Peluncuran jembatan (bridge) aset antara jaringan Base dan Solana kembali menjadi sorotan setelah data awal menunjukkan minimnya penggunaan fasilitas tersebut.
Bridge yang dirilis pada awal Desember 2025 itu baru mencatat sekitar 60 transaksi, jumlah yang dinilai jauh dari ekspektasi untuk layanan lintas jaringan yang digadang sebagai penghubung dua ekosistem besar. Kondisi ini memunculkan pertanyaan baru mengenai siapa sebenarnya yang diuntungkan dari integrasi tersebut.
Bridge ini memungkinkan aset Solana, termasuk SOL dan sejumlah token SPL, berpindah ke Base yang berada dalam ekosistem Ethereum.
Base, yang dikembangkan dengan dukungan Coinbase, menyebut inisiatif ini dirancang untuk memperluas akses interoperabilitas dan mempercepat perpindahan likuiditas antar jaringan. Namun, angka transaksi yang rendah menandakan bahwa pengguna dan pengembang belum melihat manfaat langsung dari layanan tersebut.
Kepala Base, Jesse Pollak, menjelaskan bahwa timnya telah berupaya melakukan komunikasi dengan pengembang di ekosistem Solana. Pollak menegaskan bahwa Base tidak bermaksud menarik proyek secara sepihak, melainkan membuka ruang kolaborasi dua arah.
Respons Solana dan Keraguan Atas Manfaat Kolaborasi
Sikap berbeda muncul dari Pendiri Solana, Anatoly Yakovenko, yang mempertanyakan dampak nyata dari peluncuran bridge tersebut.
Menurutnya, sekadar memindahkan aset antar jaringan tidak serta-merta memberikan nilai tambah bagi komunitas pengembang Solana. Ia menilai manfaat akan terasa hanya jika aplikasi Base turut bermigrasi dan berjalan langsung di jaringan Solana.
Pernyataan tersebut memicu diskusi lebih luas mengenai arah kolaborasi lintas jaringan. Anatoly mengekspresikan keraguan bahwa perpindahan aset saja tidak cukup kuat untuk mendorong pertumbuhan ekosistem.
Ia menegaskan bahwa para pengembang membutuhkan alasan fungsional, bukan hanya teknis, untuk mengadopsi integrasi baru.
Sementara itu, sebagian komunitas Solana menganggap langkah Base sebagai upaya menarik likuiditas tanpa keterlibatan mendalam. Kritik serupa juga muncul terkait token-token berbasis konten yang berkembang di Base, seperti pada platform kreator.
Beberapa pihak mempertanyakan utilitas jangka panjang token tersebut, sedangkan Base menyebut inovasi berbasis konten digital merupakan bentuk ekonomi baru yang sedang dimatangkan.
Minim Adopsi dan Tantangan Interoperabilitas
Hingga kini, minimnya aktivitas di dalam bridge menunjukkan bahwa interoperabilitas tidak otomatis menghasilkan tingkat penggunaan yang tinggi.
Faktor seperti rendahnya kepercayaan, kebutuhan teknis yang belum jelas dan kurangnya insentif ekonomi dinilai ikut memengaruhi keputusan pengguna dan pengembang untuk memindahkan aset antara dua jaringan.
Base dan Solana sebelumnya dikenal memiliki posisi yang kuat pada masing-masing ekosistem, dengan Base berfokus pada perluasan utilitas layer-2 Ethereum dan Solana pada performa transaksi berkecepatan tinggi.
Kendati demikian, rendahnya trafik menunjukkan bahwa adopsi jembatan lintas jaringan tidak serta-merta menarik perhatian kedua komunitas.
Pengamat menyebut keberhasilan bridge ini bergantung pada perkembangan dalam beberapa bulan mendatang.
Data seperti pertumbuhan volume aset yang dipindahkan, jumlah aplikasi yang memanfaatkannya, dan respons komunitas pengembang akan menjadi indikator penting apakah integrasi ini mampu memberikan nilai strategis atau hanya menjadi fitur tambahan tanpa penggunaan signifikan.
Sejauh ini, tidak ada pernyataan lanjutan terkait pembaruan fungsi atau insentif baru untuk meningkatkan adopsi. Namun, pihak Base menegaskan akan terus mendorong penguatan interoperabilitas sebagai bagian dari strategi jangka panjang, sementara pihak Solana masih menunggu bukti manfaat yang lebih konkret.
Dengan tingkat penggunaan yang masih sangat rendah, bridge Base dan Solana kini berada pada fase penilaian publik untuk menentukan apakah teknologi lintas jaringan ini layak dipertahankan atau membutuhkan pendekatan baru agar dapat membawa nilai nyata bagi kedua ekosistem.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



