi BTC

Berdasarkan skenario tersebut, Jiang mengaku masih menerapkan strategi defensif. Sebagian besar transaksi jangka pendek hingga menengah yang dilakukannya belakangan adalah menjual aset spot untuk membuka posisi short.

“Seluruh transaksi jangka pendek hingga menengah yang saya lakukan belakangan adalah menjual aset spot untuk membuka posisi short. Ketika waktunya tiba, saya akan mulai membeli aset spot untuk mengambil posisi long,” tulis Jiang. 

Pandangan Jiang sejalan dengan trader veteran Peter Brandt. Sebelumnya, Brandt membagikan grafik Bitcoin Power Law V2.0 yang menunjukkan harga BTC semakin mendekati batas bawah kanal tren jangka panjang atau lower band.

Menurutnya, area berwarna hijau beberapa kali menjadi zona terbentuknya dasar pasar pada siklus sebelumnya. Setelah menyentuh area itu, BTC berulang kali berhasil berbalik arah dan kembali memasuki tren bullish.

Brandt menilai apabila harga Bitcoin kembali mengalami koreksi sedalam siklus bearish terdahulu atau yang ia sebut sebagai masuk ke area “Banana peel“, maka tekanan jual diperkirakan tidak akan membawa harga jauh di bawah US$42.000. 

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Terancam Jatuh ke US$56.000, Nasib BTC Ditentukan di Level Ini

“Jika BTC memasuki area Banana Peel sedalam siklus bearish sebelumnya, maka para investor bullish seharusnya tidak perlu mengalami penurunan harga yang jauh di bawah US$42.000. Kita hanya tinggal selangkah lagi menuju level tersebut,” tulisnya.

Bitcoin Banana Peel - Peter Brandt
Bitcoin Banana Peel – Peter Brandt

Dari grafik tersebut, Brandt menilai level US$42.000 berada dekat garis bawah kurva Power Law yang selama bertahun-tahun menjadi area support jangka panjang sekaligus membatasi potensi penurunan harga Bitcoin.

Menariknya, meski menggunakan pendekatan berbeda, Jiang Zhuoer dan Peter Brandt sama-sama menyoroti kisaran US$42.000 hingga US$44.000 sebagai area penting yang patut dicermati investor.

Jiang mengandalkan indikator mNAV Strategy dan siklus empat tahunan, sedangkan Brandt menggunakan pendekatan Power Law. Meski demikian, kedua proyeksi tersebut didasarkan pada data historis dan model analisis, bukan kepastian arah harga Bitcoin.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait