Misteri Puisi yang Muncul 26 Kali di Blockchain Bitcoin, Siapa Pengirimnya?

Blockchain Bitcoin biasanya dipenuhi catatan transaksi keuangan. Namun, di antara perpindahan BTC tersebut, muncul sesuatu yang tidak biasa. Seseorang secara misterius terus mengirimkan puisi pendek yang sama, seolah ingin meninggalkan pesan di jaringan yang dikenal sulit diubah ini.

Bukan sekali atau dua kali. Puisi tersebut tercatat muncul sebanyak 26 kali dalam kurun sekitar 12 hari, dengan pola pengiriman yang begitu teratur hingga memunculkan pertanyaan baru. Apakah ini ulah seseorang yang gemar berpuisi, eksperimen teknologi, atau justru aktivitas kecerdasan buatan (AI)?

Keanehan tersebut diungkap oleh Galaxy Research, divisi riset Galaxy Digital, melalui unggahan di X pada 24 Oktober 2026.

Tim peneliti menemukan bahwa selain 26 salinan puisi yang identik, terdapat dua salinan puisi berbeda yang dikirim menggunakan kunci kriptografi yang sama. Dengan demikian, totalnya mencapai 28 pesan dalam periode pengamatan tersebut.

Menariknya, bukan hanya isi puisi yang membuat para peneliti penasaran. Ketika aliran Bitcoin di balik transaksi itu ditelusuri, muncul pola perpindahan dana yang sama misteriusnya.

Puisi Misterius yang Tersimpan di Blockchain Bitcoin

Puisi misterius yang ditemukan Galaxy Research tersebut ternyata memuat gambaran filosofis tentang waktu dan cara kerja blockchain Bitcoin.

Melalui rangkaian kata yang terdengar puitis, pengirim anonim seolah menggambarkan bagaimana setiap blok menjadi bagian dari catatan yang terus bertambah seiring berjalannya waktu.

“Thoughtless quartz clocks drift, while blocks stack, each a strict proof, the timechain keeps score,” tulis pengirim anonim dalam puisi yang berulang kali disisipkan tersebut.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Puisi bitcoin

Secara bebas, kalimat itu menggambarkan jam kuarsa yang terus bergerak tanpa berpikir, sementara blok-blok bertumpuk membawa bukti dan rantai waktu mencatat semuanya.

BACA JUGA:  Investor Kripto Tahan Nafas, Ini Kalender Ekonomi Terbaru dan Prediksi Dampaknya!

Sekilas, rangkaian kata tersebut terdengar seperti renungan filosofis tentang waktu. Namun, ada beberapa istilah yang berkaitan langsung dengan cara kerja Bitcoin.

Penyebutan blocks dan timechain, misalnya, mengingatkan pada jaringan Bitcoin yang mencatat transaksi secara berurutan dalam blok-blok yang saling terhubung.

Istilah timechain sendiri bukan sesuatu yang asing dalam sejarah Bitcoin. Satoshi Nakamoto pernah menggunakan istilah tersebut dalam pembahasan teknis pada masa awal pengembangan jaringan.

Meski demikian, belum ada bukti bahwa puisi tersebut merupakan pesan rahasia, teka-teki kriptografi, atau petunjuk yang sengaja ditinggalkan untuk komunitas Bitcoin.

Yang lebih menarik adalah bagaimana tulisan itu bisa masuk ke blockchain.

Menurut Galaxy Research, setiap salinan memuat teks sepanjang 100 byte dalam output “OP_RETURN berukuran 103 byte.”

OP_RETURN merupakan bagian dari mekanisme transaksi Bitcoin yang memungkinkan penyisipan data, termasuk teks, ke dalam blockchain tanpa menjadikannya saldo BTC yang dapat dibelanjakan.

Ukuran tersebut juga melampaui batas relay default 83 byte yang sebelumnya digunakan pada perangkat lunak Bitcoin Core.

Namun, sejak Bitcoin Core versi 30.0 dirilis pada Oktober 2025, batas default penyampaian data OP_RETURN telah diperlonggar. Dengan demikian, ukuran pesan yang ditemukan Galaxy Research bukanlah sesuatu yang mustahil diproses oleh jaringan.

Salah satu jejak puisi tersebut ditemukan pada blok Bitcoin bernomor 971.914, yang ditambang pada 17 Oktober 2026.

Bitcoin yang Sama Terus Berputar, Apa Tujuannya?

Misteri semakin menarik ketika para peneliti mengikuti pergerakan BTC yang menyertai pesan tersebut.

Galaxy Research menemukan bahwa pengirim tampaknya menggunakan dana sekitar 0,327 BTC yang terus dipindahkan menuju alamat-alamat terkait suatu layanan kustodian.

Namun, alih-alih berpindah tangan secara permanen, dana itu justru dikirim kembali beberapa jam kemudian.

BACA JUGA:  CryptoBilis Terseret Investigasi Ledger, Ternyata Punya Toko di Indonesia!

Setelah menerimanya, pengirim kembali melakukan transaksi, menyisipkan puisi yang sama, lalu mengulangi proses tersebut.

Aktivitas itu berlangsung dengan interval yang relatif konsisten, sekitar 13 hingga 18 jam untuk setiap siklus. Bahkan, sejak 19 Oktober, sembilan siklus tercatat berlangsung tanpa jeda berarti.

Berdasarkan penelusuran Galaxy Research, terdapat 28 transaksi deposit dan 14 putaran perpindahan dana yang telah diamati.

Anehnya, aktivitas berulang tersebut hanya menghasilkan total biaya penambangan sebesar 8.015 satoshi dalam perhitungan yang dilaporkan tim riset. Satu satoshi setara dengan 0,00000001 BTC.

Terdapat pula pemotongan sebesar 100.000 satoshi oleh layanan kustodian pada 19 Oktober.

Pola tersebut membuat dugaan pencucian uang dinilai kurang sesuai. Pasalnya, dana yang diamati sebagian besar hanya bergerak bolak-balik melalui jalur yang relatif sama, bukan melalui rangkaian transaksi kompleks untuk menyamarkan asal-usul aset.

Akan tetapi, pola perputaran uang yang teratur juga tidak cukup untuk memastikan bahwa aktivitas tersebut sepenuhnya tidak berkaitan dengan tindakan manipulatif.

Justru dari sinilah muncul beberapa kemungkinan yang tidak kalah menarik.

Benarkah Puisi Itu Dikirim oleh AI?

Galaxy Research mempertimbangkan sejumlah penjelasan mengenai aktivitas misterius tersebut.

Kemungkinan pertama adalah upaya memperbesar statistik deposit atau volume aktivitas suatu platform secara artifisial.

Dengan mengirim dan menerima BTC yang sama berulang kali, suatu sistem dapat mencatat banyak transaksi meskipun nilai ekonomi yang benar-benar berpindah tidak sebesar akumulasi nominal transfernya.

Kemungkinan kedua, rangkaian transaksi itu merupakan pengujian integrasi perangkat lunak yang dijalankan secara otomatis pada jaringan Bitcoin utama.

Dalam skenario ini, pengembang mungkin sedang menguji komunikasi antara wallet dan layanan kustodian, sementara puisi digunakan sebagai data pengenal yang disertakan setiap kali transaksi dibuat.

BACA JUGA:  Ini Penyebab Harga Bitcoin dan Ethereum Rontok Hari Ini

Namun, ada kemungkinan ketiga yang jauh lebih nyeleneh, yakni keterlibatan agen AI otonom.

Bayangkan sebuah sistem AI diberikan akses untuk mengoperasikan wallet Bitcoin, kemudian diperintahkan melakukan transaksi secara berkala. Sistem tersebut mungkin menjalankan instruksi berulang kali tanpa keterlibatan manusia secara langsung pada setiap pengiriman.

Pola waktu yang konsisten dan penggunaan pesan identik memang sejalan dengan aktivitas otomatis. Akan tetapi, hal tersebut tidak membuktikan bahwa AI benar-benar menjadi pelakunya. Program komputer biasa pun mampu menjalankan tugas serupa.

Ketika memublikasikan temuannya, Galaxy Research bahkan memperkirakan bahwa apabila pola tersebut terus berlanjut, salinan puisi ke-27 dapat muncul sekitar 14 jam setelah salinan ke-26.

Perkiraan tersebut didasarkan pada ritme transaksi sebelumnya, bukan konfirmasi bahwa pengiriman berikutnya pasti terjadi.

Hingga laporan awal itu dipublikasikan, identitas pengirim maupun tujuan sebenarnya masih belum diketahui.

Yang jelas, seseorang atau suatu sistem telah menggunakan jaringan Bitcoin bukan hanya untuk memindahkan aset, melainkan juga meninggalkan jejak tulisan berulang yang dapat ditelusuri secara publik.

Kini, pertanyaannya bukan lagi sekadar mengapa puisi yang sama dikirim hingga puluhan kali. Apakah ada manusia yang sengaja menciptakan misteri tersebut, atau justru sebuah program yang terus bekerja tanpa peduli bahwa aktivitasnya sedang diperhatikan?

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait