Misteri Blok Bitcoin 666.666, Ada Pesan Alkitab Tersembunyi di Dalamnya

Bitcoin menyimpan banyak cerita aneh di balik deretan angka dan kode yang terlihat dingin. Namun, satu blok yang ditambang pada 2021 punya kombinasi terlalu ganjil untuk sekadar dilewatkan.

Nomornya 666.666, angka yang selama puluhan tahun lekat dengan citra gelap dalam budaya populer. Anehnya, ketika blok itu dibuka, yang ditemukan justru pesan Alkitab tentang melawan kejahatan dengan kebaikan.

Misteri di Balik Blok Bitcoin 666.666

Blok tersebut ditambang pada 18 Januari 2021 oleh BTC.com dan memuat 2.728 transaksi. Sekilas tidak ada yang luar biasa, sampai satu transaksi di dalamnya memperlihatkan jejak yang spesifik.

Transaksi itu memiliki TXID panjang yang berakhir afe99. Data Mempool menunjukkan transaksi tersebut dikonfirmasi tepat di blok 666.666, bukan satu blok sebelum ataupun sesudah angka mencolok tersebut.

Di dalam transaksi itu, pengirim mengirim masing-masing 0,00432100 BTC atau 432.100 satoshi menuju dua alamat Bitcoin yang sejak awal tampak sengaja dibuat untuk menarik perhatian.

Alamat pertama diawali 1GoD, sedangkan alamat kedua dimulai dengan 1BibLE. Namun, kejutan sebenarnya muncul pada output ketiga, ketika pengirim menggunakan OP_RETURN untuk meninggalkan sebuah pesan permanen.

“Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan – Roma 12:21,” demikian pesan yang ditinggalkan pengirim anonim tersebut.

BACA JUGA:  Negara Tetangga Makin Serius Garap Tokenisasi, Indonesia Bagaimana?
Pesan Tersembunyi di Salah Satu Transaksi pada Blok Bitcoin 666.666
Pesan Tersembunyi di Salah Satu Transaksi pada Blok Bitcoin 666.666

Bagaimana Pesan Bisa Tersimpan di Blok Bitcoin?

Jika blockchain terdengar rumit, konsep blok cukup sederhana. Bitcoin.org menjelaskannya sebagai catatan dalam blockchain yang berisi sekaligus mengkonfirmasi berbagai transaksi yang sebelumnya menunggu untuk diproses.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

“Blok sendiri adalah rekaman dalam rantai-blok yang mengandung dan juga mengkonfirmasi antrian transaksi,” tulis Bitcoin.org dalam penjelasannya mengenai cara kerja jaringan Bitcoin.

Rata-rata sekitar setiap sepuluh menit, blok baru ditambahkan melalui proses mining BTC. Setiap blok kemudian tersambung dengan blok sebelumnya, membentuk catatan transaksi yang berurutan dan sulit diubah.

Karena transaksi yang telah dikonfirmasi tercatat dalam rantai, pesan berbasis OP_RETURN juga dapat bertahan sebagai bagian dari sejarah blockchain selama jaringan Bitcoin terus mempertahankan data itu.

Itulah yang membuat kasus blok 666.666 berbeda dari sekadar unggahan viral. Bukti utamanya bukan tangkapan layar atau cerita anonim, melainkan transaksi yang hingga kini bisa diperiksa langsung melalui explorer.

Menariknya, meninggalkan pesan dalam jaringan Bitcoin bukan sesuatu yang baru. Berbagai teks, gambar, hingga artefak digital pernah tercatat di jaringan melalui berbagai metode sepanjang sejarah Bitcoin.

Bahkan, blok genesis Bitcoin juga terkenal karena membawa pesan terkait tajuk surat kabar The Times pada 2009, menjadikan penyisipan pesan sebagai bagian unik dari sejarah jaringan tersebut.

Pesan Rahasia Beberapa Menit Sebelum Bitcoin Halving

Kenapa Angka 666 Dianggap Begitu Gelap?

Angka 666 bukan muncul dari internet atau teori konspirasi modern. Akar asosiasinya dapat ditelusuri ke Kitab Wahyu 13:18, yang menyebut angka tersebut sebagai number of the beast.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Berpeluang Terbang ke US$160.000, Ini Level Penentunya

“Hal ini membutuhkan hikmat. Barangsiapa memiliki pengertian, hendaklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena itu adalah bilangan seorang manusia. Bilangan itu adalah 666,” sebagaimana tertulis dalam Wahyu 13:18.

Dalam perkembangannya, angka ini melekat dengan citra Antikristus, setan, dan kejahatan melalui budaya populer. Film horor hingga musik metal memperkuat asosiasi yang terbentuk selama berabad-abad.

Salah satu pendorong kuatnya adalah film horor The Omen pada 1976. Film tersebut ikut membuat 666 identik dengan sesuatu yang menyeramkan dalam budaya populer modern.

Karena itu, pilihan Roma 12:21 di blok 666.666 terasa disengaja. Alih-alih menaruh pesan gelap, seseorang justru meninggalkan kalimat yang berbicara tentang mengalahkan kejahatan dengan kebaikan.

Kontras ini membuat ceritanya menarik. Angka yang identik dengan beast dipertemukan dengan pesan religius, lalu dikunci selamanya pada jaringan blockchain yang tidak mengungkap siapa pengirim sebenarnya.

Dengan kata lain, bagian anehnya bukan karena ada pesan “satanic”. Seseorang tampaknya memainkan simbol 666, lalu membalik maknanya menggunakan pesan yang berlawanan.

BACA JUGA:  Uptober Bukan Cuma Bitcoin, Sinyal Altcoin Season Mulai Menyala?

Kebetulan atau Memang Sengaja Membidik Blok 666.666?

Misterinya makin tebal ketika melihat biaya transaksi. Data mencatat pengirim membayar 135.800 satoshi, dengan fee rate sekitar 596,92 satoshi per virtual byte untuk transaksi berukuran relatif kecil.

Laporan FXStreet pada saat itu memperkirakan biaya tersebut bernilai lebih dari US$50 dan sekitar lima kali lebih tinggi dibanding puncak rata-rata fee harian Bitcoin ketika transaksi tersebut dikirim.

Transaksi Misterius di Blok Bitcoin 666.666
Transaksi Misterius di Blok Bitcoin 666.666

Fee tinggi tidak otomatis membuktikan niat pengirim. Namun, dengan dua vanity address, pesan Roma 12:21, dan posisi transaksi tepat di blok 666.666, sulit menganggap semuanya sekadar kebetulan.

Semakin tinggi fee, semakin menarik sebuah transaksi bagi penambang untuk dimasukkan ke blok. Karena itu, pembayaran mahal tersebut memperkuat dugaan bahwa pengirim memang mengejar waktu konfirmasi tertentu.

Sampai sekarang, identitas sosok di balik transaksi tersebut tidak diketahui. Blockchain memperlihatkan apa yang ia lakukan dengan sangat jelas, tetapi tidak memberikan jawaban sederhana mengenai siapa dirinya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait