Di tengah maraknya penggunaan kecerdasan buatan (AI), teknologi ini mulai dimanfaatkan untuk trading kripto. Menariknya, seorang trader asal Indonesia mengaku berhasil meraup keuntungan sekitar Rp50 juta dalam sebulan dengan bantuan AI agent.
Bermula dari Setup AI Agent
Cerita ini dibagikan oleh Yunus pada Sabtu (30/05/2026). Melalui unggahannya di X, ia berhasil meraih keuntungan sekitar Rp50 juta sepanjang Mei 2026 dari dua wallet yang dikelola menggunakan AI agent.
“Alhamdulillah bulan ini AI agent DLMM dan trench menghasilkan sekitar US$3.000, atau jika dikonversi setara kurang lebih Rp50 juta,” tulis Yunus.

Di balik angka tersebut, Yunus menegaskan bahwa prosesnya tidak sederhana. Menurutnya, tantangan muncul pada tahap awal ketika AI agent dibangun, dikonfigurasi, dan diintegrasikan dengan berbagai layanan agar dapat bekerja optimal.
“Jujur aja emang setup awal kerasa ribet banget, apalagi yang bikin ya. Tapi kalau udah tahu ya tinggal mantau beberapa jam sekali,” lanjutnya.
Untuk menjalankan sistem trading bot, ia mengeluarkan biaya operasional sekitar US$130 per bulan. Dana tersebut digunakan untuk VPS senilai US$30, layanan RPC sebesar US$50, langganan AI sekitar US$40, serta US$10 untuk kebutuhan LLM.
DLMM Kembali Jadi Sorotan Komunitas Kripto
Keberhasilan Yunus menambah panjang daftar cerita sukses trader kripto Indonesia yang memanfaatkan DLMM. Dalam beberapa pekan terakhir, mekanisme ini sering diperbincangkan karena dinilai mampu menghasilkan pendapatan di sektor DeFi.
Fenomena serupa sebelumnya juga datang dari trader bernama Arip. Ia sebelumnya sempat viral setelah mengaku meraup sekitar Rp25 juta hanya dalam waktu dua minggu melalui aktivitas di DLMM.
Yang membuat kisahnya menarik, seluruh aktivitas tersebut dilakukan hanya dengan HP Android murah tanpa desktop. Cerita ini memperkuat anggapan bahwa peluang di dunia Web3 kini semakin terbuka, bahkan tanpa perangkat yang mahal.
“Hidup di desa bisa banget kok menghasilkan dua digit sebulan. Ini saya Rp25 juta dalam dua minggu cuma pakai HP Android sejutaan, ditambah skill saya di Meteora,” tulis Arip saat itu.
Tak hanya Yunus dan Arip, fenomena serupa juga terlihat dari kisah “bapak-bapak introvert” yang sempat viral karena mengaku mampu menghasilkan puluhan juta rupiah per bulan dari aktivitas liquidity providing di sektor DeFi.
Santai Tapi Cuan, Bapak-Bapak Ini Raup Rp50 Juta Sebulan dari Kripto
Sebagian besar cerita tersebut memiliki benang merah yang sama, yakni pemanfaatan DLMM untuk mengoptimalkan likuiditas. Mekanisme ini memungkinkan pengguna mengatur posisi secara lebih fleksibel mengikuti pergerakan harga.
Meski menawarkan potensi imbal hasil yang menarik, strategi trading ini tetap memiliki risiko, mulai dari volatilitas harga hingga impermanent loss. Karena itu, pemahaman yang baik dan manajemen risiko yang matang menjadi kunci utama sebelum terjun langsung.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


