Sebuah aktivitas tidak biasa di blockchain Ethereum menarik perhatian peneliti kripto. Selama ratusan malam, sekelompok wallet misterius secara rutin memindahkan dana bernilai ratusan juta dolar AS, hanya untuk mengembalikannya ke tempat semula sekitar setengah jam kemudian.
Jumlahnya tidak main-main. Sepanjang Oktober 2026, dana yang dipindahkan rata-rata mencapai US$290 juta per malam, sebagian besar berasal dari protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) Aave dan Sky.
Yang membuat aktivitas tersebut semakin aneh adalah waktunya. Dana dipindahkan menjelang pukul 00.00 UTC, atau sekitar pukul 07.00 WIB, kemudian dikembalikan setelah pergantian hari menurut waktu UTC.
Berdasarkan investigasi terbaru perusahaan analitik blockchain Bitquery, yang diterbitkan pada Rabu (28/10/2026), pola tersebut berlangsung selama 394 malam berturut-turut sejak akhir September 2025.
Bahkan, jejak aktivitas serupa telah ditemukan sejak Juli 2024. Tidak ada identitas yang diketahui secara pasti di balik rangkaian transaksi tersebut, sementara tujuan sebenarnya masih menjadi teka-teki.
Lantas, mengapa seseorang perlu memindahkan ratusan juta dolar setiap hari, hanya untuk mengembalikannya beberapa menit kemudian?
Jejak Ratusan Juta Dolar yang Berputar Setiap Malam
Keanehan ini terlihat dari pergerakan tingkat pemanfaatan likuiditas atau utilization rate di pasar USDC milik Aave. Angkanya berulang kali melonjak pada waktu yang hampir sama, sebelum kembali turun setelah dana masuk lagi.
Aktivitas tersebut sebenarnya pernah diidentifikasi dalam penelitian Coin Metrics pada Juli 2026. Ketika itu, penelitinya menemukan wallet yang secara rutin menarik likuiditas USDC dari Aave, lalu menyetorkannya kembali setelah pergantian hari.
Pada 27 Oktober, pengembang blockchain bernama wavey kembali menyoroti pola tersebut melalui sebuah unggahan di media sosial. Temuan itu kemudian diperiksa lebih jauh oleh Bitquery menggunakan riwayat transfer USDC dan data blockchain Ethereum.
Salah satu contoh paling jelas terjadi pada 26–27 Oktober 2026. Menjelang tengah malam UTC, dua wallet menarik dana dari sumber berbeda. Wallet pertama mengambil USDC dari Aave, sedangkan wallet kedua menukarkan aset sUSDS melalui fasilitas pertukaran milik Sky.
Kedua aliran dana tersebut dikumpulkan dalam wallet perantara, kemudian diteruskan ke wallet lain dengan alamat 0xf1edbf98…6156a8.
Dalam kejadian tersebut, wallet terakhir menampung sekitar US$241,63 juta selama 21 menit, tepat melintasi pukul 00.00 UTC.
Transaksi masuk senilai ratusan juta USDC tersebut tercatat secara permanen di blockchain Ethereum, sehingga pergerakannya dapat ditelusuri kembali.
Setelah pergantian hari, seluruh dana dikembalikan melalui jalur yang hampir sama. Sebagian kembali disetorkan ke Aave, sedangkan sisanya ditempatkan lagi dalam instrumen penghasil imbal hasil milik Sky.
Berdasarkan rekonstruksi Bitquery, dana rata-rata berada di wallet penampungan selama 24 menit. Sementara itu, waktu yang dibutuhkan hingga kembali ke posisi penghasil imbal hasil mencapai median 37 menit.
Menariknya, dari ratusan malam yang diperiksa, tidak ditemukan kejadian ketika dana meninggalkan wallet penampungan sebelum tengah malam UTC.
Apakah Whale Misterius Ini Sedang Memburu Imbalan USDC?
Ada dugaan menarik di balik aktivitas yang terlihat seperti pekerjaan sia-sia tersebut, yakni kemungkinan upaya memaksimalkan keuntungan dari program imbalan kepemilikan USDC.
Melalui layanan USDC untuk institusi, Coinbase menawarkan imbalan bagi nasabah yang menyimpan stablecoin tersebut, termasuk melalui Coinbase Prime. Tingkat imbalan sederhana yang dipublikasikan mencapai 3,40 persen per tahun.
Persoalannya, metode penghitungan saldo untuk program tertentu tidak seluruhnya diungkapkan kepada publik.
Jika suatu program menghitung saldo hanya sekali dalam sehari, misalnya tepat saat pergantian tanggal UTC, seseorang secara teoretis dapat menempatkan dana dalam jumlah sangat besar pada saat penghitungan berlangsung.
Sesudahnya, dana tersebut bisa dipindahkan kembali ke protokol DeFi agar terus menghasilkan keuntungan dari aktivitas pinjaman atau instrumen simpanan.
Pola transaksi whale misterius ini terlihat cocok dengan kemungkinan tersebut. Bitquery menemukan bahwa saldo USDC biasa yang dikuasai kelompok wallet pada tengah malam mencapai 37 kali rata-rata saldo hariannya, berdasarkan nilai median periode pengamatan.
Dari simulasi menggunakan tingkat imbalan tahunan 3,40 hingga 3,60 persen, Bitquery memperkirakan saldo yang tercatat pada tengah malam sejak Juli 2024 berpotensi menghasilkan reward senilai US$16,4 juta hingga US$17,4 juta.
Namun demikian, angka itu bukan keuntungan yang telah terbukti diterima whale tersebut. Tidak ada bukti publik mengenai pembayaran aktual ataupun persyaratan reward yang berlaku bagi pemilik wallet.
Penjelasan lain juga masih terbuka. Dalam analisis Juli lalu, Coin Metrics mengemukakan kemungkinan bahwa dana dipindahkan untuk keperluan pembuktian kepemilikan aset atau pencatatan portofolio harian oleh sebuah institusi.
Artinya, pola yang terlihat di blockchain memang nyata, tetapi motif di baliknya masih belum dapat dipastikan.
Dampaknya Membuat Likuiditas Aave Hampir Mengering
Terlepas dari tujuan sebenarnya, aktivitas tersebut ternyata membawa konsekuensi bagi pengguna lain di pasar pinjaman DeFi.
Ketika whale menarik USDC dalam jumlah besar dari Aave, dana yang tersedia untuk ditarik atau dipinjam oleh pengguna lain menyusut secara mendadak.
Pada malam 26–27 Oktober, misalnya, cadangan USDC yang tersedia sebelum penarikan mencapai sekitar US$173 juta. Satu transaksi whale mengambil sekitar 78 persen dari jumlah tersebut.
Akibatnya, utilization rate Aave melonjak dari 92,8 persen menjadi 98,3 persen, sementara suku bunga pinjaman tahunan bergerak dari 4,4 persen menjadi 11,6 persen.
Dalam pengamatan sepanjang Oktober, kondisi tersebut bahkan lebih ekstrem. Setelah penarikan whale, utilization rate mencapai median 99,6 persen dan sempat menyentuh 100 persen pada enam malam berbeda.
Pada salah satu malam terburuk, likuiditas USDC yang masih tersedia di pasar tersebut hanya sekitar US$12.000.
Kondisi ini menunjukkan bagaimana pergerakan satu pemilik modal besar bisa memengaruhi biaya pinjaman pengguna lain, meskipun dana yang ditarik akhirnya kembali dalam waktu singkat.
Coin Metrics sebelumnya bahkan memperkirakan pola penarikan likuiditas semacam ini berpotensi menambah beban bunga kolektif peminjam USDC di Aave hingga sekitar US$6 juta per tahun, berdasarkan simulasi kondisi pasar yang mereka teliti pada Juli 2026.
Ada keanehan lain yang ikut terungkap. Wallet penampungan tersebut ternyata juga menjadi sasaran address poisoning, yakni upaya penipuan menggunakan alamat wallet tiruan yang dibuat menyerupai alamat asli.
Melalui penelusuran transaksi wallet, Bitquery mendapati banyak catatan transfer masuk palsu dan transaksi bernilai nol yang ditujukan untuk mengelabui pemilik wallet. Meski demikian, peneliti tidak menemukan bukti bahwa dana USDC asli dari empat wallet utama berhasil dikirim ke alamat tiruan.
Sementara itu, aliran dana menuju dan dari alamat yang dikaitkan dengan Circle, Coinbase Prime, serta sejumlah platform institusional menunjukkan bahwa pemiliknya kemungkinan merupakan pelaku pasar bermodal besar.
Namun, hubungan transaksi tersebut belum cukup untuk mengungkap identitas pemilik sebenarnya.
Hingga pemeriksaan terakhir pada 28 Oktober 2026, pola pemindahan dana itu masih berlangsung. Ratusan juta dolar terus berpindah menjelang pergantian hari UTC, lalu kembali lagi seperti tidak terjadi apa-apa.
Identitas pengendalinya tetap misterius. Begitu pula alasan mengapa seluruh proses harus berlangsung pada waktu yang begitu presisi.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


