Mining pool memungkinkan kamu menggabungkan daya komputasi dengan penambang lain, sehingga peluang mendapatkan reward meningkat dibandingkan solo mining. Berikut ini adalah ulasan lengkap 10 mining pool terbaik, mulai dari mining pool Bitcoin, pool multi-coin, hingga opsi mining pool gratis yang bisa kamu coba.
BACA JUGA:Â 10 Aplikasi Trading Crypto Terbaik untuk Pemula!
Rekomendasi Mining Pool Terbaik
Di era kompetisi hash rate yang semakin ketat, memilih mining pool terbaik menjadi langkah penting, terutama bagi investor pemula dan individu yang baru mendalami blockchain. Supaya kamu nggak bingung dalam memilihnya, berikut adalah beberapa rekomendasi yang bisa kamu coba:
BACA JUGA:Â 10 Exchange Crypto Terbaik di Dunia yang Cocok untuk Pemula!
1. Foundry USA Pool

Foundry USA Pool dikenal sebagai mining pool Bitcoin terbesar di dunia saat ini dan menjadi kekuatan dominan dalam jaringan Bitcoin global. Pool ini hanya berfokus pada Bitcoin dan menggunakan skema pembayaran Full Pay Per Share (FPPS), yang berarti kamu tetap menerima reward stabil meskipun pool tidak menemukan blok.
Keunggulan utama Foundry terletak pada konsistensi pembayaran, infrastruktur kelas industri, serta dukungan luas terhadap firmware penambang profesional. Namun, biaya keanggotaannya tidak dipublikasikan secara terbuka karena biasanya dinegosiasikan per akun.
Dengan porsi hash rate sekitar 30 persen jaringan Bitcoin, Foundry cocok untuk operasi skala besar, tetapi kurang ramah bagi pemula.
2. AntPool

AntPool merupakan salah satu mining pool terbaik yang sudah lama beroperasi dan dikelola oleh Bitmain, produsen Antminer. Pool ini mendukung berbagai aset PoW populer seperti Bitcoin, Litecoin, dan beberapa koin lain, sehingga cocok bagi penambang yang ingin fleksibilitas.
AntPool menawarkan skema pembayaran FPPS dan Pay-Per-Last-N-Shares (PPLNS), bahkan menyediakan opsi solo mining bagi kamu yang ingin mencoba peruntungan sendiri. Biaya tidak dicantumkan secara publik, tetapi biasanya berada di kisaran 1–3 persen.
Dengan hash rate besar dan reputasi stabil, AntPool ideal untuk penambang berpengalaman, meskipun tampilan antarmukanya terkesan lawas.
3. F2Pool

F2Pool adalah salah satu mining pool tertua di industri kripto dan terkenal dengan dukungan multi-coin yang sangat luas. Selain Bitcoin, kamu bisa menambang Litecoin, Ethereum Classic, Zcash, dan berbagai aset PoW lainnya dalam satu platform.
Skema pembayaran yang digunakan adalah Pay Per Share + (PPS+) dan PPLNS, dengan biaya yang relatif lebih tinggi untuk Bitcoin dibanding pool khusus BTC. Keunggulan F2Pool ada pada stabilitas, fitur merge-mining, dan dashboard informatif yang memudahkan pemantauan performa. Namun, jika fokus kamu hanya pada mining pool Bitcoin, F2Pool mungkin terasa kurang efisien dari sisi biaya.
4. ViaBTC

ViaBTC sering disebut sebagai mining pool terbaik untuk pemula karena antarmukanya yang ramah dan mudah dipahami. Pool ini mendukung banyak koin populer seperti Bitcoin, Bitcoin Cash, Litecoin, dan Dogecoin. Salah satu fitur unggulannya adalah Smart Mining yang secara otomatis mengalihkan hash rate ke koin paling menguntungkan.
Skema pembayaran PPS+ dan PPLNS memberikan fleksibilitas sesuai profil risiko kamu. Biaya penambangannya juga dipublikasikan secara transparan, meski strukturnya cukup kompleks bagi pengguna baru. Secara keseluruhan, ViaBTC cocok untuk kamu yang ingin kemudahan tanpa mengorbankan fitur.
5. Binance Pool

Binance Pool merupakan mining pool Bitcoin yang terintegrasi langsung dengan ekosistem Binance. Seluruh hasil mining otomatis masuk ke akun Binance kamu, sehingga memudahkan proses jual beli atau konversi aset.
Pool ini menggunakan skema FPPS dengan biaya sekitar 4 persen. Keunggulan utamanya adalah kemudahan, likuiditas instan, dan minimal payout yang rendah. Namun, kamu wajib melewati proses KYC, dan dana bersifat custodial karena disimpan di platform Binance.
Bagi pengguna Binance aktif, ini adalah pilihan praktis, meski ada risiko sentralisasi.
BACA JUGA:Â 5 Aplikasi Trading Future Crypto Terbaik
6. Braiins Pool

Braiins Pool, yang sebelumnya dikenal sebagai Slush Pool, merupakan salah satu mining pool Bitcoin tertua dengan fokus pada transparansi dan desentralisasi. Menariknya, Braiins menawarkan biaya 0 persen, sehingga sering disebut sebagai mining pool gratis untuk Bitcoin.
Pool ini menggunakan skema PPLNS, yang membuat payout lebih fluktuatif dibanding FPPS. Dukungan terhadap protokol Stratum V2 juga menjadi nilai tambah bagi keamanan dan efisiensi. Braiins Pool cocok untuk kamu yang mengutamakan prinsip desentralisasi, meski harus siap dengan variasi pendapatan.
7. Luxor Mining

Luxor Mining menyasar penambang profesional dan institusional dengan fitur-fitur canggih. Untuk Bitcoin, Luxor menawarkan skema FPPS dengan biaya 0 persen, meskipun ada biaya tambahan jika kamu menggunakan firmware LuxOS.
Pool ini mendukung berbagai koin PoW dan menyediakan alat analitik tingkat lanjut, termasuk derivatif hash rate. Antarmukanya sangat lengkap, tetapi memiliki kurva belajar yang tinggi. Luxor cocok bagi penambang skala besar yang membutuhkan stabilitas dan kontrol maksimal, namun kurang ideal bagi pemula.
8. BTC.com
BTC.com adalah mining pool Bitcoin yang menonjolkan kemudahan penggunaan. Dengan tampilan dashboard modern dan proses setup yang sederhana, pool ini cocok untuk penambang kecil hingga menengah. Skema pembayaran PPS dan PPLNS mereka memiliki biaya sekitar 2,7 persen yang tergolong kompetitif.
Meskipun hash rate globalnya relatif kecil, BTC.com tetap menarik bagi kamu yang mengutamakan pengalaman pengguna dan stabilitas layanan. Pool ini juga mendukung merge-mining untuk aset tertentu.
9. Poolin

Poolin adalah mining pool lama yang menawarkan dukungan multi-coin dan layanan tambahan seperti hosting perangkat mining. Pool ini mendukung berbagai aset PoW dan skema pembayaran PPS+ serta PPLNS.
Biayanya tidak dipublikasikan secara resmi, tetapi umumnya berada di kisaran 2–3 persen. Keunggulan Poolin terletak pada infrastruktur yang mapan dan fitur merge-mining. Namun, penurunan hash rate global dan kualitas dukungan pelanggan yang tidak selalu konsisten menjadi catatan penting sebelum memilih pool ini.
10. 2Miners

2Miners lebih dikenal sebagai mining pool untuk altcoin berbasis GPU dan ASIC. Pool ini mendukung berbagai koin populer seperti Ravencoin, Kaspa, Ergo, dan Ethereum Classic, dengan opsi konversi otomatis ke Bitcoin. Biaya penambangan relatif rendah dan tersedia opsi solo mining.
Dashboard 3Miners bersih dan mudah dipahami sehingga ramah bagi pemula GPU mining. Namun, karena tidak fokus pada Bitcoin, 2Miners kurang cocok jika tujuan utama kamu adalah mining pool Bitcoin.
Sudah Siap Memilih Mining Pool?
Setiap mining pool terbaik memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari stabilitas Foundry, fleksibilitas AntPool, kemudahan ViaBTC, hingga transparansi Braiins Pool. Pilihan ideal sangat bergantung pada tujuan, skala penambangan, dan toleransi risiko kamu.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



