Modal Diam, Trader Kripto Ini Cuan Rp3 Juta dari USDT saat IDR Melemah

Seorang trader kripto membagikan pengalaman tak biasa: meski portofolionya minus, ia justru mencatat keuntungan fantastis. Fenomena ini terjadi bukan karena trading, melainkan hanya dari menyimpan USDT di crypto exchange, yang terdampak oleh pelemahan rupiah.

Cuan di Tengah Posisi Minus Berkat Simpan USDT

Kisah ini pertama kali dibagikan oleh seorang trader bernama Jon Don di grup Facebook Keluh Kesah Pemain Cryptocurrency 2.0 pada Rabu (13/05/2026). Ia mengaku terkejut melihat kondisi portofolionya.

“Terakhir pegang stablecoin USDT itu rasanya masih sekitar Rp101 juta deh, sekarang posisi aset minus -15 persen malah dapet untung Rp3 juta dari USDT,” tulisnya.

Pernyataan tersebut langsung memancing reaksi dari anggota lain. Banyak yang menyadari bahwa keuntungan tersebut bukan berasal dari trading crypto, melainkan dari selisih nilai tukar antara IDR dan USD.

Curhatan Seorang Trader Kripto yang Mendapatkan Keuntungan Karena Melemahnya Nilai Tukar IDR ke USD - KKPC 2.0
Curhatan Seorang Trader Kripto yang Mendapatkan Keuntungan Karena Melemahnya Nilai Tukar IDR ke USD – KKPC 2.0

Salah satu komentar bahkan menyindir dengan nada santai, menyamakan pergerakan USDT saat ini dengan meme coin karena dinilai semakin volatil, sekaligus menyesali tidak menyimpan dolar AS saat masih murah.

BACA JUGA:  Harga BBM Naik, Rupiah Melemah dan Ilusi Kenaikan Bitcoin di Indonesia

“Dolar AS kayak koin micin, bukan stable lagi itu. Andai punya US$1.000 di awal tahun jadi Rp16 juta, sekarang malah jadi Rp17,5 juta cuman dengan menyimpan stablecoin saja,” tegasnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa stablecoin yang seharusnya “stabil” justru menghasilkan keuntungan ketika nilai tukar bergerak tidak karuan.

IDR Melemah, USDT Ikut ‘Menguat’

Sebagai gambaran, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini berada di kisaran Rp17.450 hingga Rp17.520. Angka ini naik cukup tajam dibanding akhir 2025 yang masih berada di sekitar Rp16.650.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Artinya, siapa pun yang menyimpan aset berbasis dolar, termasuk stablecoin USDT, secara otomatis mengalami kenaikan nilai dalam rupiah. Hal inilah yang dialami oleh Jon Don.

Duh! USDT Tembus Rp17.500, Rupiah Makin Tidak Berdaya?

Dengan kata lain, meski harga aset kripto lain turun, nilai USDT dalam mata uang rupiah justru meningkat. Efek ini menciptakan ilusi “cuan” di tengah kondisi pasar yang sebenarnya kurang bersahabat.

BACA JUGA:  Gokil! Bigmo Live Trading, Modal Rp100 Juta dalam 3 Jam Jadi Rp300 Juta

Kondisi ini juga menjelaskan mengapa banyak trader crypto saat ini mulai melirik stablecoin sebagai alat lindung nilai, bukan sekadar aset alternatif untuk menyimpan nilai dalam aktivitas trading kripto.

Penyebab Utama Melemahnya Rupiah Indonesia

Pelemahan rupiah dalam beberapa waktu terakhir tidak terjadi tanpa sebab. Tekanan terhadap mata uang Asia sudah mulai terlihat sejak konflik antara Iran dan AS kembali memanas.

Di saat yang sama, harga Brent bergerak di kisaran US$106 -US$108. Kondisi ini menambah tekanan pada ekonomi dan memperkuat dolar AS. Bagi Indonesia, yang bergantung pada impor energi, kenaikan harga minyak ini menjadi beban tambahan.

Harga Brent Crude Oil Hari Ini - Trading Economics
Harga Brent Crude Oil Hari Ini – Trading Economics

Namun, faktor domestik juga memainkan peran. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya menyebut pelemahan IDR turut dipicu oleh meningkatnya permintaan dolar AS di dalam negeri.

BACA JUGA:  Hantavirus Picu Demam Meme Coin, Token Bertema Wabah Diburu

Salah satu pemicunya adalah musim Haji. Kebutuhan untuk perjalanan, akomodasi, hingga berbagai transaksi jamaah membuat permintaan mata uang USD melonjak secara musiman.

Secara keseluruhan, kisah ini menegaskan bahwa pergerakan pasar kripto masih dipengaruhi oleh faktor makro seperti nilai tukar. Di tengah tekanan pasar dan posisi aset yang melemah, eksposur terhadap dolar AS justru mampu memberikan keuntungan tersendiri.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait