Akumulasi besar-besaran aset kripto Ethereum (ETH) oleh investor institusional tengah berlangsung tanpa diiringi lonjakan harga yang signifikan.
Data on-chain terbaru dari XWIN Research Japan di CryptoQuant menunjukkan bahwa arus modal skala besar sudah bergerak lebih dulu, sementara pasar masih cenderung tenang dan metrik valuasi belum mencerminkan perubahan tersebut.
Kondisi ini memperlihatkan adanya jeda antara perbaikan fundamental jaringan dan respons harga di pasar terbuka.
Fenomena tersebut tercermin dari aktivitas staking dalam jumlah besar yang terjadi di AS pada awal 2026. Salah satu contoh paling menonjol datang dari BitMine, perusahaan yang dipimpin Tom Lee, yang dalam satu hari melakukan staking sebanyak 82.560 ETH dengan nilai sekitar US$260 juta.
Dalam waktu kurang dari satu minggu, total ETH yang di-stake oleh entitas ini dilaporkan mendekati US$1,7 miliar. Menurut XWIN Research Japan, langkah tersebut mengindikasikan strategi akumulasi jangka panjang, bukan manuver spekulatif jangka pendek yang biasanya bertujuan mengejar volatilitas harga.
Akumulasi ini terjadi ketika harga ETH relatif bergerak mendatar dan belum menunjukkan tren kenaikan yang kuat. Situasi tersebut menegaskan adanya perbedaan antara perilaku pelaku pasar besar dan sentimen ritel yang masih menunggu konfirmasi arah.
“Pergerakan ini mencerminkan partisipasi jaringan jangka panjang, bukan sekadar posisi spekulatif yang bergantung pada momentum harga,” ungkap XWIN Research Japan.
Aktivitas Jaringan Melonjak, Harga Ethereum Tertinggal
Selain akumulasi institusional, indikator penggunaan jaringan juga menunjukkan penguatan yang signifikan. Jumlah transaksi di jaringan Ethereum tercatat mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Kenaikan ini dinilai tidak semata-mata dipicu oleh perdagangan spekulatif, melainkan oleh peningkatan penggunaan riil, termasuk aktivitas yang berasal dari solusi layer-2. Dengan kata lain, adopsi dan utilisasi jaringan tumbuh lebih cepat dibandingkan pergerakan harga ETH di pasar.
XWIN Research Japan menilai bahwa kondisi tersebut menandakan fase kedewasaan baru dalam penggunaan Ethereum. Aktivitas ekonomi di dalam jaringan terus meningkat, sementara harga masih berada pada fase konsolidasi.
Ketimpangan ini menunjukkan bahwa valuasi pasar belum sepenuhnya menyesuaikan diri dengan perkembangan fundamental yang terjadi di lapisan protokol dan aplikasi.
Salah satu faktor utamanya adalah fokus Ethereum pada penguatan ekosistem jangka panjang, bukan pada maksimalisasi pendapatan jangka pendek. Sepanjang 2025, jaringan ini dilaporkan melepaskan potensi pendapatan biaya transaksi lebih dari US$100 juta.
Kebijakan tersebut diambil untuk mempercepat skalabilitas dan memperkuat ekosistem layer-2 sebagai tulang punggung pertumbuhan penggunaan di masa depan.
Valuasi Masih Tertahan, Risiko Turun Dinilai Terbatas
Dari sisi valuasi, rasio Market Value to Realized Value (MVRV) ETH masih berada pada level yang relatif rendah. Data on-chain menunjukkan bahwa MVRV saat ini jauh di bawah level yang biasanya terlihat pada fase bull market sebelumnya.
Bahkan, jika dibandingkan dengan periode undervaluation historis, posisinya masih tergolong moderat dan berada di sekitar zona netral jangka panjang.

Kondisi ini mengindikasikan dua hal utama. Pertama, tekanan penurunan harga yang ekstrem dinilai terbatas karena tidak ada tanda-tanda valuasi berlebihan. Kedua, pasar juga belum memasuki fase ekspansi keuntungan yang luas, di mana mayoritas pelaku pasar berada dalam posisi untung signifikan.
Dengan demikian, struktur pasar ETH saat ini lebih mencerminkan fase konsolidasi yang ditopang oleh perbaikan fundamental.
XWIN Research Japan menyimpulkan bahwa skenario dasar Ethereum saat ini adalah konsolidasi struktural dengan dukungan data on-chain yang semakin solid. Namun, penilaian tersebut tetap bersifat kondisional.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



