Tingkat kesulitan penambangan atau mining difficulty Bitcoin telah mengalami penurunan signifikan dalam penyesuaian terbaru jaringan, dengan koreksi sekitar 11 persen.
Penurunan ini tercatat sebagai yang terbesar sejak gelombang larangan aktivitas penambangan di Tiongkok pada 2021. Penyesuaian tersebut terjadi pada periode awal 2026, ketika jaringan Bitcoin mencatat perlambatan produksi blok akibat turunnya daya komputasi global.
Penurunan mining difficulty Bitcoin terjadi setelah hashrate jaringan melemah secara tajam dalam beberapa pekan terakhir. Hashrate, yang mencerminkan total kekuatan komputasi penambang di seluruh dunia, dilaporkan turun lebih dari 10 persen dibandingkan level tertingginya.
Kondisi ini berdampak langsung pada waktu pembuatan blok yang sempat melampaui rata-rata normal sekitar 10 menit.
Penurunan tersebut terjadi secara global dan melibatkan banyak operator penambangan, terutama di AS dan beberapa wilayah lain yang menjadi pusat industri mining. Faktor ekonomi, teknis, dan lingkungan menjadi pemicu utama melemahnya aktivitas penambangan dalam periode tersebut.
Tekanan Hashrate dan Dampak pada Jaringan
Penurunan mining difficulty Bitcoin dipicu oleh melemahnya hashrate jaringan dalam beberapa minggu terakhir. Sejumlah laporan mencatat bahwa banyak fasilitas penambangan mengurangi operasional akibat tekanan biaya dan penurunan pendapatan.
Turunnya harga Bitcoin dalam periode sebelumnya turut mempersempit margin keuntungan penambang.
Selain faktor harga, biaya listrik yang relatif tinggi di beberapa negara juga menjadi beban tambahan bagi pelaku industri. Penambang dengan efisiensi rendah atau menggunakan perangkat generasi lama dinilai paling terdampak, sehingga memilih untuk mematikan mesin sementara waktu.
Kondisi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, terutama di AS, juga berkontribusi terhadap penurunan aktivitas mining. Gangguan pasokan listrik dan kebijakan pengurangan beban jaringan membuat beberapa perusahaan menangguhkan operasional mereka. Akibatnya, total daya komputasi yang aktif di jaringan Bitcoin menurun secara signifikan.
Dalam sistem Bitcoin, mining difficulty Bitcoin disesuaikan secara otomatis setiap 2.016 blok atau sekitar dua minggu sekali.
Mekanisme ini dirancang untuk menjaga waktu pembuatan blok tetap stabil. Ketika hashrate menurun dan blok menjadi lebih lambat, protokol akan menurunkan tingkat kesulitan agar proses penambangan kembali efisien.
Turunnya Mining Difficulty Bitcoin Buka Peluang, Tapi Tekan Penambang Lemah
Penurunan tajam mining difficulty Bitcoin memberikan dampak beragam bagi industri penambangan. Bagi penambang yang masih bertahan, tingkat kesulitan yang lebih rendah berarti peluang mendapatkan blok dan imbalan menjadi lebih besar.
Kondisi ini dapat meningkatkan pendapatan jangka pendek bagi operator yang memiliki biaya operasional relatif rendah.
Namun, di sisi lain, penyesuaian ini juga mencerminkan tekanan serius di sektor penambangan global. Turunnya hashrate menunjukkan bahwa sebagian pelaku industri menghadapi kesulitan untuk mempertahankan operasional dalam kondisi pasar yang menantang.
Situasi ini dinilai mirip dengan periode 2021, ketika larangan penambangan di Tiongkok memicu eksodus besar-besaran penambang dari wilayah tersebut.
Dalam jangka menengah, penurunan mining difficulty Bitcoin dapat mendorong restrukturisasi industri. Operator dengan teknologi lebih efisien dan akses energi murah berpotensi memperkuat posisi mereka, sementara pelaku dengan biaya tinggi berisiko tersingkir. Proses ini diperkirakan akan meningkatkan konsolidasi di sektor penambangan.
Dari sisi jaringan, meskipun hashrate menurun, tingkat keamanan Bitcoin masih dinilai berada pada level tinggi secara historis. Total daya komputasi yang tersisa masih jauh lebih besar dibandingkan periode awal perkembangan Bitcoin. Mekanisme penyesuaian difficulty juga memastikan bahwa jaringan tetap beroperasi secara stabil.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



